Ragam Faktor Infertilitas, Penyebab Pasutri Belum Berhasil Dapat Momongan

M. Reza Sulaiman | Frieda Isyana Putri
Ragam Faktor Infertilitas, Penyebab Pasutri Belum Berhasil Dapat Momongan
Infertilitas penyebab pasutri belum dapatkan momongan. [Shutterstock]

Infertilitas merupakan penyebab utama pasutri yang sudah menikah belum dikaruniai momongan. Apa saja faktor penyebab infertilitas?

Suara.com - Ragam Faktor Infertilitas, Penyebab Pasutri Belum Berhasil Dapat Momongan

Dikaruniai momongan tentu menjadi salah satu impian terbesar pada suami-istri. Namun ada suatu kondisi yang disebut infertilitas yang bisa menghambat datangnya sang jabang bayi.

Infertilitas atau ketidaksuburan adalah kondisi di mana pasangan suami-istri (pasutri) yang dalam waktu 12 bulan berturut-turut melakukan hubungan seksual tanpa alat kontrasepsi namun tidak terjadi kehamilan.

dr. Ni Komang Yeni Dhanasari, SpOG dari Bamed Women`s Clinic menjelaskan lebih dari satu tahun pasutri mengalami kesulitan hamil, maka biasanya harus segera dikonsultasikan ke dokter kandungan.

"Angka infertilitas (di Indonesia) itu sekitar 5 persen dari semua pasangan usia subur," katanya kepada Suara.com, Senin (6/4/2020).

Setelah berkonsultasi, nantinya pasutri akan dievaluasi, apakah ada kelainan di saluran reproduksi, atau gangguan pada hormon, adanya infeksi atau tidak, dan mungkin ada penyakit lain yang menyertai yang menyebabkan sulit hamil.

Gangguan nutrisi seperti terlalu gemuk atau terlalu kurus juga bisa, baik pada suami maupun istri. "Biasanya suami yang terlalu gemuk tidak memiliki kualitas sperma yang baik," imbuhnya.

ilustrasi test pack kehamilan. (shutterstock)
ilustrasi test pack kehamilan. (shutterstock)

Aktivitas fisik, kebiasan merokok, kebiasaan alkohol dan pola tidur suami juga berpengaruh. Pada orang-orang tertentu hal-hal tersebut bisa menyebabkan kesulitan hamil.

Ditambahkan oleh dr. Arie A. Polim, D.MAS, M.BHRE, SpOG(K), dari Morula IVF Jakarta, kondisi infertilitas ini rupanya umum terjadi di Indonesia. Beberapa pasiennya bahkan baru bisa hamil setelah 15 atau 16 tahun menikah dan mengikuti program inseminasi atau bayi tabung.

"Karena kita berhadapan dengan jumlah dan kualitas. Perempuan itu lebih rentan, usia sangat mempengaruhi keberhasilan kehamilan karena pada perempuan jumlah sel telur makin berkurang dan kualitas telur akan semakin menurun," jelasnya.

Selanjutnya: solusi hadapi infertilitas

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS