Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya

Vania Rossa | Suara.com

Rabu, 08 April 2026 | 11:58 WIB
Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya
Ilustrasi Penyakit Ginjal (shutterstock)
  • Hampir separuh kasus kanker ginjal di Indonesia baru terdeteksi pada stadium lanjut akibat minimnya kesadaran pemeriksaan kesehatan rutin.
  • Teknologi diagnostik modern seperti tes genetik DNA dan MCED kini mampu mendeteksi kanker ginjal sebelum muncul gejala fisik.
  • Mount Elizabeth Hospitals menyediakan pengobatan presisi, imunoterapi, dan prosedur invasif minimal guna meningkatkan peluang kesembuhan serta pemulihan pasien.

Suara.com - Banyak orang baru menyadari pentingnya kesehatan ginjal ketika penyakit sudah berada pada tahap serius. Di Indonesia, hampir separuh kasus kanker ginjal bahkan baru terdeteksi saat sudah memasuki stadium lanjut. Kondisi ini membuat pilihan pengobatan menjadi lebih terbatas.

Fakta tersebut tidak hanya menggambarkan tantangan medis, tetapi juga menyoroti kesenjangan antara kemajuan teknologi diagnosis yang semakin canggih dengan rendahnya kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin.

Padahal, penyakit ginjal memiliki spektrum yang sangat luas, mulai dari batu ginjal, penyakit ginjal kronis, gagal ginjal, hingga kanker ginjal. Karena itu, pendekatan penanganannya kini semakin menekankan pentingnya deteksi dini serta perawatan yang lebih terintegrasi.

Dari Gaya Hidup Sehat hingga Teknologi Deteksi Kanker

Tren pengobatan penyakit ginjal saat ini tidak lagi hanya berfokus pada penanganan ketika penyakit sudah muncul. Dunia medis mulai bergeser menuju pendekatan preventif, yaitu mencegah dan mendeteksi penyakit sejak tahap awal.

Salah satu kemajuan penting adalah penggunaan teknologi diagnostik modern seperti tes genetik berbasis DNA hingga Multi-Cancer Early Detection (MCED). Teknologi ini memungkinkan dokter mendeteksi sinyal kanker dalam darah bahkan sebelum gejala fisik muncul.

Dengan deteksi yang lebih cepat, intervensi medis dapat dilakukan lebih awal sehingga peluang kesembuhan menjadi jauh lebih besar.

"Apabila terdeteksi sejak dini, kanker ginjal sangat bisa diobati dan memiliki tingkat kesembuhan yang tinggi. Hal ini memperlihatkan betapa pentingnya pemeriksaan berkala dan pencitraan medis (imaging) yang tepat saat gejala atau faktor risiko muncul," ujar Dr. Tanujaa Rajasekaran, Dokter Spesialis Onkologi Medis di Mount Elizabeth Novena Hospital, dalam keterangannya kepada Suara.com.

Ia menambahkan bahwa perkembangan teknologi diagnostik kini membuka peluang untuk pengobatan yang lebih presisi.

"Melalui skrining genetik dan tes DNA seperti MCED, kita tidak hanya dapat mendeteksi risiko kanker jauh lebih awal, tetapi juga merancang program pengobatan presisi yang secara spesifik menargetkan mutasi sel tumor pada masing-masing pasien," jelasnya lagi.

Meski diagnosis kanker ginjal sering menimbulkan kekhawatiran, perkembangan metode terapi saat ini memberikan harapan baru bagi pasien.

"Meskipun diagnosis kanker ginjal bisa terasa menakutkan, hasil pengobatannya saat ini jauh lebih baik. Banyak kasus kanker stadium awal dapat disembuhkan dan dapat dikendalikan secara efektif dengan terapi inovatif seperti imunoterapi. Bahkan untuk kasus kanker ginjal yang sudah menyebar (metastasis), metode pengobatannya telah berkembang sangat pesat — di mana Imunoterapi modern dan terapi target telah memperluas opsi perawatan kami, dan pada kasus pasien tertentu, pengobatan ini memberikan peluang remisi jangka panjang hingga kesembuhan total," tambah Dr. Tanujaa.

Pengobatan Tidak Lagi Satu Metode untuk Semua

Selain deteksi dini, pendekatan pengobatan penyakit ginjal juga mengalami perubahan besar. Jika dulu metode terapi cenderung sama untuk semua pasien, kini perawatan semakin dipersonalisasi sesuai kondisi medis masing-masing individu.

Pada kasus kanker ginjal misalnya, terapi kini bisa disesuaikan berdasarkan profil genetik tumor pasien. Pendekatan ini membuat pengobatan menjadi lebih efektif sekaligus meminimalkan risiko efek samping.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal

Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal

Health | Sabtu, 14 Maret 2026 | 14:38 WIB

Siapa dr. Zoji? Inilah Sosok yang Sempat Merawat Vidi Aldiano Sebelum Meninggal Dunia

Siapa dr. Zoji? Inilah Sosok yang Sempat Merawat Vidi Aldiano Sebelum Meninggal Dunia

Lifestyle | Senin, 09 Maret 2026 | 13:52 WIB

Awal Mula Vidi Aldiano Didiagnosis Kidney Kanker hingga Harus Operasi Angkat Ginjal

Awal Mula Vidi Aldiano Didiagnosis Kidney Kanker hingga Harus Operasi Angkat Ginjal

Entertainment | Senin, 09 Maret 2026 | 07:43 WIB

Terkini

Gaya Hidup Modern Picu Asam Urat, Ini Solusi Alami yang Mulai Direkomendasikan

Gaya Hidup Modern Picu Asam Urat, Ini Solusi Alami yang Mulai Direkomendasikan

Health | Selasa, 07 April 2026 | 11:00 WIB

Memahami Autisme dari Dekat: Kenapa Dukungan Lingkungan Itu Penting untuk Anak ASD

Memahami Autisme dari Dekat: Kenapa Dukungan Lingkungan Itu Penting untuk Anak ASD

Health | Senin, 06 April 2026 | 17:43 WIB

17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi

17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi

Health | Minggu, 05 April 2026 | 09:54 WIB

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Health | Rabu, 01 April 2026 | 10:55 WIB