Tenaga Medis Kekurangan APD, PERSI: Masyarakat Mampu, Tolong Bantu Kami!

Vania Rossa, Dini Afrianti Efendi

Sabtu, 28 Maret 2020 | 12:25 WIB
Tenaga Medis Kekurangan APD, PERSI: Masyarakat Mampu, Tolong Bantu Kami!
Ilustrasi APD. (Shutterstock)

Suara.com - Seruan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) kepada tenaga medis untuk tidak layani pasien Covid-19, ikut dikomentari Ketua Perhimpunan Rumah Sakit Indonesia (PERSI), dr. Kuntjoro Adi Purjanto, M.Kes.

Ia mengatakan seruan itu seumpama permintaan tolong kepada seluruh lapisan masyarakat dan pemerintah untuk menjamin keselamatan petugas medis dalam menangani pandemi Covid-19, dengan memastikan ketersediaan alat perlindungan diri (APD).

"Ini adalah tangisan untuk semua, kita tidak mempermasalahkan itu kayak apa, darimana-darimana, please help me! Jadi ini harus membacanya (seruan IDI) begitu. Ajakan semua lapisan, please help me! Ini cry for mama, ini fakta di lapangan risiko itu tertinggi di garda terdepan," ujar dr. Kuntjoro saat berbincang dengan Suara.com, Sabtu (28/3/2020).

"Mama-nya siapa, ya pemerintah, ya masyarakat, please help me! Produsen apa aja, masker, APD yang ada di Indonesia ini. Bahkan beralih fungsi, pabrik tekstil. Please, ini perang yang juga istilahnya, biasanya tenaga medis itu berada di belakang perang, di belakang tentara-tentara," katanya.

Dalam perang melawan virus corona Covid-19 saat ini, posisi tenaga medis sejajar dengan tentara yang kerap berada di barisan terdepan. Petugas medis dan staf rumah sakit juga memiliki keluarga yang menanti di rumah. Jadi, kata dr. Kuntjoro, sudah semestinya mereka diberikan APD, agar mereka bisa menyambung nyawa.

Jika pun ada seruan tidak melayani pasien dari IDI, kata dia tidak sekonyong-konyong dan semudah itu pasien ditinggalkan. Apalagi para petugas medis dan dokter ini memiliki sumpah dan janji dokter untuk mengobati pasien.

"Nggak ada naluri untuk menyetop orangnya di depan. Bahkan ada yang pakai jas ujan, bikin ini dan sebagainya dengan risiko yang paling menakutkan bagi keluarganya. Jadi, please ini membacanya kita tidak mempersalahkan bahwa itu akan stop, nggak!" ungkapnya.

"Masyarakat yang mampu, tolonglah dibantu kami pengadaan APD. Sampai detik ini tenaga-tenaga kesehatan yang ada di rumah sakit betul-betul berjibaku," sambungnya.

Sementara itu, terkait surat seruan itu, sebagai ketua PERSI, dr. Kuntjoro belum menerima tembusan surat. Ia hanya tahu itu beredar ramai di media sosial.

baca juga

"Oh (PERSI) nggak (terima surat), itu di medsos," tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Stok Menipis, Dokter di Gunungkidul Pakai APD Sisa Antraks Tangani Covid-19

Stok Menipis, Dokter di Gunungkidul Pakai APD Sisa Antraks Tangani Covid-19

Jogja | Sabtu, 28 Maret 2020 | 10:38 WIB

Pengurus MHKI Diminta Beri Bantuan APD Pada Petugas Medis

Pengurus MHKI Diminta Beri Bantuan APD Pada Petugas Medis

Health | Sabtu, 28 Maret 2020 | 08:56 WIB

IDI Serukan Tenaga Kesehatan Tak Layani Pasien Corona Sebelum APD Terpenuhi

IDI Serukan Tenaga Kesehatan Tak Layani Pasien Corona Sebelum APD Terpenuhi

Health | Jum'at, 27 Maret 2020 | 21:45 WIB

Terkini

Harga Cabai Merah Besar di Jayapura Tembus Rp120 Ribu per Kilogram

Harga Cabai Merah Besar di Jayapura Tembus Rp120 Ribu per Kilogram

Sulsel | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 11:54 WIB

Baekhyun EXO Dirikan Agensi Baru, CBX Dikabarkan Siap Bernaung Bersama

Baekhyun EXO Dirikan Agensi Baru, CBX Dikabarkan Siap Bernaung Bersama

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 11:47 WIB

5 Rekomendasi Jam Tangan Digital Awet dan Terjangkau, Cocok Dipakai Outdoor dan Indoor

5 Rekomendasi Jam Tangan Digital Awet dan Terjangkau, Cocok Dipakai Outdoor dan Indoor

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 11:45 WIB

Penyaluran BSU Dinilai Bias Sektor Formal, Pakar UGM Desak Integrasi Basis Data Tunggal

Penyaluran BSU Dinilai Bias Sektor Formal, Pakar UGM Desak Integrasi Basis Data Tunggal

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 11:45 WIB

Terjebak Lingkaran Setan di I Saw the Devil, Siapa yang Sebenarnya Jahat?

Terjebak Lingkaran Setan di I Saw the Devil, Siapa yang Sebenarnya Jahat?

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 11:40 WIB

7 Bedak Tabur Tanpa Minyak Wewangian dan Alkohol untuk Kulit Sensitif

7 Bedak Tabur Tanpa Minyak Wewangian dan Alkohol untuk Kulit Sensitif

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 11:38 WIB

MA Batalkan Penyetaraan Pendidikan Gibran, PKS Desak DPR Ambil Sikap Konstitusional

MA Batalkan Penyetaraan Pendidikan Gibran, PKS Desak DPR Ambil Sikap Konstitusional

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 11:33 WIB

Ada Wine Asli Bali di Balik Pesona Pulau Dewata, Begini Karakter Rasa dari Kebun Tropisnya

Ada Wine Asli Bali di Balik Pesona Pulau Dewata, Begini Karakter Rasa dari Kebun Tropisnya

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 11:30 WIB

Berapa Lama Masa Berlaku SKCK?

Berapa Lama Masa Berlaku SKCK?

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 11:15 WIB

Cara Memeriksa Izin Aplikasi Android agar Privasi Lebih Terjaga, Cegah Datamu Dijual ke Pengiklan!

Cara Memeriksa Izin Aplikasi Android agar Privasi Lebih Terjaga, Cegah Datamu Dijual ke Pengiklan!

Tekno | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 11:07 WIB

×