Di Tengah Isu Virus Corona Covid-19, Iran Geruduk Pabrik Masker Ilegal

M. Reza Sulaiman
Di Tengah Isu Virus Corona Covid-19, Iran Geruduk Pabrik Masker Ilegal
Pembeli memilih masker di Pasar Pramuka, Jakarta Timur, Rabu (05/02). [Suara.com/Alfian Winanto]

Marak masker ilegal di Iran karena wabah virus Corona Covid-19, pemerintah turun tangan.

Suara.com - Di Tengah Isu Virus Corona Covid-19, Iran Geruduk Pabrik Masker Ilegal

Pemerintah Iran menggeruduk pabrik-pabrik masker ilegal di Teheran, menyusul maraknya peredaran masker dengan harga tinggi di tengah masyarakat akibat wabah virus Corona Covid-19.

Kepala Departemen Keamanan Iran Huseyin Rahimi mengungkapkan sejumlah masker-masker ilegal tersebut tidak memenuhi standar kesehatan. Sebanyak 5,5 juta masker disita dalam waktu satu hari.

"Masker yang dirazia dalam beberapa hari terakhir akan dikirim ke fasilitas-fasilitas medis untuk didistribusikan ke publik," kata Rahimi seperti dikutip oleh kantor berita IRNA, dilansir Anadolu Agency.

Tiga tersangka - yang diduga terlibat dalam produksi masker ilegal - telah ditangkap. Selain itu, tiga pabrik yang memproduksi masker di bawah standar ditutup paksa.

Pada Selasa, Wakil Menteri Kesehatan Iran Iraj Harirchi mengumumkan bahwa dia dinyatakan positif mengidap virus korona.

Sejauh ini, Iran melaporkan 15 kematian dan 95 kasus Covid-19.

Virus korona, yang secara resmi dikenal sebagai Covid-19, telah merenggut 2.717 nyawa di China.

Virus tersebut telah menyebar ke lebih dari 30 negara lain termasuk Amerika Serikat, Korea Selatan, Singapura, Italia, Rusia, India, dan Iran.

Bulan lalu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendeklarasikan wabah itu sebagai darurat kesehatan global.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS