Heboh Virus Corona, Nasib 420 Mahasiswa Indonesia yang Kuliah di China?

Silfa Humairah Utami
Heboh Virus Corona, Nasib 420 Mahasiswa Indonesia yang Kuliah di China?
Virus corona baru dari China (2019-nCoV) berpotensi mengancam kesehatan global. (Shutterstock)

Bagaimana nasib mahasiswa Indonesia yang kuliah di China?

Suara.com - Heboh Virus Corona, Nasib 420 Mahasiswa Indonesia yang Kuliah di China?

Virus corona yang menghebohkan Wuhan, di China, cukup membuat masyarakat Indonesia juga ikut panik dan kebingungan soal gejala dan penyebarannya. Maka, tidak sedikit ada dugaan Warga Negara Asing China yang berlibur atau orang Indonesia yang baru pulang dari China suspect virus corona. 

"saya harap masyarakat tidak panik dan berlebihan pada dugaan orang yang baru dari China membawa virus tersebut, karena kita pastikan tidak ada, termasuk juga mahasiswa kita sebanyak 420 orang yang juga kembali ke Indonesia (untuk libur Imlek) dari China tidak ada yang sakit atau dugaan kena virus. Begitu pula orang Indonesia yang baru pulang liburan dari China juga begitu, sudah kita data dan semua aman," jelas Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Ditjen P2P) Kementerian Kesehatan, Achmad Yurianto, saat dijumpai di ruangannya seusai salat Jumat di kantor Kemenkes RI,(24/1/2020).

Ia menuturkan menyadari bahwa Indonesia ini memiliki jalur penerbangan, kemudian jalur dagang, yang sangat memungkinkan pergerakan dari china menyebar ke indonesia atau sebaliknya. Tapi Kementerian Luar Negeri dalam rapat tadi menyampaikan virus corona tidak ada terjangkit pada mahasiswa dan warga yang pelesir pulang dari China. 

Disinggung soal penerbangan ke Wuhan-Indonesia dan sebaliknya, ia menuturkan sejak isu ini muncul, tidak ada penerbangan ke sana atau dari sana. Ya sudah ditutup.

"Sedangkan yang ke China, sudah kita perintahkan seluruh kantor kesehatan pelabuhan untuk mengaktifkan SOP terkait dengan ancaman penyakit. Khususnya corona virus. Maka seluruh penerbangan dari China, baik direct (langsung) maupun non direct atau penerbangan dari luar China katakan dari Singapura tapi yang Manifes nya ada penumpang dari China Otoritas bandara memberikan akses kita untuk melihat Manifesnya," katanya. 

Kemudian diberikan HAC (health alert card) agar menunjukkan kartu apabila dalam waktu 14 hari setelah kepulangan badannya panas, diharapkan segera datang ke fasilitas kesehatan manapun dengan kartu ini.

"Seandainya pun ada pasien dari penumpang atau turis yang ternyata terkena virus corona, akan segera kita tindaklanjuti untuk mencari dan mengisolasi semua penumpang agar memastikan tidak adanya penyebaran lebih luas, jika pun ada ya karena ketentuannya jika penumpang ada yang sakit sudah dilaporkan saat di atas penerbangan maka saat turun. Mendaratnya berbeda alias bukan di tempat umum, diisolasi dulu, diperiksa hingga dipastikan aman semua penumpang, baru boleh keluar," katanya. Ya jadi tidak sempat tersebar keluar, begitu SOPnya," jelasnya. 

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS