- Video viral di Shenyang menunjukkan SUV BYD Tang mogok di banjir dengan komponen logam diduga motor listrik terlepas.
- BYD belum memberikan konfirmasi resmi mengenai penyebab kerusakan komponen kendaraan yang terlihat dalam rekaman video viral tersebut.
- Pihak BYD menegaskan sertifikasi ketahanan air baterai hanya fitur keselamatan darurat, bukan untuk sengaja menerjang genangan banjir.
Suara.com - Sebuah rekaman video yang memperlihatkan unit BYD Tang berhenti di tengah genangan banjir di Kota Shenyang China mendadak viral di media sosial. Tayangan tersebut memicu spekulasi luas setelah terlihat sebuah komponen logam berukuran besar berada di belakang kendaraan dan tampak masih terhubung dengan bagian bawah mobil.
Banyak warganet menduga komponen tersebut merupakan motor listrik belakang milik SUV listrik itu yang terlepas akibat menerjang banjir. Namun hingga saat ini klaim tersebut belum dapat dipastikan kebenarannya karena BYD belum memberikan pernyataan resmi terkait identitas komponen yang terlihat terpisah tersebut.
Berdasarkan video yang beredar memang terlihat ada komponen logam besar yang terlepas dari bagian bawah mobil. Meski demikian rekaman tersebut tidak menunjukkan secara jelas kronologi kejadian maupun penyebab pasti kerusakan yang terjadi. Berbagai klaim di media sosial mengenai motor listrik BYD Tang yang copot masih bersifat spekulatif dan belum didukung bukti verifikasi resmi.
Insiden di Shenyang ini muncul kurang dari sepekan setelah BYD kembali mengingatkan para pemilik kendaraan agar tidak mengandalkan kemampuan tahan air mobil untuk menerobos banjir. Executive Vice President BYD He Zhiqi menjelaskan bahwa sertifikasi ketahanan air pada Blade Battery hanya dirancang sebagai fitur keselamatan dalam kondisi darurat dan bukan untuk mendorong pengemudi sengaja melintasi jalan yang tergenang.
Ia menyebut paket baterai dengan sertifikasi IP67 dan IP68 memang mampu memberikan perlindungan terhadap masuknya air sesuai standar pengujian tertentu. Namun sertifikasi tersebut tidak dapat diartikan sebagai izin untuk mengemudikan kendaraan melewati genangan air yang dalam.
Sebelumnya BYD juga pernah menyampaikan peringatan serupa saat Topan Super Ragasa melanda pada 2025. Perusahaan menegaskan bahwa fitur "Emergency Floating Mode" pada Yangwang U8 merupakan fitur keselamatan untuk kondisi darurat dan bukan untuk penggunaan normal di jalan tergenang.
Perusahaan terus mengimbau seluruh pengguna untuk menghindari jalan yang terendam banjir karena genangan air yang dalam tetap berpotensi merusak panel bodi serta komponen kolong kendaraan. Hingga ada penjelasan resmi dari pihak berwenang klaim mengenai kerusakan permanen pada sistem penggerak BYD Tang akibat banjir ini masih menjadi tanda tanya besar bagi konsumen otomotif global.