8 Jam Tunggu Antibiotik, Bayi 3 Bulan Meninggal Dunia karena Sepsis

Yasinta Rahmawati, Shevinna Putti Anggraeni

Rabu, 12 Februari 2020 | 15:46 WIB
8 Jam Tunggu Antibiotik, Bayi 3 Bulan Meninggal Dunia karena Sepsis
Ilustrasi bayi sakit (Pexels)

Suara.com - Seorang ibu asal Inggris merasa patah hati atas kematian bayinya karena terlalu lama menunggu antibiotik untuk mengatasi sepsis.

Lewys Crawford, bayi usia 3 bulan dari Inggris ini meninggal dunia karena septikemia meningokokus di Rumah Sakit Universitas Wales di Cardiff.

Hasil pemeriksaan di Pontypridd Coroner's Court, Lewys diduga meninggal dunia karena menderita sepsis yang mematikan.

Namun, dokter mengabaikan gejalanya dan menyebut Lewys hanya terkena virus. Bahkan dokter baru mendiagnosis penyakit Lewys setelah 8 jam tiba di rumah sakit.

Kirsty Link, ibu Lewys mengatakan anaknya sempat tertawa bahagia dan tidur sebelum jatuh sakit. Saat anaknya tidur, Kirsty mendengar napas anaknya berat dan suhu tubuhnya meningkat.

Kirsty pun segera membawa Lewys ke departemen A&E anak sekitar pukul 20.15 malam waktu setempat. Lalu, Lewys dipindahkan ke Rumah Sakit Anak Noah's Ark setelah 3 jam.

Ilustrasi bayi sakit (Pexels)
Ilustrasi bayi sakit (Pexels)

"Tubuh Lewys mendadak bengkak dan berubah warna ungu. Saya terus menanyakan kondisinya kepada dokter tentang penyakit anak saya, tetapi mereka tidak mendiagnosis apapun," kata Kirsty dikutip oleh The Sun.

Sampai akhirnya, dokter mendiagnosis Lewys menderita meningitis setelah sehari menjalani perawatan di rumah sakit.

Saat itu keluarga sangat mengkhawatirkan kondisi Lewys yang terancam meninggal. Apalagi Lewys harus menunggu 8 jam untuk mendapatkan antibiotik.

baca juga

"Saya sangat khawatir dengan lamanya waktu yang dibutuhkan dokter untuk mendiagnosis dan memberinya antibiotik," ujarnya.

Rebecca Murphy, seorang perawat pediatrik yang bertugas kala itu pun mengaku sangat sibuk di unit gawat darurat pediatrik. Ia mangaku saat itu ada 16 pasien yang sedang menunggu pemeriksaan dokter di UGD.

Rebecca Murphy sempat mengamati tubuh Lewys pucat dan berbintik-bintik dengan suhu tubuh 39,6 derajat celcius. Karena itu, Lewys sempat akan dipindakan lagi ke Rumah Sakit Anak Bahtera Nuh.

Ilustrasi Bayi sakit. (Shutterstock)
Ilustrasi Bayi sakit. (Shutterstock)

Tetapi, Rebecca merasa khawatir dengan kondisi Lewys dan meminta dokter segera menemuinya. Lalu, Murphy diberi tahu kalau dokter harus menunda pemeriksaan setengah jam.

Sementara itu, Murphy juga curiga Lewys mungkin mengalami kontraksi sepsis setelah meninjau pedoman sepsis.

"Saya merasa Lewys membutuhkan antibiotik segera dan tidak aman jika harus dipindahkan ke bangsal lain," kata Murphy.

Perlu diketahui, sepsis juga dikenal sebagai keracunan darah yang merupakan reaksi berlebihan sistem kekebalan terhadap infeksi dan cedera.

Biasanya sistem kekebalan tubuh akan melawan infeksi, tetapi kondisi ini bisa menyerang organ dan jaringan tubuh sendiri.

Jika tak segera diobati, sepsis bisa menyebabkan kegagalan organ dan kematian. Padahal diagnosis dini lebih mudah untuk diobati dengan antibiotik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Awalnya Hanya Batuk, Wanita Ini Kehilangan Kaki dan Tangannya karena Sepsis

Awalnya Hanya Batuk, Wanita Ini Kehilangan Kaki dan Tangannya karena Sepsis

Health | Sabtu, 14 September 2019 | 21:15 WIB

Gara-gara Luka di Gusi, Pria Ini Alami Sepsis, Ketahui Gejala Penyakit Ini!

Gara-gara Luka di Gusi, Pria Ini Alami Sepsis, Ketahui Gejala Penyakit Ini!

Health | Kamis, 23 Mei 2019 | 17:20 WIB

Mulanya Hanya Luka Kecil di Tangan, Pria Ini Ternyata Alami Sepsis

Mulanya Hanya Luka Kecil di Tangan, Pria Ini Ternyata Alami Sepsis

Health | Selasa, 12 Februari 2019 | 15:40 WIB

Terkini

Ratusan Rider Cilik Adu Cepat di JMTB Pushbike Competition 2026: Semua Bawa Pulang Trofi!

Ratusan Rider Cilik Adu Cepat di JMTB Pushbike Competition 2026: Semua Bawa Pulang Trofi!

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 08:37 WIB

Ulasan Novel Pulau Pendidaktis: Selukis Pendidikan Indonesia

Ulasan Novel Pulau Pendidaktis: Selukis Pendidikan Indonesia

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 08:30 WIB

4 Zodiak Diprediksi Paling Beruntung Sepanjang November 2026, Hoki Terus!

4 Zodiak Diprediksi Paling Beruntung Sepanjang November 2026, Hoki Terus!

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 08:10 WIB

Udara Jakarta Masuk Kategori Tak Sehat Pagi Ini, Terburuk Keempat di Indonesia

Udara Jakarta Masuk Kategori Tak Sehat Pagi Ini, Terburuk Keempat di Indonesia

News | Minggu, 01 November 2026 | 08:04 WIB

Pajak Bukan Uang Cuma-cuma: Rakyat Berhak Menuntut Pertanggungjawaban

Pajak Bukan Uang Cuma-cuma: Rakyat Berhak Menuntut Pertanggungjawaban

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 08:00 WIB

Cara Membersihkan Mesin Cuci 1 Tabung Tanpa Dibongkar, Praktis dan Mudah

Cara Membersihkan Mesin Cuci 1 Tabung Tanpa Dibongkar, Praktis dan Mudah

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 07:58 WIB

Pemerintah Kucurkan Rp1,235 Triliun, Pemprov Riau Kebagian Rp30 M untuk Karhutla

Pemerintah Kucurkan Rp1,235 Triliun, Pemprov Riau Kebagian Rp30 M untuk Karhutla

Riau | Minggu, 01 November 2026 | 07:43 WIB

Dengar Taklimat Prabowo di Hambalang, Kadin Ungkap Investasi Dalam Negeri Hampir Rp2.000 Triliun

Dengar Taklimat Prabowo di Hambalang, Kadin Ungkap Investasi Dalam Negeri Hampir Rp2.000 Triliun

News | Minggu, 01 November 2026 | 07:37 WIB

Review The Longest Wait: Skuad Lokal dan Diaspora dalam Satu Impian Bersama

Review The Longest Wait: Skuad Lokal dan Diaspora dalam Satu Impian Bersama

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 07:30 WIB

Kapolda Kepri Ancam Sanksi Berat 4 Polisi Terlibat Penyalahgunaan Narkoba

Kapolda Kepri Ancam Sanksi Berat 4 Polisi Terlibat Penyalahgunaan Narkoba

Batam | Minggu, 01 November 2026 | 07:07 WIB

×