Bayi Tabung 45 Persen Lebih Mungkin Meninggal sebelum Ulang Tahun Pertama

Yasinta Rahmawati

Rabu, 19 Februari 2020 | 17:44 WIB
Bayi Tabung 45 Persen Lebih Mungkin Meninggal sebelum Ulang Tahun Pertama
Ilustrasi Bayi Prematur. (Shutterstock)

Suara.com - Sebuah studi yang dilakukan terhadap hampir tiga juta anak telah menemukan bahwa 45 persen bayi IVF atau bayi tabung mungkin meninggal sebelum ulang tahun pertama mereka.

Seperti dilansir dari Daily Mail, para peneliti di Swedia membandingkan hasil bayi yang dia dikandung secara alami dan melalui teknik reproduksi yang dibantu.

Bayi dari embrio beku memiliki risiko kematian lebih dari dua kali lipat lebih tinggi daripada bayi yang dikandung secara alami dalam beberapa minggu pertama kehidupan.

Dalam studi saat ini, para peneliti di Karolinska Institutet di Swedia menganalisis data 2,8 juta anak yang lahir di Swedia selama 30 tahun. Sekitar 43.500 di antaranya adalah hasil dari reproduksi yang dibant.

Secara total, 7.236 anak meninggal sebelum usia satu tahun, di antaranya hanya 114 yang dikandung dengan teknik reproduksi yang dibantu.

Setelah disesuaikan dengan faktor pembaur seperti usia ibu dan infertilitas sebelumnya, para peneliti menemukan bahwa anak-anak yang dikandung melalui IVF memiliki risiko kematian 45 persen lebih tinggi sebelum ulang tahun pertama mereka daripada anak-anak yang dikandung secara alami.

Ilustrasi bayi
Ilustrasi bayi

Tingkat risiko bervariasi tergantung pada penggunaan jenis teknik reproduksi yang dibantu dan berapa hari telah berlalu sejak lahir.

Selama minggu pertama kehidupan, anak-anak yang dikandung setelah pemindahan embrio beku memiliki risiko kematian lebih dari dua kali lipat.

Namun, ini didasarkan hanya pada sampel kecil anak-anak yang dikandung embrio beku. Setelah satu minggu, risikonya turun ke tingkat yang sama dengan anak yang dikandung secara alami.

baca juga

"Hasil kami menunjukkan bahwa jenis teknik reproduksi berbantuan yang digunakan dapat membuat perbedaan, dan oleh karena itu penting untuk menyelidiki lebih lanjut apa penyebab atau mekanisme yang mendasari di balik risiko," kata penulis utama senior Profesor Anastasia Nyman Iliadou.

"Mereka juga menunjukkan perlunya perhatian ekstra dan perawatan anak yang dikandung dengan IVF, terutama selama minggu pertama kehidupan," tambahnya.

Menurut para peneliti, satu penjelasan mungkin adalah bahwa lebih banyak bayi tabung dilahirkan secara prematur daripada yang dikandung secara alami, yang dengan sendirinya dapat memiliki konsekuensi negatif.

Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa kehamilan IVF disertai dengan peningkatan risiko berat lahir rendah dan cacat lahir, serta prematuritas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

8 Jam Tunggu Antibiotik, Bayi 3 Bulan Meninggal Dunia karena Sepsis

8 Jam Tunggu Antibiotik, Bayi 3 Bulan Meninggal Dunia karena Sepsis

Health | Rabu, 12 Februari 2020 | 15:46 WIB

Baru Hari Pertama Dititipkan ke Pengasuh, Bayi Umur Setahun Meninggal Dunia

Baru Hari Pertama Dititipkan ke Pengasuh, Bayi Umur Setahun Meninggal Dunia

Health | Kamis, 06 Februari 2020 | 14:44 WIB

Bayi Meninggal Dunia Karena Batuk Rejan, Waspadai Penyebarannya!

Bayi Meninggal Dunia Karena Batuk Rejan, Waspadai Penyebarannya!

Health | Minggu, 12 Januari 2020 | 10:27 WIB

Terkini

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:42 WIB

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Bola | Senin, 02 November 2026 | 23:25 WIB

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:05 WIB

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 23:02 WIB

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Jabar | Senin, 02 November 2026 | 22:57 WIB

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 22:52 WIB

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

Bogor | Senin, 02 November 2026 | 22:49 WIB

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Banten | Senin, 02 November 2026 | 22:39 WIB

×