Rutin Minum Kopi Bagus untuk Kesehatan Tulang, Ini Temuan Peneliti!

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Kamis, 27 Februari 2020 | 08:16 WIB
Rutin Minum Kopi Bagus untuk Kesehatan Tulang, Ini Temuan Peneliti!
Ilustrasi kopi luwak. (Sumber: Shutterstock)

Suara.com - Kopi termasuk minuman yang banyak disukai orang. Tetapi, banyak orang mengira kebiasaan minum kopi sangat tidak baik untuk kesehatan, terutama penderita darah tinggi.

Padahal minum kopi tidak selalu buruk untuk kesehatan. Banyak orang minum kopi untuk membuat mereka lebih segar dan berenergi untuk menjalani aktivitas.

Bahkan penelitian baru yang dilansir oleh World of Buzz, minum kopi memiliki manfaat kesehatan tambahan yang memperkuat tulang Anda.

Penelitian yang dilakukan oleh University of Hong Kong telah meriset 564 orang dewasa di China dalam studi osteoporosis. Para ilmuwan ini membandingkan kepadatan mineral tulang peminum kopi dengan mereka yang tidak.

Hasilnya, para peneliti terkejut bahwa peminum kopi memiliki kepadatan mineral tulang yang lebih kuat dibandingkan orang yang tidak pernah minum kopi.

Ilustrasi kopi. (Dok : Istimewa)
Ilustrasi kopi. (Dok : Istimewa)

Berdasarkan penelitian ini, mereka menemukan bahwa ada 3 molekul yang terkait dengan minum kopi dan kepadatan tulang. Tiga molekul ini termasuk quinasi, 3-hydroxypyridine sulfate dan trigonelline.

Meski begitu, penelitian ini masih menimbulkan keraguan karena baru dilakukan dalam ruang lingkup kecil dan hanya melibatkan orang-orang peminum kopi.

Manfaat kesehatan minum kopi hampir semuanya bersifat preventif. Namun, para ahli mengatakan bahwa hasilnya cukup kuat untuk menyimpulkan bahwa kopi baik untuk kesehatan tulang.

"Bagi orang yang khawatir tentang efek kesehatan minum kopi, nampaknya ini merupakan hal baik. Karena minum kopi justru baik untuk kesehatan tulang," kata Chad Deal dari Cleveland Clinic.

Sebelumnya, penelitian lain juga menunjukkan bahwa kopi bermanfaat untuk kesehatan. Sebuah studi National Institutes of Health 2012 pada lebih dari 400 ribu orang di Amerika, menyatakan mereka yang minum kopi memiliki risiko kematian lebih rendah.

Risiko kematian lebih rendah di antara mereka, termasuk disebabkan oleh penyakit tidak menular seperti jantung, stroke dan diabetes.

Studi yang melibatkan lebih dari 500 ribu orang Eropa tahun 2017 juga menyimpulkan hal sama. Orang yang minum 3 sampai 4 cangkir kopi sehari mungkin 19 persen lebih kecil kemungkinannya meninggal karena penyakit jantung.

Tampaknya, kopi bisa membantu meningkatkan fungsi pembangkit tenaga sel dalam tubuh kita dan mencegah masalah kesehatan. Tapi, ini bukan berarti Anda hanya akan duduk menikmati kopi tanpa beraktivitas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kopi Susu vs Kopi Hitam, Mana yang Lebih Banyak Diminum Orang Indonesia?

Kopi Susu vs Kopi Hitam, Mana yang Lebih Banyak Diminum Orang Indonesia?

Lifestyle | Sabtu, 22 Februari 2020 | 14:43 WIB

Anak Sering Makan Malam Terlambat? Awas Bisa Picu Masalah Kesehatan Serius

Anak Sering Makan Malam Terlambat? Awas Bisa Picu Masalah Kesehatan Serius

Health | Sabtu, 22 Februari 2020 | 13:25 WIB

Bikin Minder, Ini 5 Penyebab Gusi Hitam

Bikin Minder, Ini 5 Penyebab Gusi Hitam

Health | Jum'at, 21 Februari 2020 | 15:00 WIB

Terkini

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB