Cegah dari Kejahatan Hingga Pelecehan, Ini Tips Memilih Psikolog

Silfa Humairah Utami

Jum'at, 21 Februari 2020 | 16:00 WIB
Cegah dari Kejahatan Hingga Pelecehan, Ini Tips Memilih Psikolog
Ilustrasi menemui psikolog. (Shutterstock)

Suara.com - Cegah dari Kejahatan Hingga Pelecehan, Ini Tips Memilih Psikolog 

Saat rapuh dan tertekan karena banyak masalah, Anda sering kali mencari solusi agar tidak overthinking dan depresi dari bantuan psikolog. Namun ramai perbincangan soal kasus psikolog palsu yang dikabarkan melecehkan kliennya, tentu mencoreng dunia psikolog.

Untuk menghindari hal tersebut, ada beberapa tips untuk memilih psikolog yang benar dan cara menghindari kejahatan yang muncul dari sesi terapi antara klien dan psikolog.

Indah Sundari Jayanti M.Psi.,Psikolog, seorang psikolog dan salah satu pendiri Aditi Psychological Center memberikan tips memilih dan memastikan kredibilitas psikolog. Menurutnya, sebelum memilih psikolog, pahami dulu bantuan apa kejiwaan apa yang Anda butuhkan.

Setiap orang memiliki banyak alasan berbeda untuk berkonsultasi dengan profesional kesehatan mental. Para peneliti di National Aliance of Mental Illnes menuliskan dalam risetnya bahwa untuk menangani kesehatan jiwa setidaknya ada dua profesional yang terpisah, satu berfokus pada pengobatan (sisi biologis) dan yang lain berfokus pada terapi emosi atau perilaku (sisi pikiran).

Psikolog dan psikiater sama-sama dapat mengobati gangguan mental dengan terapi. Keduanya mengerti cara kerja otak, emosi, perasaan, dan pikiran.

Bedanya, psikolog bukanlah dokter medis. Psikolog adalah tenaga ahli bidang kesehatan mental. Sementara itu, psikiater adalah dokter medis lulusan sarjana kedokteran yang mengambil spesialisasi tentang diagnosis dan pengobatan penyakit mental.

Psikolog mendiagnosis masalah yang dialami pasien lewat kepribadian, tingkah pola, perilaku, dan kebiasaan, cara berbicara, dan lewat cerita yang Anda curahkan. Sementara psikiater mendiagnosis pasien lewat ilmu kedokteran fisik, termasuk tentang kerja otak dan saraf manusia.

Jika Anda bimbang memilih psikiater atau psikolog maka cobalah untuk berkonsultasi dan meminta saran terlebih dahulu dari dokter.

baca juga

Jika sudah memastikan kebutuhan Anda untuk ke psikolog maka perhatikan beberapa tips ini untuk memilih psikolog yang berkompeten dan terhindar dari psikolog palsu dilansir Hello Sehat.

1. Pastikan psikolog yang anda pilih memiliki gelar psikolog

Seseorang dinyatakan sebagai psikolog jika telah melewati pendidikan sarjana psikologi (S1) dan magister profesi psikologi (S2) secara linear. Yang bisa dilihat apa seseorang adalah psikolog atau bukan adalah dari gelar di belakang namanya seorang psikolog memiliki gelar M.Psi., Psikolog.

Indah menjelaskan, jika seseorang hanya pernah menempuh S1 psikologi maka tidak bisa disebut sebagai psikolog, ia hanya sarjana psikologi. Atau jika seseorang hanya S2 psikologi tapi tidak linear dengan pendidikan sarjananya maka dia juga bukan psikolog.

Pria yang ramai dibicarakan di media sosial tidak melalui pendidikan untuk menjadi psikolog. Dari profilnya yang tersebar di media sosial, pria tersebut menempuh pendidikan S1 dengan gelar sarjana ekonomi, S2 dengan gelar magister manajemen, S3 dengan gelar doktor.

“Jika tidak linear ia hanya ilmuwan di bidang psikologi, boleh jadi dosen di fakultas psikologi atau meneliti bidang psikologi, tapi tidak berhak berpraktik sebagai psikolog,” tegasnya.

“Menjadi psikolog harus memiliki sertifikasi kekhususan, bukan cuma pernah kursus atau pernah belajar. Harus memiliki sertifikasi profesi,” tutur Indah.

2. Memiliki lisensi atau izin praktik dan terdaftar di HIPMI

Untuk memastikan lebih lanjut keabsahan dalam memilih psikolog, Indah memberikan saran untuk mengecek lisensi atau izin praktik psikolog tersebut.

“Selanjutnya bisa cek apakah dia punya lisensi atau surat izin praktik psikologi dan nomor anggota yang terdaftar resmi di HIMPSI,” kata Indah.

Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) adalah satu-satunya lembaga resmi yang memiliki kewenangan untuk memberikan sertifikat dan izin praktik psikologi (SIPP) untuk psikolog.

Untuk bisa mengecek keresmian praktik ini, Indah mengatakan calon klien bisa langsung menanyakan sertifikasi tersebut ke yang bersangkutan atau mengeceknya di SIK HIMPSI.

3. Mengecek review dan konten

Untuk memastikan kredibilitas dari seorang psikolog, Indah juga memberi saran untuk mengecek biro-biro psikologi atau konsultan psikologi tempat psikolog itu praktik.

“Bisa dicek di media sosial, bisa cek juga di google. Sekarang informasinya sudah mudah sekali ditemui,” tuturnya.

Ia menjelaskan biro psikologi yang cukup baik kemungkinan besar mengisi website atau akun media sosialnya dengan konten-konten positif tentu dari sumber-sumber yang jelas.

“Jika ia memposting informasi pasti sumbernya jelas, mencantumkan data, fakta, dasar ilmunya. Tidak sekadar menceritakan atau memberi konten tapi tidak jelas sumber dan dasarnya,” jelas Indah.

Biro-biro psikologi yang bisa dipastikan terpercaya juga terdaftar di HIMPSI. Namun Indah juga menuturkan jika memang ada beberapa biro psikologi yang kredibel tapi tidak terdaftar di HIMPSI. Hal tersebut dikarenakan beberapa hal misalnya daftarnya telah kadaluarsa dan belum sempat terupdate atau diperpanjang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Beberkan Soal Dedy Susanto, Revina VT Malah Dikritik Lebay

Beberkan Soal Dedy Susanto, Revina VT Malah Dikritik Lebay

Entertainment | Rabu, 19 Februari 2020 | 19:05 WIB

Keroyok 2 Pemuda karena Tak Terima Diteriaki Klitih, 6 Warga Sleman Dibekuk

Keroyok 2 Pemuda karena Tak Terima Diteriaki Klitih, 6 Warga Sleman Dibekuk

Jogja | Rabu, 19 Februari 2020 | 17:55 WIB

Viral Dedy Susanto, Dituduh Psikolog Palsu hingga Tanya Tarif Vanessa Angel

Viral Dedy Susanto, Dituduh Psikolog Palsu hingga Tanya Tarif Vanessa Angel

Lifestyle | Senin, 17 Februari 2020 | 13:11 WIB

Terkini

Banyak Dibahas Pakar Kesehatan, Kurangi Bahaya Merokok Lewat Pendekatan Ini!

Banyak Dibahas Pakar Kesehatan, Kurangi Bahaya Merokok Lewat Pendekatan Ini!

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:32 WIB

Bachtiar Nasir Tolak Konser Andrea Bocelli di Indonesia, Soroti Keberpihakan ke Israel

Bachtiar Nasir Tolak Konser Andrea Bocelli di Indonesia, Soroti Keberpihakan ke Israel

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:31 WIB

Malaikat Maut Juga Bisa Galau? Sisi Lain Kematian di Novel Setelah Melompat Aku Ingin Hidup

Malaikat Maut Juga Bisa Galau? Sisi Lain Kematian di Novel Setelah Melompat Aku Ingin Hidup

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:31 WIB

Pakar UMY Ingatkan Jokowi Bawa Ijazah Asli di Sidang Roy Suryo: Jangan Fotokopi

Pakar UMY Ingatkan Jokowi Bawa Ijazah Asli di Sidang Roy Suryo: Jangan Fotokopi

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:27 WIB

6 Arti Punggung Merinding Tiba-tiba Siang Hari Menurut Primbon Jawa

6 Arti Punggung Merinding Tiba-tiba Siang Hari Menurut Primbon Jawa

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:25 WIB

Jebakan Konsumerisme Digital: Di Balik Perilaku Cemas dan Lapar Mata Gen Z

Jebakan Konsumerisme Digital: Di Balik Perilaku Cemas dan Lapar Mata Gen Z

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:10 WIB

Laba SIG Meroket 363%, Industri Semen Masih Dibayangi Overcapacity

Laba SIG Meroket 363%, Industri Semen Masih Dibayangi Overcapacity

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:10 WIB

Anak SD Tewas Dibully Kakak Kelas: Guru, Sekolah, atau Orang Tua yang Harus Bertanggung Jawab?

Anak SD Tewas Dibully Kakak Kelas: Guru, Sekolah, atau Orang Tua yang Harus Bertanggung Jawab?

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:06 WIB

Imbas Seruan Boikot, Ini Daftar Musisi yang Kompak Mundur dari Rans Carnival Jogja

Imbas Seruan Boikot, Ini Daftar Musisi yang Kompak Mundur dari Rans Carnival Jogja

Entertainment | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:01 WIB

Abdullah Dorong RUU Perampasan Aset Atur Investasi Bodong, Tegaskan Uang Korban Harus Kembali

Abdullah Dorong RUU Perampasan Aset Atur Investasi Bodong, Tegaskan Uang Korban Harus Kembali

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:55 WIB

×