Benarkah Stres Sebabkan Jerawat? Ahli Jelaskan Faktanya

Yasinta Rahmawati | Rosiana Chozanah
Benarkah Stres Sebabkan Jerawat? Ahli Jelaskan Faktanya
Ilustrasi jerawat (Shutterstock)

Hubungan antara stres dan jerawat telah disalahpahami oleh banyak orang.

Suara.com - Tentu Anda pernah memperhatikan ketika sedang stres umumnya akan muncul jerawat di wajah, terutama di bagian dahi. Data menunjukkan 85% dari populasi akan memiliki beberapa bentuk jerawat selama hidup.

Sebenarnya, lapor Healthline, hubungan antara stres dan jerawat telah disalahpahami oleh banyak orang. Stres tidak dapat secara langsung menyebabkan jerawat.

Namun, ketika Anda sudah memiliki jerawat, stres dapat memperburuknya. Peneliti menemukan bahwa luka, termasuk jerawat, jauh lebih lambat sembuh ketika seseorang sedang stres.

Dilansir Time, penyebab jerawat adalah usia, hormon, bakteri, dan faktor lain yang ikut berperan, dan stres dapat memperburuknya.

Dr. Adam Friedman, seorang profesor dermatologi di George Washington University menunjuk hormon terkait stres yang disebut CRH, atau hormon pelepas kortikotropin, sebagai salah satu penyebabnya.

Ilustrasi jerawat saat menstruasi. (Shutterstock)
Ilustrasi jerawat (Shutterstock)

CRH dapat berikatan dengan reseptor di kelenjar minyak kulit, dan ikatan itu meningkatkan produksi minyak kulit, yang dapat menyebabkan jerawat.

"kelenjar minyak ini juga merupakan organ kekebalan tubuh, dan mereka dapat menyebabkan peradangan," kata Friedman.

"Pada akhirnya, jerawat pada dasarnya adalah peradangan, dan dengan demikian mengaktifkan respon imun dapat memperburuk pembengkakan atau kemerahan," sambungnya.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS