Array

Millen Cyrus Bicara Soal Tanam Rahim, Ini Konsekuensinya pada Pria

Yasinta Rahmawati Suara.Com
Senin, 03 Februari 2020 | 08:27 WIB
Millen Cyrus Bicara Soal Tanam Rahim, Ini Konsekuensinya pada Pria
Millen Cyrus [Suara.com/Sumarni

Suara.com - Millen Cyrus diduga tengah mempersiapkan diri untuk operasi ganti kelamin. Hal itu jadi perbincangan netizen usai videonya sedang berbaring di ranjang rumah sakit heboh.

Dalam video tersebut, keponakan Ashanty ini juga sempat menjawab pertanyaan temannya mengenai keberadaannya di sana.

"Saya mau seperti cinderella. Aku mau dibuat insang," jawab Millen Cyrus sebagaimana diunggah oleh akun Instagram @lambeturah_official.

Selanjutnya saat ditanya kemungkinan untuk tanam rahim, Millen Cyrus menjawab bahwa kata dokter itu bisa dilakukan. "Sekalian tanam rahim, kata dokternya bisa dari samping. Cuma prosesnya tiga tahun, semuanya," tuturnya.

Seperti dilansir dari Live Science, tanam rahim disebut juga sebagai transplantasi rahim.

Dr. Richard Paulson, presiden dari American Society for Reproductive Medicine (ASRM), tidak melihat alasan biologis mengapa prosedur ini tidak akan berhasil di tubuh pria. "Akan ada tantangan tambahan, tetapi saya tidak melihat masalah yang jelas yang akan menghalanginya," ujarnya.

Gaya Liburan Seksi Millendaru (instagram.com/millencyrus)
Gaya Liburan Seksi Millendaru (instagram.com/millencyrus)

Meski demikian, ada sejumlah risiko yang terlibat dengan transplantasi rahim. Saima Aftab, direktur medis Pusat Perawatan Janin di Rumah Sakit Anak Nicklaus menyebut operasi itu sendiri adalah prosedur yang rumit.

Dibutuhkan organ untuk terhubung dengan benar ke pembuluh darah dan arteri tubuh sehingga memiliki pasokan darah yang memadai. Jika ada masalah dengan suplai darah, organ akan mulai mati.

Selain itu, orang yang menjalani transplantasi organ apa pun perlu minum obat untuk menekan sistem kekebalan tubuh mereka sehingga tubuh tidak menolak organ tersebut. Tetapi obat-obatan ini juga dapat meningkatkan risiko seseorang terkena infeksi.

Baca Juga: Angkat Rahim Pasien Tanpa Izin, Dokter Ini Didakwa Lakukan Malapraktik

Pada pria, bisa ada beberapa risiko tambahan. "Pembedahan akan menjadi lebih rumit karena anatomi tubuh tidak dirancang secara alami agar ada ruang dan pasokan darah untuk rahim," kata Aftab.

Selain itu, pria tidak menghasilkan hormon yang diperlukan untuk mendukung kehamilan , sehingga mereka akan membutuhkan banyak terapi hormon untuk memungkinkan kehamilan terjadi, yang dapat menimbulkan risiko kesehatan lagi.

Akhirnya, jika transplantasi rahim dilakukan pada orang dengan anatomi pria, orang itu harus melahirkan melalui operasi caesar karena panggul pria terlalu sempit untuk dilewati bayi, kata Aftab. C-section juga merupakan operasi besar yang disertai risiko.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Love Language Apa yang Paling Menggambarkan Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI