Rapid Test Virus Corona Covid-19 Harus Dilakukan Dua Kali, Ini Alasannya

Bimo Aria Fundrika, Dini Afrianti Efendi

Selasa, 24 Maret 2020 | 20:04 WIB
Rapid Test Virus Corona Covid-19 Harus Dilakukan Dua Kali, Ini Alasannya
Ilustrasi metode rapid test (Shutterstock)

Suara.com - Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19 Achmad Yurianto memastikan sebanyak 150.000 kit atau alat rapid test sudah tiba di Indonesia. Pemeriksaan sudah dilaksanakan beberapa hari lalu hingga saat ini.

Namun, pemeriksaan rapid test ternyata tak cukup hanya sekali. Jika hasilnya negatif, pemeriksaan mesti diulang 10 hari setelahnya.

"Oleh karena itu yang harus dilakukan manakala pemeriksaan negatif adalah mengulang kembali. Kita sudah menyepakati bahwa kita akan mengulang kembali setelah 10 hari. Harapan kita bahwa antibodi itu sudah terbentuk dan kita bisa mengidentifikasikannya," ujar Yurianto di Graha BNPB, Jakarta Timur, Selasa (24/3/2020).

Biozek Rapid Test virus corona (COVID-19), alat tes cepat virus corona yang dapat diandalkan. (Biozek)
Biozek Rapid Test virus corona (COVID-19), alat tes cepat virus corona yang dapat diandalkan. (Biozek)

Seperti diketahui sampel yang diambil dalam rapid test ini adalah sampel darah. Sampel diambil untuk melihat kadar immunoglobulin atau sejenis antibodi (sistem imun) yang akan muncul dalam darah saat virus memasuki tubuh.

Sayangnya, immunoglobulin tidak akan langsung terbentuk saat virus masuk kurang dari 7 hari. Itulah sebabnya hasil tes bisa saja menunjukkan negatif. Alhasil pemerintah perlu melakukan pemeriksaan kembali setelah 10 hari sebagai bentuk penegasan.

"Kalau hasilnya positif, maka kita yakini sedang terinfeksi virus. Tapi kalau hasilnya negatif 2 kali, maka kita meyakini bahwa tidak terinfeksi oleh virus," ucap Yurianto.

Cara menguji Covid-19 menggunakan teknik swab hidung (YouTube/The New England Journal of Medicine)
Cara menguji Covid-19 menggunakan teknik swab hidung (YouTube/The New England Journal of Medicine)

Mereka yang dinyatakan positif dari pemeriksaan rapid test, pemerintah akan kembali melakukan penegasan dengan pemeriksaan swab, yakni mengambil sampel spesimen di rongga belakang mulut dan hidung, atau dikenal dengan PCR.

"Oleh karena itu ini harus penting dengan kita identifikasikan bersama. Sehingga sekalipun pada pemeriksaan pertama negatif, kita akan tetap meminta melaksanakan menjaga jarak dalam berkomunikasi sosial," ungkap Yurianto.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jokowi: Rapid Test Harus Diprioritaskan ke ODP, PDP dan Keluarga

Jokowi: Rapid Test Harus Diprioritaskan ke ODP, PDP dan Keluarga

News | Selasa, 24 Maret 2020 | 18:24 WIB

Hasil Uji Klinis Klorokuin di Prancis Beri Harapan untuk Kalahkan Covid-19

Hasil Uji Klinis Klorokuin di Prancis Beri Harapan untuk Kalahkan Covid-19

Tekno | Selasa, 24 Maret 2020 | 18:23 WIB

Sama-Sama Sesak Napas, Apa Bedanya Gejala Asma dengan Gejala Covid-19?

Sama-Sama Sesak Napas, Apa Bedanya Gejala Asma dengan Gejala Covid-19?

Health | Selasa, 24 Maret 2020 | 17:28 WIB

Terkini

Analis Sebut Pendekatan Terukur Dasco Lindungi Stabilitas Sistem Presidensial

Analis Sebut Pendekatan Terukur Dasco Lindungi Stabilitas Sistem Presidensial

News | Jum'at, 25 September 2026 | 21:19 WIB

Drama Rubber Set di GOR Bandung! Mental Juara Bawa UNS Rajai Campus League Badminton 2026

Drama Rubber Set di GOR Bandung! Mental Juara Bawa UNS Rajai Campus League Badminton 2026

Sport | Jum'at, 25 September 2026 | 21:17 WIB

Ekonomi Gelap Menggurita di Indonesia, Sektor Legal dan Pajak Terancam Makin Tertekan

Ekonomi Gelap Menggurita di Indonesia, Sektor Legal dan Pajak Terancam Makin Tertekan

News | Jum'at, 25 September 2026 | 21:16 WIB

Terancam Sanksi Disiplin Berat, Oknum Pejabat Satpol PP Kabupaten Tangerang Dilaporkan ke Polisi

Terancam Sanksi Disiplin Berat, Oknum Pejabat Satpol PP Kabupaten Tangerang Dilaporkan ke Polisi

Banten | Jum'at, 25 September 2026 | 21:13 WIB

Dari BRGM ke BPGMN, Bisakah Badan Baru Prabowo Cegah Karhutla Berulang?

Dari BRGM ke BPGMN, Bisakah Badan Baru Prabowo Cegah Karhutla Berulang?

News | Jum'at, 25 September 2026 | 21:02 WIB

Bappisus dan Menimipas Usut Dugaan 'Kamar Khusus' Berbayar bagi Napi di Lapas Cibinong

Bappisus dan Menimipas Usut Dugaan 'Kamar Khusus' Berbayar bagi Napi di Lapas Cibinong

Jabar | Jum'at, 25 September 2026 | 20:58 WIB

Transaksi Haji Isam dan BYAN Masih Gelap, BEI Akan Obok-obok Pasar Negosiasi

Transaksi Haji Isam dan BYAN Masih Gelap, BEI Akan Obok-obok Pasar Negosiasi

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 20:56 WIB

Luke Vickery: 2024 Main di GBT Bela Australia, 2026 Cetak Assist di GBK Bersama Timnas Indonesia

Luke Vickery: 2024 Main di GBT Bela Australia, 2026 Cetak Assist di GBK Bersama Timnas Indonesia

Bola | Jum'at, 25 September 2026 | 20:54 WIB

Perkuat Tata Kelola MBG, BGN Gelar Pelatihan di Jepang

Perkuat Tata Kelola MBG, BGN Gelar Pelatihan di Jepang

News | Jum'at, 25 September 2026 | 20:38 WIB

Berawal dari Topi Mengapung, Pemancing yang Hilang di Eks Galian Pasir Lampung Timur Ditemukan Tewas

Berawal dari Topi Mengapung, Pemancing yang Hilang di Eks Galian Pasir Lampung Timur Ditemukan Tewas

Lampung | Jum'at, 25 September 2026 | 20:37 WIB

×