Percikan Liur Bisa Tahan di Udara, Buka Jendela Bisa Jadi Solusi

Kamis, 09 April 2020 | 19:25 WIB
Percikan Liur Bisa Tahan di Udara, Buka Jendela Bisa Jadi Solusi
Ilustrasi penyebaran microdroplets COVID-19. [Pixabay/Mohamed Hassan]

Suara.com - Jaga jarak dan membuka jendela menjadi salah satu tindakan penting yang harus dilakukan saat pandemi Covid-19. Apalagi percikan liur yang berukuran kurang dari 10 micrometer atau disebut dengan microdroplets bisa bertahan di udara yang tidak bersirkulasi.

Perusahaan penyiaran Jepang, NHK bersama beberapa ilmuwan melakukan penelitian dengan mendokumentasikan percikan liur menggunakan  High-sensitivity camera.

Pada dokumentasi itu, mereka menggunakan simulasi seseorang yang bersin atau batuk. Sekali bersin akan menyebarkan kurang lebih 1000 partikel microdroplets di udara.

Sementara pada orang yang berbincang, microdroplets akan menyebar lebih jauh ketika seseorang bicara lebih keras atau menghembuskan napas secara dalam.

"Transmisi air liur bisa terjadi saat orang sedang berbincang, bahkan ketika mereka dibatasi jarak tertentu, kasus-kasus ini tidak dapat dijelaskan oleh infeksi air liur biasa," kata Kazio Tateda, Presiden Asosisao Penyakit Infeksi Jepang.

"Kami pikir, infeksi datang dari partikel yang ukurannya micrometer, mekanisme transmisinya disebut dengan infeksi microdroplets," tambahnya pada NHK.

Microdroplets inilah yang menurut Kazio Tateda bisa menyebarkan virus.

"Microdoplets dapat membawa virus di mana keluar saat bicara dengan keras atau bernapas secara dalam. Orang disekitar kan menghirupnya dan begitulah cara virus menyebar, kita sekarang bisa melihat bagaimana risikonya," kata Tateda.

Ilustrasi ngobrol. (Pixabay)
Ilustrasi ngobrol. (Pixabay)

NHK kemudian melakukan simulasi mengenai seberapa lama microdroplets akan menyebar di ruangan. Tim NHK dan para peneliti menggunakan pemodelan dengan 10 orang berada di sebuah ruangan.

Baca Juga: Cerita Glenn Fredly Nangis karena Masyarakat Indonesia Tak Bisa Mudik

Pada simulasi tersebut, ketika salah satu orang batuk maka ia akan menyebarkan sekitar 1000 microdroplets. Menit pertama, sebagian microdroplets akan jatuh ke lantai namun ada yang tetap di udara dan bisa bertahan di menit ke-20 ketika dibiarkan.

"Jika udaranya tidak mengalir, maka microdroplet tetap tidak akan bergerak dan karena ketika mereka tidak bisa bergerak di udara, maka microdroplet akan tetap di ruangan" kata Masashi Yamakawa, profesor dari Kyoto Institute of Technology.

Oleh karena itu, menurut simulasi NHK jendela dan sirkulasi dipercaya dapat efektif megaburkan microdoplets di udara. Microdroplets berukuran sangat kecil dan ringan sehingga udara sangat diperlukan membuatnya bergerak.

"Yang penting adalah membuka jendela, lakukan setidaknya satu jam, itu akan memperkecil risiko infeksi," ujar Tateda.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI