Cuci Tangan selama 20 Detik Bisa Melindungi Diri dari Virus Corona

Yasinta Rahmawati

Minggu, 02 Februari 2020 | 08:38 WIB
Cuci Tangan selama 20 Detik Bisa Melindungi Diri dari Virus Corona
Ilustrasi. mencuci tangan. (Shutterstock)

Suara.com - Musim flu dan penyebaran virus corona yang begitu cepat di seluruh daratan China, membuat kewaspadaan akan kesehatan perlu ditingkatkan.

Hingga Minggu (2/2/2020) pagi, korban tewas akibat virus mematikan itu meningkat 45 orang dengan total 304, demikian televisi pemerintah China melaporkan. Sementara total orang yang terinfeksi mencapai 12.000 di seluruh dunia.

Dilansir dari Centers for Disease Control (CDC), salah satu cara terbaik untuk menjaga diri dari penyakit adalah mencuci tangan sesering mungkin dengan teknik yang tepat.

Sebab ketika tangan Anda bersih, Anda dapat mencegah bakteri untuk menyebar ke bagian tubuh atau ke orang lain.

Dalam teknik mencuci tangan yang benar, CDC merekomendasikan untuk basahi tangan dengan air bersih yang mengalir, hangat maupun dingin.

Setelah mematikan keran, oleskan sabun ke tangan Anda dan gosokkan. Pastikan Anda menyabuni antara jari-jari, di bawah kuku dan di punggung tangan.

Ini adalah bagian penting, tetap gosok tangan Anda setidaknya selama 20 detik. Setelah Anda mencuci bersih, bilas tangan dengan air bersih yang mengalir. Ambil handuk bersih atau tisu untuk mengeringkan tangan.

Ilustrasi mencuci tangan. (Pixabay)
Ilustrasi mencuci tangan. (Pixabay)

Walaupun CDC merekomendasikan agar Anda sering mencuci tangan, CDC juga memberikan daftar contoh spesifik di mana mencuci tangan mutlak diperlukan.

Ini termasuk, sebelum, selama dan setelah menyiapkan makanan, sebelum atau setelah merawat seseorang yang sakit, setelah menggunakan kamar mandi, setelah menyentuh binatang atau makanan binatang, setelah menutup hidung, batuk atau bersin, setelah menyentuh sampah, sebelum dan sesudah merawat luka dan setelah mengganti popok.

baca juga

Selain mencuci tangan, dr. Angela Hewlett, direktur medis dari Nebraska Biocontainment Unit, mengatakan juga penting untuk mendapatkan suntikan flu, menutupi hidung serta mulut saat batuk dan tinggal di rumah menghindari pekerjaan atau sekolah jika sedang sakit.

"Itu dapat mencegah penyebaran penyakit apa pun, bukan hanya influenza, dan coronavirus ini akan berada dalam kategori yang sama," jelasnya seperti dikutip dari People.

Di sisi lain, Hewlett tidak setuju dengan pemakaian masker untuk mencegah flu atau virus corona. Orang Amerika bergegas membeli masker bedah selama sepekan terakhir, dan pengecer besar seperti Amazon kehabisan stok.

"Mengenakan masker saat Anda tidak sakit belum terbukti membantu melindungi Anda dari penyakit semacam ini," ungkapnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tak Cuma Virus Corona, Flu Burung Turut Mewabah di China

Tak Cuma Virus Corona, Flu Burung Turut Mewabah di China

News | Minggu, 02 Februari 2020 | 08:05 WIB

322 Pasien di China Dinyatakan Sembuh dari Virus Corona

322 Pasien di China Dinyatakan Sembuh dari Virus Corona

News | Minggu, 02 Februari 2020 | 07:38 WIB

Terus Bertambah, Korban Tewas Virus Corona di China Tembus 304 Orang

Terus Bertambah, Korban Tewas Virus Corona di China Tembus 304 Orang

News | Minggu, 02 Februari 2020 | 07:30 WIB

Terkini

Komisi HAM Surati Kapolda Riau soal Dugaan Kekerasan Polisi ke Warga di Bengkalis

Komisi HAM Surati Kapolda Riau soal Dugaan Kekerasan Polisi ke Warga di Bengkalis

Riau | Sabtu, 19 September 2026 | 08:47 WIB

Prabowo: Saya Dikasih Pesan Dilarang Joget dan Jangan Ngomong Lu-Gue!

Prabowo: Saya Dikasih Pesan Dilarang Joget dan Jangan Ngomong Lu-Gue!

News | Sabtu, 19 September 2026 | 08:34 WIB

Daftar Skuat Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup Disorot Media Asing, Pemanggilan Pemain Ini Dicibir

Daftar Skuat Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup Disorot Media Asing, Pemanggilan Pemain Ini Dicibir

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 08:32 WIB

Hamzah bin Abdul Muthalib: Keteguhan Prinsip di Balik Sosok Sang Pemberani

Hamzah bin Abdul Muthalib: Keteguhan Prinsip di Balik Sosok Sang Pemberani

Your Say | Sabtu, 19 September 2026 | 08:30 WIB

Prabowo: Koalisi Pemerintah Sudah Buktikan Kinerja, Kekayaan RI Tak Lagi Dibiarkan Kabur

Prabowo: Koalisi Pemerintah Sudah Buktikan Kinerja, Kekayaan RI Tak Lagi Dibiarkan Kabur

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 08:25 WIB

Status Terbaru Anak Purbaya: Emang Salah Kalau Bapak Dengerin Kritik dari Masyarakat?

Status Terbaru Anak Purbaya: Emang Salah Kalau Bapak Dengerin Kritik dari Masyarakat?

Entertainment | Sabtu, 19 September 2026 | 08:23 WIB

Intip Spesifikasi Kapal Induk Pertama Indonesia, Armada Usia 41 Tahun Hibah dari Italia

Intip Spesifikasi Kapal Induk Pertama Indonesia, Armada Usia 41 Tahun Hibah dari Italia

News | Sabtu, 19 September 2026 | 08:15 WIB

Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Bayi di Sleman Naik Sidik, Polisi Periksa 3 Saksi

Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Bayi di Sleman Naik Sidik, Polisi Periksa 3 Saksi

Jogja | Sabtu, 19 September 2026 | 08:13 WIB

Donald Trump Tutup Akses Media Berseberangan: CNN Dilarang Liputan di Gedung Putih

Donald Trump Tutup Akses Media Berseberangan: CNN Dilarang Liputan di Gedung Putih

News | Sabtu, 19 September 2026 | 08:08 WIB

Indosat Ungkap Ancaman Scam di Era AI, 754 Juta Komunikasi Terindikasi Spam

Indosat Ungkap Ancaman Scam di Era AI, 754 Juta Komunikasi Terindikasi Spam

Bali | Sabtu, 19 September 2026 | 08:05 WIB

×