Tentang Avigan & Klorokuin, Obat yang Dipesan Jokowi Atasi Corona Covid-19

Ririn Indriani

Sabtu, 21 Maret 2020 | 09:02 WIB
Tentang Avigan & Klorokuin, Obat yang Dipesan Jokowi Atasi Corona Covid-19
Avigan (Favipiravir) obat influenza yang disebut efektif untuk mengobat pasien terinfeksi virus Corona Covid-19. (Shutterstock)

Avigan (Favipiravir)
Avigan atau Favipiravir adalah obat antivirus dari Jepang yang dikembangkan pada 2014 oleh perusahaan Jepang, yaitu Fujifilm Toyama Chemical dan diproduksi oleh Zheijang Hisun Pharmaceutical.

Avigan dikembangkan untuk mengobati virus influenza, tapi sejak Februari 2020 diakui sebagai pengobatan eksperimental untuk pasien Corona Covid-19 di Jepang.

“Obat ini memiliki tingkat keamanan yang terbukti tinggi dan jelas efektif untuk digunakan (melawan virus corona),” tutur Zhang Xinmin dari Kementerian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi China, seperti dilansir dari laman Asia Nikkei.

Uji klinis sendiri sudah dilakukan pada 200 pasien rumah sakit di Wuhan dan Shenzhen.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien yang menerima obat ditetapkan negatif dalam waktu yang relatif singkat, selain itu gejala pneumonia juga sangat berkurang.

Zhang Xinmin mengatakan bahwa pasien yang mengonsumsi favipiravir dinyatakan sembuh setelah rata-rata empat hari, lebih lama dari sebelumnya yakni 11 hari.

Menurutnya tidak ada efek samping signifikan yang dialami pasien.

Tips Pencegahan Virus Corona (Covid-19)
Tips Pencegahan Virus Corona (Covid-19)

Sementara itu, situs Live Science menyebutkan bahwa Avigan secara khusus dibuat untuk mengobati virus RNA.

Virus SARS-CoV-2 yang menyebabkan Corona Covid-19 memang memiliki materi genetik utama RNA, bukan DNA.

Obat ini menghentikan replikasi virus dengan melumpuhkan enzim yang disebut RNA Polimerase.

Virus SARS-CoV-2 yang menyebabkan Corona Covid-19 memang memiliki materi genetik utama RNA, bukan DNA.

Obat ini menghentikan replikasi virus dengan melumpuhkan enzim yang disebut RNA Polimerase.

Benda mati bisa jadi sarang virus corona. (Instagram/@Medscape)
Benda mati bisa jadi sarang virus corona. (Instagram/@Medscape)

Virus SARS-CoV-2 yang menyebabkan Corona Covid-19 memang memiliki materi genetik utama RNA, bukan DNA.

Obat ini menghentikan replikasi virus dengan melumpuhkan enzim yang disebut RNA Polimerase.

Hasil tersebut lalu dibandingkan dengan pasien yang tidak mendapat obat Avigan. Pakar melihat bahwa pasien baru dinyatakan negatif dalam kurun waktu 11 hari pascatertular.

Kondisi paru-paru yang ditunjukkan oleh sinar-X menunjukkan adanya perbedaan besar antara pasien Corona Covid-19 yang mengonsumsi Avigan dengan pasien yang tidak.

Pada pasien yang mengonsumsi obat Avigan tampak kondisi paru meningkat 91 persen, sedangkan yang tidak mengonsumsi obat Avigan, kualitas paru meningkat hanya 62 persen.

Dalam uji coba di Wuhan, Avigan tampak memperpendek durasi demam pasien Corona Covid-19, dari rata-rata 4,2 hari menjadi 2,5 hari.

Di Jepang, Avigan memang diresepkan bagi pasien Corona Covid-19 yang memiliki gejala ringan hingga sedang.

Pakar menemukan bahwa obat ini kurang efektif jika diberikan pada pasien yang memiliki gejala berat.

“Kami telah memberikan Avigan kepada 70 sampai 80 orang. Obat ternyata tidak berfungsi dengan baik ketika virus sudah berlipat ganda di tubuh pasien,” tutur narasumber dari Kementerian Kesehatan Jepang kepada Mainichi Shimbun.

Lantas, bagaimana dengan Klorokuin, obat antimalaria yang juga disebut berpotensi mengobati pasien Corona Covid-19? Simak di halaman berikutnya.

Klorokuin (Chloroquine Phosphate)
Klorokuin fosfat (chloroquine phosphate) merupakan senyawa sintetis (kimiawi) yang memiliki struktur sama dengan quinine sulfate.

Quinine sulfate itu sendiri berasal dari ekstrak kulit batang pohon kina, yang selama ini juga menjadi obat bagi pasien malaria.

Dilansir dari Heathline, salah satu obat yang berpotensi efektif mencegah dan mengobati Corona Covid-19 adalah Chloroquine atau klorokuin.

Para peneliti menemukan bahwa obat ini efektif pula untuk mengobati virus Corona Covid-19.

Setidaknya peneliti telah melakukan 10 uji klinis dalam penelitian yang dilakukan di tabung reaksi.

Klorokuin biasanya digunakan untuk mencegah atau mengobati malaria yang disebabkan oleh gigitan nyamuk.

Parasit malaria dapat masuk ke dalam tubuh melalui gigitan nyamuk, kemudian hidup dalam jaringan tubuh seperti sel darah merah atau hati.

Obat ini digunakan untuk membunuh parasit malaria yang hidup di dalam sel darah merah.

Klorokuin (Chloroquine) termasuk dalam kelas obat yang dikenal sebagai antimalaria.

Selain untuk mengobati dan mencegah malaria, Klorokuin, dilansir hellosehat juga digunakan untuk mengobati infeksi parasit tipe amoeba (amebiasis) dan beberapa penyakit autoimun lainnya, seperti lupus.

Hotline Virus Corona
Hotline Virus Corona

Namun perlu diketahui, menurut situs Drugs.com, klorokuin bila dikonsumsi jangka panjang atau pada dosis tinggi dapat menyebabkan kerusakan permanen pada retina mata.

Jika memiliki masalah pemfokusan, melihat garis-garis cahaya atau kilatan di penglihatan atau terjadi pembengkakan atau perubahan warna pada mata, diminta untuk berhentin minum klorokuin dan segera memeriksakan diri ke dokter.

Selain itu, disarankan pula saat mengonsumsi klorokuin untuk  menghindari konsumsi antasid atau kaopectate (kaolin-pectin) dalam waktu empat jam sebelum atau sesudah konsumsi Klorokuin (chloroquine).

Anjuran ini sangat penting untuk dilakukan, karena beberapa antasida dapat membuat tubuh lebih sulit menyerap klorokuin.

Sementara, untuk pasien yang sedang mengonsumsi antibiotik ampicillin, hindari konsumsi antibiotik tersebut dalam waktu dua jam sebelum atau dua jam setelah menggunakan klorokuin.

Klorokuin disebut pula dapat membuat ampicillin jauh lebih efektif jika dikonsumsi secara bersamaan.

Namun perlu diketahui bahwa Klorokuin bisa menyebabkan penglihatan kabur dan dapat mengganggu pemikiran atau reaksi.

Oleh karena itu, pasien yang mengonsumsi klorokuin harus berhati-hatil jika mengemudi atau melakukan aktivitas lainnya yang mengharuskannya untuk waspada dan dapat melihat dengan jelas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Wawancara Eksklusif: Cerita Warga Italia saat Lockdown (Part 1)

Wawancara Eksklusif: Cerita Warga Italia saat Lockdown (Part 1)

Video | Jum'at, 20 Maret 2020 | 21:24 WIB

Senin Depan! Diskotek, Karaoke, Panti Pijat, dan Spa di Jakarta Harus Tutup

Senin Depan! Diskotek, Karaoke, Panti Pijat, dan Spa di Jakarta Harus Tutup

News | Jum'at, 20 Maret 2020 | 21:10 WIB

Corona Merebak, Ini 5 Pejabat Publik di Dunia yang Positif Covid-19

Corona Merebak, Ini 5 Pejabat Publik di Dunia yang Positif Covid-19

Video | Jum'at, 20 Maret 2020 | 20:56 WIB

Terkini

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 23:06 WIB

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:41 WIB

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:27 WIB

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:44 WIB

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB

Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?

Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 15:00 WIB

Hoops + Health Youth Basketball Festival 2026 Dorong Generasi Muda Hidup Sehat & Melek Finansial

Hoops + Health Youth Basketball Festival 2026 Dorong Generasi Muda Hidup Sehat & Melek Finansial

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 11:00 WIB

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 23:08 WIB