alexametrics

Oding Nasution Rutin Cuci Darah sebelum Meninggal, Kenali Efek Sampingnya

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni
Oding Nasution Rutin Cuci Darah sebelum Meninggal, Kenali Efek Sampingnya
Alat-alat yang digunakan saat cuci darah, termasuk mesin dialisis, tabung, dan selang. (Shutterstock)

Oding Nasution yang meninggal karena penyakit ginjal sempat rutin melakukan cuci darah atau hemodialisis.

Suara.com - Oding Nasution, musisi senior Indonesia meninggal dunia karena penyakit ginjal dan sejumlah masalah ksehatan lain pada Kamis (27/2/2020) kemarin. Sebelum meninggal dunia, Oding Nasution rutin melakukan cuci darah.

Pada istilah medis, cuci darah dikenal sebagai hemodialisis. Tindakan hemodialisis ini menggunakan mesin yang disebut hemodialyzer untuk menyaring limbah dari darah.

Tindakan medis ini diperlukan oleh orang dengan penyakit ginjal, sehingga ginjalnya tidak bisa berfungsi dengan baik. Dengan begitu, cuci darah bisa membantu keseimbangan fungsi tubuhnya.

Tetapi, tindakan medis hemodialisis atau cuci darah ini juga memiliki sejumlah efek samping seperti yang dilansir oleh Healthline.

Baca Juga: Virus Corona Terus Menyebar, Kini Mewabah di 9 Negara Baru

1. Tekanan darah rendah

Orang yang menjalani cuci darah bisa mengalami tekanan darah rendah karena kehilangan cairan selama perawatan. Jika tekanan darah rendah ini turun selama perawatan, orang akan mengalami pusing, mual, kulit lembap dan penglihatan kabur.

Musisi Oding Nasution [Instagram @dion_momongan]
Musisi Oding Nasution [Instagram @dion_momongan]

2. Kram otot

Kram otot bisa terjadi selama cuci darah karena perubahan keseimbangan cairan atau mineral. Kadar natrium, magnesium, kalsium dan kalium yang rendah bisa berperan dalam kram otot.

3. Kulit gatal

Baca Juga: Mitos Seputar Corona Covid-19, Bisakah Cairan Praejakulasi Bikin Hamil?

Tindakan cuci darah juga bisa menyebabkan kulit gatal karena limbah yang menumpuk di dalam darah. Jika gatal terjadi di kaki, kondisi ini bisa juga tanda sindrom kaki gelisah.

Komentar