Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Vania Rossa

Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB
Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran
Ilustrasi Efek 'Balas Dendam' Makan Enak. (dok. ist)
baca 10 detik
  • Data klaim Allianz Indonesia pasca-Lebaran 2025 menunjukkan lonjakan kasus kesehatan akibat pola makan tidak terkontrol setelah puasa.
  • Hipertensi menempati posisi kasus tertinggi, disusul oleh gangguan pencernaan seperti sembelit serta peradangan lambung atau penyakit gastritis.
  • Ahli menyarankan langkah detoksifikasi seperti mengonsumsi serat dan hidrasi cukup guna memulihkan metabolisme serta mencegah komplikasi penyakit.

Suara.com - Momen Lebaran memang waktu yang paling sulit untuk menahan diri. Wangi opor ayam, gurihnya rendang, hingga manisnya kue kering seolah memanggil untuk dicicipi semua. Namun, di balik euforia makan enak setelah satu bulan puasa, tubuh kita sebenarnya sedang melakukan protes keras.

Perubahan pola makan yang drastis—dari yang tadinya sangat terkontrol menjadi serba lemak, gula, dan garam—bisa menjadi bumerang bagi kesehatan. Bukan sekadar mitos, data asuransi membuktikan bahwa rumah sakit biasanya mulai 'panen' pasien sesaat setelah hari kemenangan berlalu.

Hipertensi Puncaki Daftar Keluhan

Berdasarkan data klaim kesehatan Allianz Indonesia pada periode pasca-Lebaran 2025 (hingga tiga bulan setelahnya), terungkap pola kesehatan masyarakat yang cukup mengkhawatirkan. Berikut adalah tiga juara klaim penyakit yang paling sering muncul:

  1. Hipertensi (Tekanan Darah Tinggi): Mencatat angka tertinggi dengan 718 kasus. Ini dipicu oleh serbuan makanan tinggi garam dan santan kental yang hampir selalu ada di meja makan saat Lebaran.
  2. Sembelit: Berada di posisi kedua dengan 284 kasus. Kurangnya asupan serat dan air putih saat asyik bertamu menjadi penyebab utama gangguan pencernaan ini.
  3. Gastritis (Maag): Mengantongi 141 kasus. Pola makan yang mendadak tidak teratur dan konsumsi makanan pedas atau berlemak secara beruntun membuat lambung "kaget" dan meradang.

Selain tiga besar tersebut, klaim untuk kolesterol tinggi, diare, asam urat, hingga lonjakan gula darah juga tetap mengintai meskipun dengan proporsi yang lebih rendah.

“Pola klaim tersebut mencerminkan bagaimana tubuh merespons perubahan pola konsumsi setelah Ramadan,” ungkap dr. Argie, Head of Claim Cashless Allianz Life Indonesia.

Ia mengingatkan bahwa kondisi ini bukan hanya merusak kualitas hidup, tapi juga bisa menjebol kantong karena biaya pengobatan yang tak terduga.

Kenapa Tubuh Tumbang Setelah Lebaran?

Transisi dari puasa ke makan normal seringkali dilakukan tanpa jeda adaptasi. Konsumsi makanan tinggi lemak (seperti rendang dan opor) serta minuman manis yang berlebihan mengganggu keseimbangan metabolisme.

baca juga

Hiperglikemia (gula darah tinggi) dan kolesterol jahat biasanya naik diam-diam. Jika tidak diantisipasi, kondisi ini bisa menjadi "bom waktu" bagi kesehatan finansial maupun fisik di masa depan.

7 Langkah Detoks Agar Tubuh Kembali Bugar

Jangan biarkan sisa hidangan Lebaran merusak kesehatanmu lebih lama. Berikut panduan praktis dari para ahli untuk membantu tubuh beradaptasi kembali:

  1. Atur Ulang Jadwal Makan: Kembalikan jam makan yang teratur agar lambung tidak bingung.
  2. Stop Balas Dendam: Kurangi makanan sisa Lebaran yang tinggi gula, garam, dan lemak jenuh.
  3. Serbu Sayur dan Buah: Tingkatkan asupan serat minimal 5 porsi sehari untuk melancarkan pencernaan.
  4. Hidrasi Maksimal: Minum air putih minimal 2 liter per hari untuk membuang racun (detoks) dalam tubuh.
  5. Gerak Ringan: Mulai rutin jalan kaki atau olahraga ringan selama 15-30 menit untuk membakar kalori ekstra.
  6. Batasi Kopi dan Soda: Hindari minuman pemicu asam lambung agar maag tidak kambuh.
  7. Medical Check-Up: Segera periksa ke dokter jika gejala pusing atau nyeri perut tidak kunjung hilang, terutama jika kamu punya riwayat penyakit kronis.

“Momentum setelah Lebaran seharusnya menjadi titik awal untuk kembali membangun kebiasaan hidup sehat,” pungkas dr. Argie.

Dengan pola hidup yang lebih seimbang, kita bisa menikmati hasil kemenangan Ramadan tanpa harus terbebani biaya rumah sakit yang mahal.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB

Apa yang Harus Dilakukan jika Terkena Campak? Ini 8 Langkah Penting agar Tidak Menular

Apa yang Harus Dilakukan jika Terkena Campak? Ini 8 Langkah Penting agar Tidak Menular

Lifestyle | Sabtu, 28 Maret 2026 | 13:05 WIB

Terkini

Garuda Terbang Tinggi, Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Garuda Terbang Tinggi, Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Foto | Selasa, 06 Oktober 2026 | 06:00 WIB

Usai Temuan Kamar Mewah, Ombudsman Garap Dugaan Pungli Rp150 Ribu per Minggu di Lapas Cibinong

Usai Temuan Kamar Mewah, Ombudsman Garap Dugaan Pungli Rp150 Ribu per Minggu di Lapas Cibinong

Bogor | Selasa, 06 Oktober 2026 | 01:15 WIB

Indra Kenz Terbukti Pasang Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong

Indra Kenz Terbukti Pasang Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong

Jabar | Selasa, 06 Oktober 2026 | 01:05 WIB

Drama Penalti Pulangkan Thailand, Alun-Alun Bogor Meledak Sambut Indonesia Juara

Drama Penalti Pulangkan Thailand, Alun-Alun Bogor Meledak Sambut Indonesia Juara

Bogor | Selasa, 06 Oktober 2026 | 00:56 WIB

Momen Prabowo Diberi Tahu Indonesia Juara, Langsung Joget Kepalkan Tinju di SUGBK

Momen Prabowo Diberi Tahu Indonesia Juara, Langsung Joget Kepalkan Tinju di SUGBK

Bola | Senin, 05 Oktober 2026 | 23:21 WIB

Drama Kartu Merah, Emil Audero Bawa Timnas Juara FIFA ASEAN Cup di Momen Krusial

Drama Kartu Merah, Emil Audero Bawa Timnas Juara FIFA ASEAN Cup di Momen Krusial

Bola | Senin, 05 Oktober 2026 | 23:15 WIB

Timnas Indonesia Juara, Asnawi Mangkualam Bakal Angkat Dagu di Thailand

Timnas Indonesia Juara, Asnawi Mangkualam Bakal Angkat Dagu di Thailand

Bola | Senin, 05 Oktober 2026 | 23:09 WIB

Kabut Asap Palembang Makin Pekat Senin Malam, 5 Wilayah Masuk Zona Berbahaya

Kabut Asap Palembang Makin Pekat Senin Malam, 5 Wilayah Masuk Zona Berbahaya

Sumsel | Senin, 05 Oktober 2026 | 23:02 WIB

Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Bola | Senin, 05 Oktober 2026 | 22:57 WIB

Survei LKPI: Gerindra 17,3 Persen, PSI Sentuh 4,3 Persen

Survei LKPI: Gerindra 17,3 Persen, PSI Sentuh 4,3 Persen

Jabar | Senin, 05 Oktober 2026 | 22:42 WIB

×