Kasus DBD Naik, Benarkah Nyamuk Aedes Aegepty Sudah Tak Mempan Fogging?

M. Reza Sulaiman

Senin, 17 Februari 2020 | 18:14 WIB
Kasus DBD Naik, Benarkah Nyamuk Aedes Aegepty Sudah Tak Mempan Fogging?
Petugas melakukan pengasapan (fogging) untuk memutus siklus hidup nyamuk aedes aegypti di kawasan Tebet, Jakarta, Jumat (5/4). [Suara.com/Muhaimin A Untung]

Suara.com - Kasus DBD Naik, Benarkah Nyamuk Aedes Aegepty Sudah Tak Mempan Fogging?

Di tengah wabah virus Corona Covid-19 yang mengancam dunia, Indonesia sedang menghadapi penyakit menular endemis yang mengalami peningkatan kasus, yakni demam berdarah dengue (DBD).

Selama ini, fogging digunakan sebagai cara untuk mencegah pertumbuhan nyamuk Aedes Aegepty, terutama di daerah perumahan dan sekolah. Namun pakar mengatakan, ada kecenderungan fogging tak lagi seefektif dulu untuk mematikan nyamuk dan jentik nyamuk. Benarkah?

Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, dr Dewi Irawaty mengatakan, upaya preventif harus dilakukan semua pihak untuk mencegah kasus DBD, terutama masyarakat. Upaya pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dengan gerakan 3M plus, menguras, menutup dan mengubur barang bekas terutama yang berbentuk cekung ditambah dengan abatisasi, memelihara ikan kecil agar bisa memakan jentik nyamuk, dan pemeriksaan jentik secara berkala harus dilakukan.

Namun ia mengakui jika hal yang masih mengganggu saat ini adalah persepsi masyarakat yang selalu mengharapkan fogging ketika ada penderita demam berdarah di wilayah mereka. Padahal fogging adalah pilihan terakhir karena memiliki dampak buruk bagi lingkungan. Selama ini masyarakat masih banyak menganggap fogging cara ampuh memberantas nyamuk.

"Padahal enggak. Itu cuma tiga hari, itu seperti menyemprotkan obat nyamuk," terang Dewi kantornya, Senin (17/2/2020).

Dampak lain yang ditimbulkan, nyamuk aedes aegepty menjadi lebih tahan ketika dilakukan fogging. Sebelumnya Dinas Kesehatan menggunakan obat malation untuk fogginng namun ternyata sudah kebal.

Kemudian menggantinya lagi dengan obat supermetrik dan kini sudah ada nyamuk yang mulai kebal lagi. Sehingga saat ini pihaknya sudah memakai obat Alfasupermetri yang dosisnya paling tinggi.

Pihaknya mencatat setelah sempat menyentuh angka 1.154 penderita di tahun 2016, 228 penderita di tahun 2017, 124 kasus di tahun 2018 dan akhirnya naik di tahun 2019 karena mencapai 576 kasus demam berdarah.

baca juga

Angka 576 kasus demam berdarah di wilayah ini tergolong sudah tinggi. Dan tahun 2020 ini pihaknya memperkirakan jumlah penderita DBD akan mengalami naik namun berapa prosen kenaikannya, Dewi mengaku sulit untuk memprediksinya.

Petugas melakukan pengasapan (fogging) untuk memutus siklus hidup nyamuk aedes aegypti di kawasan Tebet, Jakarta, Jumat (5/4). [Suara.com/Muhaimin A Untung]
Petugas melakukan pengasapan (fogging) untuk memutus siklus hidup nyamuk aedes aegypti di kawasan Tebet, Jakarta, Jumat (5/4). [Suara.com/Muhaimin A Untung]

"Kita prediksi naik tetapi harapannya tidak melambung," tutur Dewi.

Tanda-tanda adanya kenaikan penderita demam berdarah tersebut sudah terlihat mulai awal tahun. Di mana bulan Januari kemarin Dinas Kesehatan mencatat jumlah penderita penyakit Demam Berdarah di Gunungkidul mencapai 139 kasus dan di bulan Februari ada 33 orang. Tahun lalu, jumlah fatalitas sebenarnya hanya 1 orang dan tahun ini juga 1 orang.

Oleh karenanya, pihaknya mewaspadai siklus 4 tahun Demam Berdarah. Di mana akan ada kenaikan penderita di tahun keempat. Meskipun sejatinya siklus 4 tahun ataupun 5 tahun Demam Berdarah ini sudah tidak berlaku lagi karena sulit untuk diprediksi. Terlebih kondisi alam sekarang ini sudah tidak menentu lagi sehingga sulit diprediksi.

"Biar bagaimanapun kita tetap berupaya menahan laju peningkatan jumlah penderita DBD tahun ini," tutupnya.

Kontributor : Julianto

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dibanding Virus Corona Covid-19, DBD Dianggap Lebih Mengancam Singapura

Dibanding Virus Corona Covid-19, DBD Dianggap Lebih Mengancam Singapura

Health | Senin, 17 Februari 2020 | 17:39 WIB

CEK FAKTA: Tidak Ada Serbuan Gagak dan Nyamuk Raksasa di Wuhan

CEK FAKTA: Tidak Ada Serbuan Gagak dan Nyamuk Raksasa di Wuhan

Tekno | Jum'at, 14 Februari 2020 | 18:44 WIB

Cegah DBD di Musim Hujan, Jangan Lupa Bersihkan Sekolah dan Rumah Ya!

Cegah DBD di Musim Hujan, Jangan Lupa Bersihkan Sekolah dan Rumah Ya!

Health | Kamis, 13 Februari 2020 | 18:05 WIB

Terkini

Perbedaan Ovale Micellar Water Biru vs Pink, Mana yang Cocok untuk Kulit Kusam?

Perbedaan Ovale Micellar Water Biru vs Pink, Mana yang Cocok untuk Kulit Kusam?

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:00 WIB

Garut Siapkan Pelatihan 500 Calon Pekerja Migran, Target Berangkat Februari 2027

Garut Siapkan Pelatihan 500 Calon Pekerja Migran, Target Berangkat Februari 2027

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:00 WIB

Di Balik Tren Stop the Wedding: Bukan Takut Nikah, Tapi Makin Sadar Risiko

Di Balik Tren Stop the Wedding: Bukan Takut Nikah, Tapi Makin Sadar Risiko

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:00 WIB

Jelang Musim Tanam, Produksi Petrokimia Capai 6,59 Juta Ton hingga September

Jelang Musim Tanam, Produksi Petrokimia Capai 6,59 Juta Ton hingga September

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:55 WIB

SPYAIR Resmi Rilis Album BEST OF ANIME: 16 Years of SPYAIR Anime

SPYAIR Resmi Rilis Album BEST OF ANIME: 16 Years of SPYAIR Anime

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:54 WIB

Percikan Korsleting Mobil Hanguskan 5 Rumah di Lampung Barat, Kerugian Miliaran

Percikan Korsleting Mobil Hanguskan 5 Rumah di Lampung Barat, Kerugian Miliaran

Lampung | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:53 WIB

Anwar Abbas Jadi Saksi Meringankan Yaqut: Beliau Punya Tanggung Jawab Besar

Anwar Abbas Jadi Saksi Meringankan Yaqut: Beliau Punya Tanggung Jawab Besar

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:51 WIB

SPF di Cushion Purbasari Berapa? Cek Tingkat Perlindungannya

SPF di Cushion Purbasari Berapa? Cek Tingkat Perlindungannya

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:50 WIB

Investor Muda Belajar Trading dari Medsos, OJK Mulai Perketat Influencer Keuangan

Investor Muda Belajar Trading dari Medsos, OJK Mulai Perketat Influencer Keuangan

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:46 WIB

Timnas Indonesia U-15 Mengamuk di Piala Dunia U-15 2026, Panama Tak Berdaya

Timnas Indonesia U-15 Mengamuk di Piala Dunia U-15 2026, Panama Tak Berdaya

Bola | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:38 WIB

×