Pria Hati-Hati Alami Penis Patah, Bagaimana Itu Bisa Terjadi?

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Senin, 20 Januari 2020 | 21:00 WIB
Pria Hati-Hati Alami Penis Patah, Bagaimana Itu Bisa Terjadi?
Ilustrasi penis patah (shutterstock)

Suara.com - Secara medis, penis patah dikenal dengan sebutan fratur penis. Tetapi, kondisi ini bukan berarti penis Anda patah seperti mematahkan tulang.

Penis patah berbeda dengan patah tulang yang biasanya terjadi di lengan atau kaki, karena tidak ada tulang di penis.

Perlu dipahami bahwa penis terdiri dari 3 tabung silindris. Dua di antaranya adalah jaringan seperti spons yang mengembang dan menjadi kaku dengan darah atau menghasilkan ereksi.

Tabung ketiga penis dibalut oleh pembungkus berserat yang disebut tunica albuginea. Biasanya orang menyebut pembungkus ini sebagai selubung penis.

NHS dilansir oleh Metro, telah melaporkan bahwa jumlah pria yang memperbaiki penis patah sudah mencapai tingkat rekor. Kondisi ini paling umum dialami oleh pria usia 30 hingga 40 tahun.

Tetapi, kondisi ini sesungguhnya bisa dialami oleh siapa pun. Bahkan pria termuda yang mengalami kondisi ini masih berusia 18 tahun.

Ilustrasi Mr P. (Shutterstock)
Ilustrasi Mr P. (Shutterstock)

Bagaimana penis bisa patah?

Menurut dr. Earim, direktur medis untuk situs kesehatan pria, penis patah bisa disebabkan oleh posisi hubungan seksual. Kondisi ini bisa terjadi ketika ada dorongan kuat dan penis terlepas dari vagina.

"Penis yang ereksi menekuk tajam, lalu menyebabkan robekan internal. Alih-alih, masuk lagi ke dalam vagina," ujar dr Earim.

Studi menunjukkan kondisi ini berisiko besar ketika posisi hubungan seksual si wanita berada di atas. Posisi doggy style juga bisa menyebabkan penis patah karena penis kurang memiliki kontrol dan mudah terpeleset.

"Kondisi ini biasanya terjadi sangat jelas dengan gejala-gejala seperti suara letupan, rasa sakit yang signifikan, pembengkakan, hilangnya ereksi dan pendarahan internal di penis," jelasnya.

Kondisi penis patah bisa diatasi dengan menjalani terapi untuk meredakan rasa sakit dan mencari bantuan medis segera.

Dalam beberapa kasus, patah penis juga bisa memerlukan tindakan bedah. Bahkan biasanya Anda bisa melakukan hubungan seks lagi setelah 4 hingga 6 minggu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Fakta Hamil Jelang Menopause, Alasan Sulit Klimaks Setiap Hubungan Seks

Fakta Hamil Jelang Menopause, Alasan Sulit Klimaks Setiap Hubungan Seks

Health | Minggu, 19 Januari 2020 | 19:57 WIB

Pak Haji Kepergok ML dengan Istri Orang, Bonyok Digebuki

Pak Haji Kepergok ML dengan Istri Orang, Bonyok Digebuki

Jatim | Sabtu, 18 Januari 2020 | 05:51 WIB

Rutin Hubungan Seks Bisa Turunkan Risiko Menopause Dini, Ini Alasannya

Rutin Hubungan Seks Bisa Turunkan Risiko Menopause Dini, Ini Alasannya

Health | Rabu, 15 Januari 2020 | 20:15 WIB

Terkini

Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus

Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus

Health | Kamis, 14 Mei 2026 | 13:52 WIB

Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar

Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar

Health | Kamis, 14 Mei 2026 | 12:59 WIB

Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?

Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?

Health | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:25 WIB

Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan

Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan

Health | Rabu, 13 Mei 2026 | 17:00 WIB

Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis

Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 22:34 WIB

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 17:02 WIB

Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi

Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 16:59 WIB

Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang

Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 15:56 WIB

Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia

Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 15:05 WIB

Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?

Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 14:46 WIB