Awalnya Infeksi Telinga Biasa, Pria Ini Ternyata Alami Infeksi Langka

Yasinta Rahmawati, Rosiana Chozanah

Kamis, 06 Februari 2020 | 07:00 WIB
Awalnya Infeksi Telinga Biasa, Pria Ini Ternyata Alami Infeksi Langka
Ilustrasi Infeksi telinga (Shutterstock)

Suara.com - Seorang lelaki 27 tahun asal Pennsylvania menceritakan dirinya hampir kehilangan nyawanya karena sindrom langka yang dipicu oleh infeksi telinga yang umum terjadi.

Nick Sommons, mengatakan awalnya ia hanya menderita sakit tenggorokan dan sakit telinga pada November 2018. Ia menganggap kondisi ini adalah hal yang biasa, sehingga Nick tidak begitu khawatir.

Beberapa hari kemudian, ketika rasa sakitnya tidak kunjung hilang, ia pergi ke dokter dan diberi obat infeksi telinga. Tapi obat ini justru membuat gendang telinga kirinya pecah.

Merasa telinga kirinya tak kunjung pulih dan ia mulai merasa sakit di telinga kanannya. Nick kembali ke dokter dan ia diberi steroid. Tapi, dua minggu kemudian ia masih sakit dan semakin parah.

"Tubuhku menguning dan mulai kesulitan bernapas. Berjalan saja sudah membuatku sulit bernapas. Itu mengerikan," kata Nick, dilansir Fox News.

Telinga berdenging karena tinnitus. (Shutterstock)
Ilustrasi infeksi telinga  (Shutterstock)

Kondisi Nick semakin memburuk hingga akhirnya ia dilarikan ke rumah sakit dan masuk ke ruang gawat darurat. Saat ia sampai di unit spesialis di Danville State Hospital, Nick tidak sadarkan diri.

Hingga akhirnya dokter mendiagnosis Nick menderita sindrom lemierre.

Menurut Genetic and Rare Diseases Information Center (GARD), sindrom lemierre merupakan komplikasi infeksi bakteri langka (Fusobacterium necrophorum). Ia berpotensi mengancam jiwa yang biasanya memengaruhi remaja dan dewasa muda yang sebelumnya sehat.

Kondisi ini biasanya berkembang ke infeksi lain, misalnya infeksi tenggorokan, infeksi telinga atau infeksi sinus dan lainnya.

"Pada orang dengan sindrom Lemierre, infeksi awal menyebar ke jaringan dan ruang dalam di tenggorokan, yang menyebabkan darah di bagian yang terinfeksi menggumpal (tromboflebitis septica)," lapor GARD.

Infeksi itu membuat Nick mengembangkan gumpalan di otaknya. Dokter mengira otak Nick tidak akan berfungsi secara penuh dan akan mengalami masalah bicara.

Sepuluh hari kemudian, Nick terbangun dari koma dan ia dipulangkan dari rumah sakit. Di rumah, ia diharuskan untuk beristirahat selama empat minggu dan harus belajar berjalan lagi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Infeksi Langka, Cacing Parasit Bersarang di Mata Wanita Ini

Infeksi Langka, Cacing Parasit Bersarang di Mata Wanita Ini

Health | Kamis, 07 November 2019 | 13:34 WIB

Infeksi Langka, Gadis ini Meninggal Setelah Tersedak Darahnya Sendiri!

Infeksi Langka, Gadis ini Meninggal Setelah Tersedak Darahnya Sendiri!

Health | Rabu, 02 Oktober 2019 | 18:30 WIB

Dikira Korban Pembunuhan, Wanita Ini Ternyata Tewas karena Tusuk Gigi

Dikira Korban Pembunuhan, Wanita Ini Ternyata Tewas karena Tusuk Gigi

Health | Minggu, 07 April 2019 | 07:10 WIB

Terkini

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 21:33 WIB

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 11:18 WIB

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 23:06 WIB

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:41 WIB

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:27 WIB

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:44 WIB

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB

Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?

Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 15:00 WIB