Pertama Kali, Ratusan Penyintas Kanker Adakan Karnaval Awareness

Vania Rossa, Frieda Isyana Putri

Senin, 24 Februari 2020 | 08:15 WIB
Pertama Kali, Ratusan Penyintas Kanker Adakan Karnaval Awareness
Penyintas Kanker Adakan Karnaval Awareness. (Suara.com/Frieda Isyana)

Suara.com - Di Indonesia, tercatat kasus prevalensi kanker terjadi pada 1,8 per 1.000 penduduk. Sementara Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga memperkirakan akan terjadinya ledakan kasus kanker di tahun 2030 nanti.

Oleh karena itu, perlunya ada usaha pencegahan, salah satunya dengan menyebarkan kesadaran pada masyarakat terutama di Indonesia. Cancer Information and Support Centre (CISC) pada Minggu (23/2/2020), mengadakan karnaval awareness yang dilakukan oleh kurang lebih 200 penyintas kanker.

Menurut Ketua Umum CISC, Aryanthi Baramuli Putri, menyebarkan kesadaran sangat penting agar masyarakat tahu mengenai kanker, bahayanya, dan bahwa kanker bisa dicegah dan diobati. Karnaval ini juga diadakan pertama kalinya sekaligus untuk memperingati Hari Kanker Sedunia yang jatuh pada 4 Februari lalu.

Penyintas Kanker Adakan Karnaval Awareness. (Suara.com/Frieda Isyana)
Penyintas Kanker Adakan Karnaval Awareness. (Suara.com/Frieda Isyana)

"CISC sendiri merayakan karnaval penyintas ini pertama kali karena bisa dilihat supaya para pasien itu bisa mengekspresikan dirinya dan bisa berbahagia sehingga kehidupannya walaupun dengan kanker bisa berkualitas," kata Yanthi, sapaannya, kepada wartawan di halaman Monumen Nasional (Monas).

Alasan dipilihnya karnaval sebagai bentuk ekspresi diri dari para penyintas, adalah sekaligus sebagai penyegaran karena pasien kanker umumnya sering pulang-pergi ke rumah sakit untuk berobat. Bahkan, pengobatan yang mereka jalani juga tidak sebentar, bisa 6 bulan, satu tahun, atau harus bertahun-tahun. Sehingga diharapkan selain untuk menyebarkan kesadaran kanker, penyintas kanker dapat lebih berbahagia dan senang.

Penyintas Kanker Adakan Karnaval Awareness. (Suara.com/Frieda Isyana)
Penyintas Kanker Adakan Karnaval Awareness. (Suara.com/Frieda Isyana)

Yanthi juga memaparkan bahwa masih ada kesulitan yang dihadapi para pasien kanker di Indonesia, yakni soal akses. Letak geografis Indonesia yang begitu luas sehingga akses pelayanan untuk derah yang jauh dari rumah sakit masih menjadi kendala.

Sebagai salah satu solusi, CISC menyediakan fasilitas rumah singgah untuk menampung para pasien yang datang dari daerah untuk berobat atau dirujuk ke Jakarta dan tidak mampu untuk mencari tempat tinggal. Kebanyakan pasien di rumah singgah datang dari Sumatera dan Kalimantan.

"Harapannya supaya menurunkan salah satunya dengan acara seperti ini yaitu awareness dan supaya semua pihak bersama-sama (ikut mencegah kanker)," tandasnya.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kasus Kanker di Indonesia Capai 4,8 Juta, Penting untuk Tahu Gejala Umumnya

Kasus Kanker di Indonesia Capai 4,8 Juta, Penting untuk Tahu Gejala Umumnya

Health | Minggu, 23 Februari 2020 | 14:40 WIB

Kanker Capai 4,8 Juta Kasus di Indonesia, Kemenkes Imbau Deteksi Dini

Kanker Capai 4,8 Juta Kasus di Indonesia, Kemenkes Imbau Deteksi Dini

Health | Minggu, 23 Februari 2020 | 13:45 WIB

Anggota Komisi IX DPR RI Singgung Belum Ada UU Kanker di Indonesia

Anggota Komisi IX DPR RI Singgung Belum Ada UU Kanker di Indonesia

Health | Minggu, 23 Februari 2020 | 13:31 WIB

Terkini

Gubernur Sulsel Singgung Kualitas Udara Makassar, Diprediksi Makin Buruk

Gubernur Sulsel Singgung Kualitas Udara Makassar, Diprediksi Makin Buruk

Sulsel | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 16:16 WIB

Urutan Skincare Malam Viva untuk Hempas Jerawat, Praktis Hanya 4 Langkah dan Harga Terjangkau

Urutan Skincare Malam Viva untuk Hempas Jerawat, Praktis Hanya 4 Langkah dan Harga Terjangkau

Lifestyle | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 16:15 WIB

Maudy Ayunda Bawa Misi Pelestarian Alam dan Pendidikan Anak Lewat Brand Skincare Besutannya

Maudy Ayunda Bawa Misi Pelestarian Alam dan Pendidikan Anak Lewat Brand Skincare Besutannya

Lifestyle | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 16:10 WIB

Realisasi Anggaran Pendidikan Rp 574,2 T di September 2026, MBG Sedot Rp 134,4 T

Realisasi Anggaran Pendidikan Rp 574,2 T di September 2026, MBG Sedot Rp 134,4 T

Bisnis | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 16:08 WIB

Sebentar Lagi Harga Beras Turun, Bulog Mau Guyur 300 Ribu Ton Hingga Akhir Tahun

Sebentar Lagi Harga Beras Turun, Bulog Mau Guyur 300 Ribu Ton Hingga Akhir Tahun

Bisnis | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 16:05 WIB

Cekcok soal Pekerja Refleksi Berujung Perkelahian, Pria 56 Tahun Tewas

Cekcok soal Pekerja Refleksi Berujung Perkelahian, Pria 56 Tahun Tewas

News | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 16:04 WIB

Kasus Korupsi Bea Cukai: Dedi Congor Batal Diperiksa KPK, Kembali Berdalih Sakit

Kasus Korupsi Bea Cukai: Dedi Congor Batal Diperiksa KPK, Kembali Berdalih Sakit

News | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 15:56 WIB

Breaking News! Belasan Siswa SD Negeri di Medan Dilarikan ke Rumah Sakit Usai Santap MBG

Breaking News! Belasan Siswa SD Negeri di Medan Dilarikan ke Rumah Sakit Usai Santap MBG

Sumut | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 15:56 WIB

Bobby Nasution soal Ijazah Gibran: Saran Saya Sekalian Permasalahkan Sarjananya

Bobby Nasution soal Ijazah Gibran: Saran Saya Sekalian Permasalahkan Sarjananya

News | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 15:55 WIB

Oppo A7 Pro Series Resmi di Indonesia, Harga Mulai Rp7,49 Juta

Oppo A7 Pro Series Resmi di Indonesia, Harga Mulai Rp7,49 Juta

Tekno | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 15:55 WIB

×