Ibuprofen Disebut Memperburuk Gejala Covid-19, Apa Kata Pakar Medis Lain?

Kamis, 19 Maret 2020 | 09:00 WIB
Ibuprofen Disebut Memperburuk Gejala Covid-19, Apa Kata Pakar Medis Lain?
Ilustrasi Ibuprofen. (Pixabay)

Suara.com - Menteri Kesehatan Prancis Olivier Veran memperingatkan ibuprofen pada membuat gejala penyakit yang disebabkan virus corona baru memburuk. Hal ini diumumkan olehnya melalui cuitan Twitter pada Sabtu (14/3/2020).

"Menggunakan anti-inflamasi (ibuprofen, cortisone) bisa menjadi faktor dalam memperburuk infeksi. Dalam kasus demam, minum parasetamol. Jika Anda sudah minum obat anti-inflamasi, mintalah saran dokter Anda," cuitnya.

Baik ibuprofen maupun paracetamol memang dapat menurunkan suhu dan membantu gejala seperti flu. Namun, ibuprofen dan obat anti-inflamasi nonsteroid lainnya (NSAID) tidak cocok untuk semua orang dan dapat menyebabkan efek samping, terutama orang dengan masalah asma, jantung, dan peredaran darah, lapor BBC.

Namun, bagi pasien yang sudah menggunakan ibuprofen, seperti yang dikatakan Veran, tidak boleh berhenti tanpa berkonsultasi dengan dokter.

Layanan Kesehatan Inggris NHS sebelumnya merekomendasikan paracematol dan ibuprofen, tetapi mereka sudah mengubah sarannya.

Ilustrasi obat (Shutterstock)

"Saat ini tidak ada bukti kuat bahwa ibuprofen dapat memperburuk coronavirus (Covid-19) ... Sampai kita memiliki lebih banyak informasi, konsumsi lah paracetamol untuk obati gejala virus corona baru. Kecuali jika dokter memberi tahu paracetamol tidak cocok untuk Anda," tulis NHS dalam laman resminya.

Dilaporkan The Jerusalem Post, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga mendukung pernyataan ini, sementara para ahli sedang menyelidikinya untuk memberikan panduan lebih lanjut.

"Sementara itu, kami merekomendasikan penggunaan paracetamol, dan jangan menggunakan ibuprofen sebagai pengobatan sendiri. Itu penting," tutur juru bicara WHO Christian Lindmeier.

Sebuah studi baru-baru ini dalan jurnal medis The Lancet berteori bahwa suatu enzim yang didorong oleh ibuprofen dapat memungkinkan dan memperburuk infeksi Covid-19.

Baca Juga: Menteri Kesehatan Prancis Ingatkan Ibuprofen Bisa Perburuk Pasien Corona

Dr Charlotte Warren-Gash, dari London School of Hygiene and Tropical Medicine, mengatakan bahwa sangat masuk akal untuk tetap menggunakan paracetamol sebagai pilihan pertama, terutama untuk pasien yang rentan.

Meski begitu, sebenarnya hingga kini belum ada penelitian terkait ibuprofen dan SARS-CoV-2. Namun, ada beberapa infeksi saluran pernapasan lain yang menunjukkan penggunaan obat satu ini terkait dengan banyak komplikasi meski mereka tidak tahu apakah hal itu murni disebabkan oleh ibuprofen, kata Paul Little, seorang profesor penelitian perawatan primer di Universitas Southampton.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Tipe Wanita Alpha, Sigma, Beta, Delta, Gamma, atau Omega?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Motor Impian Paling Pas dengan Gaya Hidup, Apakah Sudah Sesuai Isi Dompetmu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Transformasi Geometri dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI