Antisipasi Virus Corona, IDI Keluarkan Pedoman untuk Tenaga Kesehatan

M. Reza Sulaiman, Risna Halidi

Rabu, 29 Januari 2020 | 18:09 WIB
Antisipasi Virus Corona, IDI Keluarkan Pedoman untuk Tenaga Kesehatan
Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) periode 2018-2021, dr. Daeng M Faqih, S.H, M.H (Suara.com/Risna Halidi)

Suara.com - Antisipasi Virus Corona, IDI Keluarkan Pedoman untuk Tenaga Kesehatan

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Dr, Daeng M Faqih, mengatakan telah mengeluarkan pedoman tatalaksana penanganan virus corona kepada para tenaga kesehatan di seluruh Indonesia.

Hal tersebut ia ungkapkan saat menghadiri acara Dialog Awal Tahun 2020 bertajuk 'Revitalisasi Pelayanan Kesehatan Tingkat Primer Untuk Penguatan Upaya Kesehatan Promotif dan Preventif' yang diselenggarakan oleh IDI dan Perhimpunan Dokter Umum Indonesia (PDUI) di Tebet, Jakarta Selatan, Rabu, (29/1/2020).

"Kami telah sampaikan ke kawan-kawan dokter, dan mengeluarkan imbauan resmi ke semua IDI wilayah, himpunan dan IDI cabang se-Indonesia karena pedomaan sudah dikeluarkan baik oleh Kementerian Kesehatan maupun internal IDI juga lewat PDPI, untuk berjaga-jaga, kawan-kawan harus tahu tatalaksana, supaya nanti kalau ada kasus, dia suda tahu sudah terampil. Dengan harapan, kalau pun in case terjadi sesuatu cepat ditangani tepat ditangani, tidak sampai menimbulkan kematian," kata Dr. Daeng.

Ia melanjutkan pedoman tatalaksana tersebut merupakan bagian dari bentuk kesiapsiagaan di sisi tenaga kesehatan. Meski belum ada kasus positif virus corona di Indonesia, Dr. Daeng percaya bahwa kesiapsiagaan berupa pedoman tatalaksana penting untuk disebarkan dari sekarang.

Saat ditanya mengenai teknis tatalaksana tersebut, ia mengatakan secara teknis, sifat tatalaksana lebih kepada tindakan pengobatan suportif.

"Pengobatan suportif adalah mengobati gejalanya dan membuat tubuh kita ditopang menjadi kuat. Dengan harapan ketika imunitas kuat, tubuh akan melawan sendiri virus."

Ia juga mengatakan bagaimana virus corona yang saat ini menghantui dunia, memiliki daya keganasan yang lebih rendah dibanding flu burung dan SARS.

baca juga

"Kalau flu burung itu, misal yang sakit seratus (jiwa) yang meninggal bisa sampai 80 (jiwa). Kalau virus corona ini, ini pengandaian ya, kalau yang sakit seratus jiwa, yang meningggal lima jiwa," tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Heboh Virus Corona, Kesehatan ABK Kapal Asal Luar Negeri Ikut Diperiksa

Heboh Virus Corona, Kesehatan ABK Kapal Asal Luar Negeri Ikut Diperiksa

Banten | Rabu, 29 Januari 2020 | 17:32 WIB

Tiga Hari Didera Hoaks Virus Corona Wuhan, Kunjungan RSUP Dr Sardjito Turun

Tiga Hari Didera Hoaks Virus Corona Wuhan, Kunjungan RSUP Dr Sardjito Turun

Jogja | Rabu, 29 Januari 2020 | 17:40 WIB

Wabah Coronavirus, Operator Taksi Singapura Hapus Biaya Karantina

Wabah Coronavirus, Operator Taksi Singapura Hapus Biaya Karantina

Otomotif | Rabu, 29 Januari 2020 | 18:00 WIB

Terkini

Purbaya Bantah Airlangga soal Anggaran Buka Rekening Massal Tembus Rp 11 Triliun

Purbaya Bantah Airlangga soal Anggaran Buka Rekening Massal Tembus Rp 11 Triliun

Bisnis | Kamis, 10 September 2026 | 22:38 WIB

Kadin Dorong Industri Tambang Perkuat Inovasi Hadapi Tekanan Geopolitik

Kadin Dorong Industri Tambang Perkuat Inovasi Hadapi Tekanan Geopolitik

News | Kamis, 10 September 2026 | 22:31 WIB

Warga Bisa Ikut Uji Coba Gratis, LRT Kelapa Gading-Manggarai Siap Beroperasi Penuh

Warga Bisa Ikut Uji Coba Gratis, LRT Kelapa Gading-Manggarai Siap Beroperasi Penuh

News | Kamis, 10 September 2026 | 22:19 WIB

Kawal Revisi Aturan Ketenagakerjaan, DPRD DKI Janji Teruskan Suara Buruh ke DPR RI

Kawal Revisi Aturan Ketenagakerjaan, DPRD DKI Janji Teruskan Suara Buruh ke DPR RI

News | Kamis, 10 September 2026 | 22:12 WIB

WNA Asal China Selundupkan 10,4 Kilogram Emas di Bali

WNA Asal China Selundupkan 10,4 Kilogram Emas di Bali

Video | Kamis, 10 September 2026 | 22:05 WIB

Synchronize Fest Mengumumkan Full Line Up 2026: "It's Not Just A Festival, It's A Movement"

Synchronize Fest Mengumumkan Full Line Up 2026: "It's Not Just A Festival, It's A Movement"

Entertainment | Kamis, 10 September 2026 | 22:00 WIB

KPK Geledah Rumah Polisi yang Akui Terima Rp16 Miliar dari Proyek Bekasi

KPK Geledah Rumah Polisi yang Akui Terima Rp16 Miliar dari Proyek Bekasi

News | Kamis, 10 September 2026 | 21:56 WIB

Kabut Asap Makin Pekat, ISPA di Palembang Tembus 113 Ribu Kasus

Kabut Asap Makin Pekat, ISPA di Palembang Tembus 113 Ribu Kasus

Sumsel | Kamis, 10 September 2026 | 21:46 WIB

Tim SAR Temukan Pelampung saat Cari Jurnalis Hilang, TNI AL: Jangan Berspekulasi

Tim SAR Temukan Pelampung saat Cari Jurnalis Hilang, TNI AL: Jangan Berspekulasi

News | Kamis, 10 September 2026 | 21:43 WIB

Promo BRI Ini Bikin Nongkrong di SKOLA Malah Bikin Untung

Promo BRI Ini Bikin Nongkrong di SKOLA Malah Bikin Untung

Bri | Kamis, 10 September 2026 | 21:29 WIB

×