Keren, Indonesia Teliti Obat Herbal untuk Jadi Vaksin Virus Corona Covid-19

M. Reza Sulaiman | Stephanus Aranditio
Keren, Indonesia Teliti Obat Herbal untuk Jadi Vaksin Virus Corona Covid-19
WHO resmi memberikan nama covid-19 untuk virus Corona baru dari Wuhan. (Shutterstock)

Pengembangan obat herbal di Indonesia bisa jadi cikal bakal vaksin virus Corona Covid-19. Benarkah?

Suara.com - Keren, Indonesia Teliti Obat Herbal untuk Jadi Vaksin Virus Corona Covid-19

Sejumlah negara seperti Singapura dan Inggris tengah mengembangkan vaksin virus Corona COVID-19 yang sedang mewabah saat ini. Tak ingin ketinggalan, ilmuwan Indonesia pun mengaku turut meneliti pengembangan vaksin tersebut.

Lembaga Biologi Molekuler Eijkman di Jakarta mengaku tengah berencana mencari vaksin yang tepat untuk mengatasi virus COVID-19.

Namun peneliti senior LBM Eijkman Prof David H Muljono, dr, SpPD, FINASIM, PhD mengungkapkan nantinya vaksin tersebut melalui pengembangan obat herbal asli indonesia yang nantinya bisa meningkatkan imunitas tubuh manusia.

"Uji coba pengembangan obat herbal asli indonesia terkait peningkatan imunitas tubuh seperti curcumin dan lain-lain yang bisa pencegahan virus termasuk coronavirus," kata Prof David dalam seminar 'Menyikapi Virus Corona 2019-N-CoV' di Lembaga Eijkman, Senen, Jakarta Pusat, Selasa (12/2/2020).

Meski begitu, dia belum bisa menjelaskan lebih jauh karena rencana ini baru memasuki tahapan awal.

"Rencana pengembangan vaksin telah dilakukan pembahasan awal dengan PT Biofarma untuk mengembangkan vaksin Covid-19," ucapnya.

"Kemitraan antara pengambil kebijakan dan lembaga penelitian untuk bekerja sama memanfaatkan kapasitas lembaha penelitian, mendapatkan dan menggunakan alat atau sistem deteksi virus ini," tutupnya.

Sebelumnya, Kepala LBM Eijkman Amin Soebandrio mengatakan bahwa laboratorium-laboratorium medis di Indonesia kini sudah mempunyai alat untuk dengan cepat mendiagnosis orang yang terjangkit virus Corona dari Wuhan, nama alatnya Reagen.

Reagen adalah bahan yang digunakan dalam reaksi kimia untuk menganalisis dan mendeteksi adanya virus dalam darah.

Diskusi Penanganan Virus Corona Covid-19 di Lembaga Eijkman, Rabu (12/2/2020). (Suara.com/Stephanus Aranditio)
Diskusi Penanganan Virus Corona Covid-19 di Lembaga Eijkman, Rabu (12/2/2020). (Suara.com/Stephanus Aranditio)

"Alat sudah cukup, reagennya sudah ada, jadi pemberitaan di luar itu tidak benar," kata Amin saat ditemui di Kantor Staf Presiden (KSP) Jakarta, Kamis (6/1/2020).

Menurut Amin, ada dua alat yang dipakai untuk mendeteksi virus Corona, yaitu Polymerase Chain Reaction atau PCR dan sequencing. PCR digunakan untuk melihat apakah keluarga dari virus corona terdapat di dalam tubuh pasien sedangkan sequencing untuk memastikan apakah itu virus merupakan corona atau bukan.

"Yang punya alatnya juga cukup banyak, bukan hanya lab perguruan tinggi tapi juga pihak swasta. Tapi swasta kan tidak rutin pemeriksaan untuk virus Corona. Yang saya tahu saat ini yang memeriksa adalah litbangkes (Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan) Kementerian Kesehatan dan kedua di Lembaga Eijkman," tambah Amin,

Menurut Amin, lembaga Eijkman sudah berpengalaman dalam mendeteksi virus jenis lain yang sebelumnya sudah diisolasi. Deteksi virus corona tersebutdapat dilakukan selama beberapa jam saja.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS