alexametrics

Mampu Merespons Virus, Ilmuwan Menguji Efektivitas Vaksin BCG pada Covid-19

Yasinta Rahmawati | Rosiana Chozanah
Mampu Merespons Virus, Ilmuwan Menguji Efektivitas Vaksin BCG pada Covid-19
Ilustrasi vaksin (Pixabay)

Vaksin ini disebut sudah menyelamatkan banyak nyawa, termasuk pasien yang mengalami infeksi pernapasan.

Suara.com - Bacillus Calmette-Guerin (BCG), sebuah vaksin yang dikembangkan ratusan tahun lalu untuk infeksi tuberkulosis (TBC) di Eropa saat ini sedang diuji terhadap virus corona baru atau Covid-19.

Di negara berkembang, vaksin BCG ini masih digunakan untuk mengatasi kondisi lainnya, termasuk mencegah kematian bayi dari berbagai penyebab, dan secara signifikam mengurangi kejadian infeksi pernapasan.

Dilansir New York Times, para ahli mengatakan vaksin BCG ini tampaknya 'melatih' sistem kekebalan untuk mengenali dan merespons berbagai infeksi, termasuk virus, bakteri, hingga parasit.

Para Ilmuwan di Melbourne, Australia, sudah memberikan vaksin BCG kepada ribuan tenaga medis, pada Senin lalu. Ini adalah uji coba terkontrol secara acak pertama yang dimaksudkan untuk menguji efektivitas vaksin terhadap SARS-CoV-2, virus penyebab Covid-19.

Baca Juga: WHO Kecam Wacana Ilmuwan Jadikan Afrika Tempat Uji Coba Vaksin COVID-19

"Tidak ada yang mengatakan ini obat mujarab," kata Nigel Curtis, peneliti penyakit menular di University of Melbourne dan Murdoch Children's Reseacrh Institute.

Ilustrasi vaksin COVID-19. [Shutterstock]
Ilustrasi vaksin COVID-19. [Shutterstock]

Menurutnya, uji coba ini bertujuan untuk menyelamatkan tenaga kesehatan yang terinfeksi sehingga mereka dapat kembali bekerja secara lebih cepat.

Direktur Imunologi di Rumah Sakit Umum Massachusetts, Denise Faustman, diketahui sedang mengumpulkan dana untuk memulai uji klinis vaksin pada pekerja kesehatan di Boston. Hasil awalnya dapat tersedia hanya dalam waktu empat bulan, katanya.

"Kami memiliki data yang sangat kuat dari uji klinis dengan manusia, bukan tikus, bahwa vaksin ini melindungi Anda dari infeksi virus dan parasit. Aku ingin memulai sekarang," tuturnya.

Ilustrasi seorang anak sedang diberi vaksin. [Shutterstock]
Ilustrasi seorang anak sedang diberi vaksin. [Shutterstock]

Salah satu penelitian paling awal dari vaksin BCG ini adalah pada 2011 yang dilakukan terhadap 2.320 bayi di Guinea-Bissau, Afrika Barat. Hasilnya dilaporkan tingkat kematian di antara bayi dengan berat lahir rendah berkurang secara dramatis setelah vaksinasi.

Baca Juga: Kembangkan Vaksin Corona, Peneliti Selandia Baru Isolasi Virus SARS-CoV-2

Studi lainnya yang dilakukan selama 25 tahun terhadap lebih dari 150 ribu anak di 33 negara melaporkan risiko anak-anak terkena infeksi saluran pernapasan 40% lebih rendah setelah mereka menerima vaksin BCG.

Komentar