Bos Gudang Garam Ungkap Beratnya Cukai Rokok: Jual Rp26.000, Setor ke Negara Rp19.000

Mohammad Fadil Djailani

Senin, 14 September 2026 | 11:03 WIB
Bos Gudang Garam Ungkap Beratnya Cukai Rokok: Jual Rp26.000, Setor ke Negara Rp19.000
Pedagang menunjukkan bungkus rokok bercukai di Jakarta, Kamis (10/12/2020). [ANTARA FOTO/Aprillio Akbar]
baca 10 detik
  • Cukai Rp19.000 dari rokok legal Rp26.000 per bungkus.
  • Penjualan Gudang Garam turun 7,2% menjadi Rp41,7 triliun.
  • Rokok ilegal Rp12.000-Rp15.000 kian menekan daya saing produk legal.

Suara.com - PT Gudang Garam Tbk (GGRM) menghadapi tekanan berat di tengah tingginya beban cukai dan maraknya peredaran rokok ilegal. Harga rokok legal yang semakin sulit bersaing membuat penjualan perseroan ikut tertekan.

Direktur Gudang Garam Heru Budiman mengatakan, untuk satu bungkus Sigaret Kretek Mesin (SKM) isi 12 batang yang dijual Rp26.000, sekitar Rp19.000 langsung disetor kepada pemerintah sebagai cukai.

"Rokok SKM 12 batang, cukai yang kita bayarkan adalah Rp19.000. Jadi sekarang GGRM ini, hari ini kita menjual rokok kita di Rp26.000. Jadi bisa diistilahkan mengambil duitnya konsumen Rp26.000, saya setor cukai Rp19.000," ujar Heru dalam Public Expose 2026, yang dikutip Senin (14/9/2026).

Dengan demikian, Gudang Garam hanya memperoleh hasil penjualan bersih sekitar Rp7.000 sebelum dikurangi biaya lainnya. Di sisi lain, rokok ilegal dapat dijual sekitar Rp12.000-Rp15.000 per bungkus karena tidak dibebani cukai.

Kondisi tersebut membuat produk legal semakin sulit bersaing, terutama di tengah konsumen berpenghasilan rendah yang sensitif terhadap harga.

Direktur Gudang Garam Istata Tasin Siddharta bahkan mengakui perusahaan belum merasakan dampak positif yang signifikan dari intensifikasi pemberantasan rokok ilegal terhadap operasional perseroan.

Tekanan pasar tercermin dari volume penjualan Gudang Garam yang turun dari 112,8 miliar batang menjadi 105,1 miliar batang pada semester I-2026. Penjualan SKM juga merosot 8,8% menjadi 65,4 miliar batang.

Pendapatan bersih perseroan ikut turun 7,2% menjadi Rp41,7 triliun dari Rp44,37 triliun pada periode sebelumnya.

Meski demikian, Gudang Garam masih mampu mencetak laba bersih Rp2,98 triliun setelah memangkas beban operasional hingga 33,8%.

baca juga

Di tengah tekanan tersebut, pemerintah tetap mengandalkan penerimaan cukai. Kementerian Keuangan mencatat penerimaan cukai hingga Juli 2026 mencapai Rp130,7 triliun atau 53,6% dari target APBN sebesar Rp243,53 triliun.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Segel KPK di Ruang Dirjen Bea Cukai Hilang, Eks Penyidik: Pelaku Harus Jadi Tersangka

Segel KPK di Ruang Dirjen Bea Cukai Hilang, Eks Penyidik: Pelaku Harus Jadi Tersangka

News | Jum'at, 11 September 2026 | 19:35 WIB

Puntung Rokok Picu Kebakaran di Pulau Tidung

Puntung Rokok Picu Kebakaran di Pulau Tidung

News | Jum'at, 11 September 2026 | 09:22 WIB

DPR Desak Bea Cukai Bongkar Bos Rokok Ilegal, Jangan Cuma Kejar Pengecer

DPR Desak Bea Cukai Bongkar Bos Rokok Ilegal, Jangan Cuma Kejar Pengecer

Bisnis | Jum'at, 11 September 2026 | 09:16 WIB

Terkini

Green SM Perluas Bisnis, Kini Masuk Pasar Ojek Motor Listrik

Green SM Perluas Bisnis, Kini Masuk Pasar Ojek Motor Listrik

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 09:48 WIB

3 Calon Rektor Unila Lolos ke Final: Dr Budiyono Memimpin, Suara Menteri 35 Persen Jadi Penentu

3 Calon Rektor Unila Lolos ke Final: Dr Budiyono Memimpin, Suara Menteri 35 Persen Jadi Penentu

Lampung | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 09:43 WIB

Pengakuan Bayu Setiadi, Dibayar Jadi Mahasiswa Palsu Undira di Acara Sumpah Pemuda Raffi Ahmad

Pengakuan Bayu Setiadi, Dibayar Jadi Mahasiswa Palsu Undira di Acara Sumpah Pemuda Raffi Ahmad

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 09:40 WIB

Bahlil Minta KKKS Lambat Kembalikan Konsesi Migas ke Negara

Bahlil Minta KKKS Lambat Kembalikan Konsesi Migas ke Negara

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 09:37 WIB

Dari Toko Sembako Jadi Agen BRILink, Kisah Sri Asih Bantu Permudah Transaksi Warga Kutoarjo

Dari Toko Sembako Jadi Agen BRILink, Kisah Sri Asih Bantu Permudah Transaksi Warga Kutoarjo

Bri | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 09:37 WIB

Perluas Cerita, The Remarried Empress Rilis Side Story dan Kisah Alternatif

Perluas Cerita, The Remarried Empress Rilis Side Story dan Kisah Alternatif

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 09:30 WIB

Rosan Tampik Danantara Hadir untuk Ambil Proyek Swasta

Rosan Tampik Danantara Hadir untuk Ambil Proyek Swasta

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 09:29 WIB

Daya Tarik Keuangan Syariah Jadi Pendorong Transformasi Ekonomi Nasional

Daya Tarik Keuangan Syariah Jadi Pendorong Transformasi Ekonomi Nasional

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 09:29 WIB

Shame on You Raffi Ahmad! Dosen UBSI Protes Keras Acara Deklarasi Sumpah Pemuda Bundaran HI

Shame on You Raffi Ahmad! Dosen UBSI Protes Keras Acara Deklarasi Sumpah Pemuda Bundaran HI

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 09:24 WIB

Strategi Emiten Sawit Hadapi Masalah Sosial Imbas Karhutla

Strategi Emiten Sawit Hadapi Masalah Sosial Imbas Karhutla

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 09:22 WIB

×