Array

Jangan Anggap Remeh, Gejala Stroke Juga Bisa Terjadi Tanpa Sakit Kepala

M. Reza Sulaiman Suara.Com
Kamis, 30 Januari 2020 | 18:18 WIB
Jangan Anggap Remeh, Gejala Stroke Juga Bisa Terjadi Tanpa Sakit Kepala
Ilustrasi sakit kepala gejala stroke. (Shutterstock)

Suara.com - Jangan Anggap Remeh, Gejala Stroke Juga Bisa Terjadi Tanpa Sakit Kepala

Sakit kepala hebat sering disebut sebagai gejala utama serangan stroke. Padahal menurut pakar, tidak semua penyakit stroke mengalami gejala sakit kepala.

Pakar bedah saraf dari RS Siloam TB Simatupang, Dr dr Ferry Senjaya, SpBS, AFAANS mengatakan periode emas pertolongan pasien stroke adalah 3-4 jam setelah munculnya gejala. Terlambat berobat karena tidak merasa sakit kepala misalnya, bisa menyebabkan kecacatan dan kematian.

"Nyeri kepala sering disalah artikan sebagai hipertensi, kolesterol atau nyeri secara umum sehingga berobat saat sakit saja. Padahal dalam fakta, banyak juga hipertensi dan kolesterol namun tidak mengalami nyeri kepala sehingga tiba tiba jatuh sakit dan stroke. Hal ini yang harus disampaikan ke publik, bahwa tekan faktor resiko sedini mungkin dengan segera cek kesehatan secara berkala," papar Ferry, dalam seminar Stroke and Pain Management di RS Siloam TB Simatupang, baru-baru ini.

Menurutnya penanganan darurat serangan stroke adalah segera memanggil ambulans dan membawa pasien ke rumah sakit. Ia juga tidak menyarankan pasien stroke diberi makan atau minum jika dalam keadaan tak sadar.

"Penanganan mendadak kepada pasien stroke jangan diberi air atau makan, cukup kasih obat nyeri jika merasa nyeri, laku segera larikan ke rumah sakit. Apabila sulit untuk makan atau sulit kencing, harus ditangani sebelum 1x24 jam untuk masuk ruang operasi. Ini untuk menyelamatkan hidup pasien," terangnya.

Penyakit stroke (Shutterstock)
Penyakit stroke (Shutterstock)

Dokter spesialis saraf, dr. Dina Meliana, SpS., menyebut angka kejadian stroke masih tinggi di Indonesia. Meski begitu, kualitas hidup penderita pasca terkena stroke tetap bisa baik seiring berkembangnya teknologi.

"Salah satu penanganan terkini pada penderita stroke adalah pemberian terapi trombolitik. Hal itu bahkan telah di lakukan pada pasien stroke berusia 83 tahun. Hasilnya sangat baik dan mengalami perbaikan. Bahkan kualitas hidupnya tidak berkurang walau telah mengalami stroke," paparnya.

"Seluruh penanganan terkini tersebut dapat dilakukan Siloam Hospitals TB Simatupang dengan didukung oleh para dokter yang mumpuni di bidangnya serta berbagai alat yang mendukung," tutup Dina.

Baca Juga: Sering Diabaikan, Ketahui Gejala dan Tanda dari Stroke Ringan!

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya βž”
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya βž”
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya βž”
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya βž”
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya βž”
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya βž”
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya βž”
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya βž”
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya βž”
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya βž”
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya βž”
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI