Dibanding SARS dan MERS, Virus Corona Baru dari China Dinilai Tidak Agresif

M. Reza Sulaiman | Dini Afrianti Efendi | Suara.com

Jum'at, 24 Januari 2020 | 16:34 WIB
Dibanding SARS dan MERS, Virus Corona Baru dari China Dinilai Tidak Agresif
Novel Coronavirus (nCoV) alias virus corona yang sedang mewabah di China. (Shutterstock)

Suara.com - Dibanding SARS dan MERS, Virus Corona Baru dari China Dinilai Tidak Agresif

Indonesia saat ini sedang meningkatkan kewaspadaan terhadap virus corona baru dari China. Sebabnya, negara-negara seperti Korea, Jepang, Singapura hingga Amerika sudah menemukan kasus positif terjangkit virus corona ini.

Tapi ini bukan pertama kalinya loh, dunia dilanda kekhawatiran virus. Karena sebelumnya ada SARS, MERS, Zika, hingga Flu Burung yang juga pernah mengancam.

Bahkan menurut pakar penyakit tropis dan infeksi dari Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), Dr. dr. Erni Juwita Nelwan, Sp.PD-KPTI, FACP, FINASIM, Ph.D, dibanding virus-virus itu, virus Corona baru ini tidak masuk kategori mematikan.

"Tidak (mematikan), apalagi ini bukan human corona sebenernya, kalau human corona rata-rata lebih agresif, lebih cepat meninggalnya, kalau ini nggak sebenernya," ujar Dr. Erni di Sekretariat PB IDI, Jakarta Pusat, Jumat (24/1/2020).

Strain corona atau jenis baru virus corona ini dinamakan 2019-nCoV, dan tidak biasanya corona ini menginfeksi manusia karena masuk kategori zoonotik atau penyakit yang biasanya menular dari hewan ke hewan, sehingga tidak terlalu berefek besar pada manusia.

Beberapa mengatakan virus ini biasanya menjangkit ular, beberapa juga mengatakan dari kelelawar. Lalu, kelelawar itu dimakan ular, dan ular dimakan oleh manusia.

Sedangkan dilihat dari fatalitas atau angka kematiannya, virus corona ini belum masuk kategori yang mematikan karena dari 830 orang yang terinfeksi, angka kematiannya 25 orang. Bisa dibilang mematikan jika contoh angka perbandingannya seperti 77 orang meninggal dari 100 orang yang terjangkit.

"Orang selalu menyalahkan virusnya, virus mematikan itu padahal kalau dilihat tadi, takut itu kalau yang meninggal banyak sekali, dari sakit 100 orang 77 meninggal itu seram sekali. Mungkin boleh lah kalau yang seperti itu mematikan," ungkapnya.

"Apalagi kalau sakitnya cepat masuk ICU, 3 hari langsung jelek dan dia meninggal. Ini enggak, dari 830 orang yang sakit yang meninggal berapa (25) orang. Jadi bukan deathly, tapi karena baru dan karena airborne (penyebaran lewat udara) jadi gampang menular," sambungnya.

Virus corona baru dari China (2019-nCoV) berpotensi mengancam kesehatan global. (Shutterstock)
Virus corona baru dari China (2019-nCoV) berpotensi mengancam kesehatan global. (Shutterstock)

Dokter yang berpraktik di RSCM Jakarta itu menyebut hingga kini angka mortalitasnya rendah. Jika pun beberapa orang yang meninggal, itu karena mereka memiliki riwayat penyakit seperti diabetes, lupus, dan imunitas yang rendah.

"Betul, kalau virus yang masuk 2, sama virus yang masuk 10, tentu lebih berat kalau masuknya 10 virus. Jadi kadar akan menentukan berat ringannya sakit seseorang. Tapi perjalanan sakitnya bahkan dari hari ke hari sembuh, bahkan besok sembuh atau lusa sembuhnya, itu tergantung sistem imun orang itu," tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

IDI: Pasien Suspect di Bali, Negatif Virus Corona

IDI: Pasien Suspect di Bali, Negatif Virus Corona

Video | Jum'at, 24 Januari 2020 | 16:25 WIB

Ada Pasien Suspect Virus Corona di RSPI dan Sanglah, Kemenkes Buka Suara

Ada Pasien Suspect Virus Corona di RSPI dan Sanglah, Kemenkes Buka Suara

Health | Jum'at, 24 Januari 2020 | 16:20 WIB

Sebut Sudah Ada Pencegahan Virus Corona, Istana: Jangan Samapi Kecolongan

Sebut Sudah Ada Pencegahan Virus Corona, Istana: Jangan Samapi Kecolongan

News | Jum'at, 24 Januari 2020 | 16:15 WIB

Terkini

Waspada Penyakit Virus Ebola: Kenali Gejala Awal dan Langkah Pencegahannya

Waspada Penyakit Virus Ebola: Kenali Gejala Awal dan Langkah Pencegahannya

Health | Selasa, 19 Mei 2026 | 09:56 WIB

Studi Baru Temukan Mikroplastik di Udara Kota, Dua Pertiganya Berasal dari Sumber Tak Terduga

Studi Baru Temukan Mikroplastik di Udara Kota, Dua Pertiganya Berasal dari Sumber Tak Terduga

Health | Senin, 18 Mei 2026 | 14:59 WIB

Ibu Hamil Rentan Cemas, Meditasi Disebut Bisa Bantu Jaga Kesehatan Mental

Ibu Hamil Rentan Cemas, Meditasi Disebut Bisa Bantu Jaga Kesehatan Mental

Health | Senin, 18 Mei 2026 | 12:13 WIB

Apa Itu Patah Tulang Selangka? Cedera Ngeri Alex Marquez di MotoGP Catalunya 2026

Apa Itu Patah Tulang Selangka? Cedera Ngeri Alex Marquez di MotoGP Catalunya 2026

Health | Senin, 18 Mei 2026 | 11:05 WIB

Obat Diabetes dan Obesitas Bentuk Pil Makin Diminati, Pasien Dinilai Lebih Mau Berobat

Obat Diabetes dan Obesitas Bentuk Pil Makin Diminati, Pasien Dinilai Lebih Mau Berobat

Health | Senin, 18 Mei 2026 | 09:20 WIB

Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus

Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus

Health | Kamis, 14 Mei 2026 | 13:52 WIB

Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar

Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar

Health | Kamis, 14 Mei 2026 | 12:59 WIB

Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?

Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?

Health | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:25 WIB

Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan

Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan

Health | Rabu, 13 Mei 2026 | 17:00 WIB

Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis

Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 22:34 WIB