Sedih Banget, Balita Meninggal Gara-gara Ibu Percaya Hoax Grup Anti Vaksin

M. Reza Sulaiman

Jum'at, 07 Februari 2020 | 13:00 WIB
Sedih Banget, Balita Meninggal Gara-gara Ibu Percaya Hoax Grup Anti Vaksin
ilustrasi bayi sakit dan rewel. (shutterstock)

Suara.com - Sedih Banget, Balita Meninggal Gara-gara Ibu Percaya Hoax Grup Anti Vaksin

Seorang ibu harus rela kehilangan anaknya yang berusia 4 tahun karena infeksi flu. Mirisnya, sang anak meninggal karena ibunya tidak memberikan obat medis yang sudah diresepkan dokter.

Ibu yang diketahui berasal dari Colorado, Amerika Serikat, ini rupanya merupakan anggota grup Facebook bernama Stop Mandatory Vaccination. Grup ini merupakan perkumpulan kalangan anti vaksin dengan jumlah anggota 139 ribu orang.

Dilansir NBC News, sang ibu memposting pertanyaan tentang obat flu, sebab ia tidak mengambil obat Tamiflu yang diresepkan dokter untuk anaknya.

Pertanyaan tersebut mendapat banyak respons, namun tidak ada satupun yang menyarankan untuk mengonsumsi obat. Para anggota grup malah menyarankan penggunaan 'obat alami' seperti minyak peppermint, lavender, air susu ibu, hingga buah elderberry.

Padahal, bahan-bahan tersebut hingga saat ini belum terbukti ilmiah bisa menyembuhkan flu yang terjadi karena infeksi virus.

Ketika sang anak tak kunjung membaik, ia pun kembali membawanya ke rumah sakit. Sayangnya, kondisi sang anak sudah terlalu buruk dan dinyatakan meninggal dunia di rumah sakit 4 hari kemudian.

Hal ini pun menjadi perhatian, setelah Colorado Department of Public Health and Environment meminta masyarakat untuk segera mencari pertolongan medis jika terinfeksi influenza. Mereka juga berpesan tidak ada kata terlambat untuk mendapatkan vaksinasi flu.

Ilustrasi vaksin flu. (Sumber: Shutterstock)
Ilustrasi vaksin flu. (Sumber: Shutterstock)

"Meski sudah memasuki musim flu, Anda tetap dianjurkan melakukan vaksinasi. Kami merekomendasikan semua orang berusia 6 bulan ke atas untuk melakukan vaksinasi minimal satu tahun sekali," katanya.

baca juga

Sang ibu menolak berkomentar ketika diminta tanggapan. Laman Facebook Stop Mandatory Vaccination pun sudah menghapus postingan tersebut, meski masih terus mengampanyekan bahaya vaksin di grupnya.

Dalam pernyataannya, Facebook mengaku turut sedih dan berduka cita atas meninggalnya seorang anak akibat misinformasi yang terjadi. Mereka pun akan berupaya lebih giat menyaring konten yang ada agar tidak ada masyarakat yang dirugikan.

"Kami tidak ingin ada misinformasi soal vaksin di Facebook. Itu alasan mengapa kami berupaya keras menghapusnya di platform kami, termasuk dalam grup-grup pribadi," tulis mereka.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

China Ancam Penjarakan Penyebar Berita Hoax Virus Corona

China Ancam Penjarakan Penyebar Berita Hoax Virus Corona

Tekno | Kamis, 06 Februari 2020 | 07:57 WIB

Tangani Berita Hoax Virus Corona, Pemerintah Didesak Lebih Tegas

Tangani Berita Hoax Virus Corona, Pemerintah Didesak Lebih Tegas

Tekno | Kamis, 06 Februari 2020 | 06:32 WIB

Virus Corona dalam Konspirasi: Dari Sup Kelelawar hingga Perawat Misterius

Virus Corona dalam Konspirasi: Dari Sup Kelelawar hingga Perawat Misterius

News | Senin, 03 Februari 2020 | 13:04 WIB

Terkini

AI hingga Microchip, RI-China Buka Jalan Baru Kerja Sama Teknologi

AI hingga Microchip, RI-China Buka Jalan Baru Kerja Sama Teknologi

Tekno | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 23:55 WIB

Kalimantan Belum Selesai, Karhutla Kini Kepung Papua Tengah: Api Makin Meluas

Kalimantan Belum Selesai, Karhutla Kini Kepung Papua Tengah: Api Makin Meluas

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 23:35 WIB

Tampang Maulana Paputungan Ayah Keji Pembunuh Disertai Mutilasi Anak Kandung di Merauke

Tampang Maulana Paputungan Ayah Keji Pembunuh Disertai Mutilasi Anak Kandung di Merauke

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Beli Voucher Game di BRImo Dapat Cashback Saldo 50 Persen

Beli Voucher Game di BRImo Dapat Cashback Saldo 50 Persen

Bri | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 22:28 WIB

Investasi RI Tembus Rp1.010 Triliun, HIPMI Dorong Pengusaha Lokal Ikut Menikmati Dampaknya

Investasi RI Tembus Rp1.010 Triliun, HIPMI Dorong Pengusaha Lokal Ikut Menikmati Dampaknya

Bisnis | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 22:25 WIB

Karhutla Kalimantan Mengganas, Presiden Prabowo Optimistis Bisa Segera Dijinakkan

Karhutla Kalimantan Mengganas, Presiden Prabowo Optimistis Bisa Segera Dijinakkan

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 22:00 WIB

22,69 Juta Pengguna Kripto RI, Tantangan Berikutnya Bikin Mereka Tak Lari ke Platform Asing

22,69 Juta Pengguna Kripto RI, Tantangan Berikutnya Bikin Mereka Tak Lari ke Platform Asing

Bisnis | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 21:45 WIB

Bukan Sekadar Hitung Langkah, Galaxy Watch Ultra2 dan Watch9 Bantu Atur Beban Latihan

Bukan Sekadar Hitung Langkah, Galaxy Watch Ultra2 dan Watch9 Bantu Atur Beban Latihan

Tekno | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 21:20 WIB

Korban FOMO Merapat! Eksotisnya Wajah Sungai Bogowonto Purworejo Saat Surut

Korban FOMO Merapat! Eksotisnya Wajah Sungai Bogowonto Purworejo Saat Surut

Your Say | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 21:14 WIB

Prabowo Tak Main-Main! Bidik 4 Korporasi di Balik Karhutla Kalimantan, Izin Bakal Dicabut

Prabowo Tak Main-Main! Bidik 4 Korporasi di Balik Karhutla Kalimantan, Izin Bakal Dicabut

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 21:05 WIB

×