Temuan Baru, Bahan Kimia Beracun Tabir Surya Meresap Dalam Darah

Yasinta Rahmawati
Temuan Baru, Bahan Kimia Beracun Tabir Surya Meresap Dalam Darah
Ilustrasi tabir surya. (Shutterstock)

Namun demikian, ilmuwan tetap menyarankan untuk mengoles tabir surya.

Suara.com - Pemakaian tabir surya atau sunscreen adalah hal wajib saat beraktivitas di bawah matahari terik. Meski demikian, temuan terbaru memperlihatkan manusia menyerap lebih banyak bahan kimia tabir surya ke dalam aliran darah daripada yang direkomendasikan.

Dilansir dari Daily Mail, Peneliti dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan AS (FDA) menguji enam bahan aktif utama dalam losion dan semprotan tabir surya.

Mereka menemukan bahwa semua bahan kimia memiliki konsentrasi yang lebih tinggi dalam darah daripada ambang batas FDA.

Bahkan salah satu bahan memiliki konsentrasi yang 360 kali lebih besar dari apa yang direkomendasikan oleh agensi.

FDA dan American Academy of Dermatology menekankan bahan kimia itu aman tetapi beberapa laporan mengaitkannya dengan gangguan hormon dan gagal hati dan ginjal.

Tim menekankan bahwa temuan itu tidak berarti masyarakat harus berhenti menggunakan tabir surya. Tetapi penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menentukan efek nyata dari kadar ini dalam darah.

Tabir Surya Semprot. (Shutterstock)
Tabir Surya Semprot. (Shutterstock)

Tabir surya biasanya mengandung satu atau beberapa dari enam bahan kimia, yakni avobenzone, oxybenzone, octocrylene, homosalate, octisalate dan octinoxate.

Bahan-bahan telah diteliti dalam beberapa tahun terakhir karena pertanyaan seputar keamanannya. Pada 2012, Kelompok Kerja Lingkungan mengeluarkan sebuah laporan yang merekomendasikan bahwa tabir surya bebas dari oksibenzon karena kemungkinan kaitannya dengan kerusakan sel yang dapat menyebabkan kanker kulit.

Para peneliti menekankan bahwa orang harus tetap menggunakan tabir surya, tetapi studi keamanan lebih lanjut diperlukan oleh FDA.

Dalam editorial terkait, dr. Adewole Adamson dari Dell Medical School di University of Texas di Austin dan dr. Kanade Shinaki dari University of California, San Francisco menekankan pentingnya terus memakai tabir surya untuk melindungi dari radiasi UV dan kanker kulit.

"Laporan tersebut ... memberikan informasi penting tentang penyerapan sistemik dari tabir surya kimiawi yang memerlukan perhatian, diskusi dan studi tambahan untuk memahami relevansi klinisnya," catat mereka.

"Karena bukti yang baik menunjukkan bahwa paparan UV adalah penyebab utama kanker kulit dan melanoma yang dapat dimodifikasi, tabir surya harus terus menjadi bagian penting dari keamanan UV," jelasnya.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS