Dekan FKUI Tak Sarankan Rapid Test Dijual Bebas, Mengapa?

Bimo Aria Fundrika, Frieda Isyana Putri

Jum'at, 27 Maret 2020 | 19:43 WIB
Dekan FKUI Tak Sarankan Rapid Test Dijual Bebas, Mengapa?
Ilustrasi rapid test virus Corona Covid-19. (Shutterstock)

Suara.com - Presiden Joko Widodo telah melakukan rapid test (tes cepat) corona Covid-19, pada 20 Maret 2020.

Kebijakan tersebut memicu keresahan di sebagian masyarakat sehingga mereka berbondong-bondong membeli alat tes cepat tersebut di sejumlah e-commerce.

Menanggapi hal tersebut, Dekan Fakultas Universitas Indonesia (FKUI), Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH tidak merekomendasikan masyarakat menggunakan alat tes cepat yang tidak valid, di mana sensitivitas dan spesifitasnya masih diragukan.

Rapid test virus corona. (Suara.com/Emi)
Rapid test virus corona. (Suara.com/Emi)

"Saya tidak merekomendasikan rapid test yang tidak valid. Pemerintah juga belum mengizinkan ada suatu rapid test yang digunakan untuk kepentingan diperjualbelikan," katanya dalam konferensi pers yang diselenggarakan FKUI melalui YouTube, Jumat (27/3/2020).

Ia menambahkan bahwa pemerintah juga sudah menetapkan bahwa pelaksanaan rapid test corona ini diutamakan pada kelompok yang termasuk dalam kategori orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP),

"Ini yang jadi prioritas utama. Di masyarakat umum yang bukan menjadi ODP atau PDP menurut saya bukan menjadi prioritas," lanjutnya lagi.

Prof Ari menyebut telah menemukan puluhan alat rapid test yang dijual di berbagai e-commerce nasional. Ia mengimbau masyarakat untuk berhati-hati, karena alat ini memang mudah, bisa dikerjakan di mana-mana, interpretasinya tidak terlalu sulit.

Lebih lanjut, apabila kita membeli alat rapid test yang tidak valid dari e-commerce, hasil yang dikeluarkan juga bisa menimbulkan kerancuan karena tidak bisa dipertanggung jawabkan. Ini dikarenakan yang sebaiknya menggunakan alat ini adalah tenaga kesehatan yang mumpuni.

Jika menjadi salah satu masyarakat yang harus mengikuti rapid test ini, hasil yang negatif bukan berarti aman. Karena menurut penuturan Prof Ari bisa saja kita masih berada di dalam window period atau masa inkubasi.

baca juga

"Artinya apa? Virus masuk ke tubuh kita, tapi belum bergejala dan belum terdeteksi oleh antibodi kita. Sebaiknya dua minggu diisolasi dulu, kita lihat apabila ada gejala demam harus segera dibawa ke rumah sakit," paparnya.

Ia juga berharap ada alat rapid test lokal yang dikembangkan di Indonesia, yakni alat yang memiliki antigen yang berasal dari pasien-pasien yang ada di Indonesia sehingga cocok dengan antibodi masyarakat kita.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Update Corona 27 Maret 2020, Pasien Positif Corona Tembus 1.046 Orang

Update Corona 27 Maret 2020, Pasien Positif Corona Tembus 1.046 Orang

News | Jum'at, 27 Maret 2020 | 15:55 WIB

Kisah Heroik Perawat Pasien Corona: Beratnya Pakai APD dan Tak Bisa Pulang

Kisah Heroik Perawat Pasien Corona: Beratnya Pakai APD dan Tak Bisa Pulang

Lifestyle | Jum'at, 27 Maret 2020 | 08:06 WIB

Jakarta Siap Lakukan Rapid Test Covid-19, Begini Prosedurnya

Jakarta Siap Lakukan Rapid Test Covid-19, Begini Prosedurnya

News | Kamis, 26 Maret 2020 | 13:28 WIB

Terkini

Cha Eun Woo Pertimbangkan Drama Baru dari Semesta Bon Appetit, Your Majesty

Cha Eun Woo Pertimbangkan Drama Baru dari Semesta Bon Appetit, Your Majesty

Your Say | Kamis, 13 Agustus 2026 | 14:42 WIB

Ulasan Toko Jajanan Ajaib Zenitendo 5: Masalah Baru Datang, Nyonya Beniko Kelabakan!

Ulasan Toko Jajanan Ajaib Zenitendo 5: Masalah Baru Datang, Nyonya Beniko Kelabakan!

Your Say | Kamis, 13 Agustus 2026 | 14:40 WIB

Moisturizer Wardah C-Defense Dipakai Kapan? Cek Cara Pakai dan Review Pembeli

Moisturizer Wardah C-Defense Dipakai Kapan? Cek Cara Pakai dan Review Pembeli

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 14:37 WIB

Jamin Parkir Konser Maroon 5 di JIS, Pramono: Mau 5 Ribu Mobil pun Bisa!

Jamin Parkir Konser Maroon 5 di JIS, Pramono: Mau 5 Ribu Mobil pun Bisa!

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 14:36 WIB

Siapa Clareesya? Foto 'Gaya Takbir' Dikecam hingga Minta Maaf

Siapa Clareesya? Foto 'Gaya Takbir' Dikecam hingga Minta Maaf

Entertainment | Kamis, 13 Agustus 2026 | 14:34 WIB

Rezim Tumbang Tak Cukup, Demokrasi Indonesia Harus Dibangun Ulang

Rezim Tumbang Tak Cukup, Demokrasi Indonesia Harus Dibangun Ulang

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 14:33 WIB

Diselimuti Kabut Asap, Kualitas Udara Palembang Sangat Tidak Sehat

Diselimuti Kabut Asap, Kualitas Udara Palembang Sangat Tidak Sehat

Foto | Kamis, 13 Agustus 2026 | 14:33 WIB

3 Zodiak yang Diprediksi Banjir Rezeki di Sisa Agustus 2026, Finansial Makin Moncer

3 Zodiak yang Diprediksi Banjir Rezeki di Sisa Agustus 2026, Finansial Makin Moncer

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 14:32 WIB

3 Zodiak yang Paling Susah Diajak Komitmen dan Takut Terikat, Gemini Termasuk?

3 Zodiak yang Paling Susah Diajak Komitmen dan Takut Terikat, Gemini Termasuk?

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 14:32 WIB

Desa Kemiren: Menjaga Budaya, Menguatkan Warga dan Mengembangkan Pariwisata

Desa Kemiren: Menjaga Budaya, Menguatkan Warga dan Mengembangkan Pariwisata

Your Say | Kamis, 13 Agustus 2026 | 14:31 WIB

×