Kontaminasi Virus Corona di Udara Ruang ICU Lebih Tinggi Ketimbang Bangsal

Yasinta Rahmawati

Kamis, 16 April 2020 | 18:05 WIB
Kontaminasi Virus Corona di Udara Ruang ICU Lebih Tinggi Ketimbang Bangsal
Ilustrasi perawat (Pexels/skeeze)

Suara.com - Sindrom pernapasan akut parah yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2, yakni Covid-19, masih menghantui masyarakat global. Baru-baru ini, dilaporkan bahwa kontaminasi udara dan permukaan benda dalam unit perawatan intensif (ICU) lebih tinggi daripada di bangsal (GW),

Demikian menurut untuk sebuah penelitian yang diterbitkan secara online 10 April di Emerging Infectious Diseases, sebuah publikasi dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat.

Dilansir dari Medical Express, Zhen-Dong Guo dari Akademi Ilmu Kedokteran Militer di Beijing, dan rekannya menguji sampel udara dan permukaan untuk memeriksa distribusi virus corona baru atau SARS-CoV-2 di dua bangsal rumah sakit di Wuhan, China.

Uji sampel itu dilakukan dari 19 Februari hingga 2 Maret 2020. Sampel swab dikumpulkan dari objek yang berpotensi terkontaminasi di ICU dan bangsal.

Para peneliti menemukan bahwa tingkat kepositifan lebih tinggi di ICU daripada bangsal (43,5 berbanding 7,9 persen). Tingkat kepositifan relatif tinggi untuk sampel swab lantai (masing-masing 70 dan 15,4 persen di ICU dan bangsal).

Ilustrasi rumah sakit. (Shutterstock)
Ilustrasi rumah sakit. (Shutterstock)

Setengah dari sampel dari sol sepatu staf medis ICU pun positif. Tingkat kepositifan juga relatif tinggi untuk permukaan benda yang sering disentuh oleh staf medis atau pasien, dengan tingkat tertinggi untuk tetikus komputer (masing-masing 75 dan 20 persen di ICU dan bangsal).

Dalam sampel dari manset lengan dan sarung tangan staf medis, hasil positif sporadis diperoleh. Hasil positif diperoleh untuk masing-masing 35 dan 12,5 persen sampel udara yang dikumpulkan dari ICU dan bangsal.

Ilustrasi seorang petugas medis sedang memegang jarum suntik di hadapan pasien (Shutterstock).
Ilustrasi seorang petugas medis sedang memegang jarum suntik di hadapan pasien (Shutterstock).

Tingkat kepositifan untuk transmisi aerosol SARS-CoV-2 adalah 35,7, 44,4, dan 12,5 persen di dekat saluran udara, di kamar pasien dan di area kantor dokter.

"Temuan ini menunjukkan bahwa aerosol yang sarat virus sebagian besar terkonsentrasi di dekat dan hilir dari pasien," tulis para penulis.

baca juga

"Namun, risiko paparan juga ada di daerah hulu; berdasarkan hasil deteksi positif dari situs 3 (area kantor dokter), jarak transmisi maksimum aerosol SARS-CoV-2 mungkin 4 m."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pertama Kali Jumlah Pasien Sembuh COVID-19 Lebih Banyak dari yang Meninggal

Pertama Kali Jumlah Pasien Sembuh COVID-19 Lebih Banyak dari yang Meninggal

News | Kamis, 16 April 2020 | 17:47 WIB

Baju Pesanan Tak Dibayar, Ivan Gunawan Masih Tunggu Itikad Baik

Baju Pesanan Tak Dibayar, Ivan Gunawan Masih Tunggu Itikad Baik

Entertainment | Kamis, 16 April 2020 | 17:45 WIB

Gelar Simulasi Pemulasaran, Polda DIY Siap Bantu Pemakaman Korban Covid-19

Gelar Simulasi Pemulasaran, Polda DIY Siap Bantu Pemakaman Korban Covid-19

Jogja | Kamis, 16 April 2020 | 18:00 WIB

Terkini

Dari Gambut Kalimantan ke Pasar Modern: Mengubah Rumput Purun Jadi Napas Baru Perajin Lokal

Dari Gambut Kalimantan ke Pasar Modern: Mengubah Rumput Purun Jadi Napas Baru Perajin Lokal

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 23:09 WIB

F1 Sepang, Transportasi Jadi Masalah: Antrean Bus Bak Film Zombie, Penonton Jalan Kaki 9 Km

F1 Sepang, Transportasi Jadi Masalah: Antrean Bus Bak Film Zombie, Penonton Jalan Kaki 9 Km

News | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 23:05 WIB

Bukan Sekadar Glowing, Skin Longevity Ajak Kenali Kesehatan Kulit Lebih Dalam

Bukan Sekadar Glowing, Skin Longevity Ajak Kenali Kesehatan Kulit Lebih Dalam

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Dari Ide Bisnis Turun ke Lapak, Begini Cara Mahasiswa Belajar Menjadi Entrepreneur

Dari Ide Bisnis Turun ke Lapak, Begini Cara Mahasiswa Belajar Menjadi Entrepreneur

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:38 WIB

Bukan Nekat! Emil Audero Bongkar Alasan Berani Ikut Menyerang saat Indonesia Hancurkan Bangladesh

Bukan Nekat! Emil Audero Bongkar Alasan Berani Ikut Menyerang saat Indonesia Hancurkan Bangladesh

Bola | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:35 WIB

Studi: Cara Orang Bepergian Kini Makin Personal, Pilihan Moda Transportasi Tak Lagi Seragam

Studi: Cara Orang Bepergian Kini Makin Personal, Pilihan Moda Transportasi Tak Lagi Seragam

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:20 WIB

Persis Solo Tumbang di Manahan, Ricky Nelson: Saya Pribadi Bertanggung Jawab

Persis Solo Tumbang di Manahan, Ricky Nelson: Saya Pribadi Bertanggung Jawab

Surakarta | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:20 WIB

Untung Besar dalam Waktu Singkat, OJK Minta Mahasiswa Waspadai Modus Investasi Bodong

Untung Besar dalam Waktu Singkat, OJK Minta Mahasiswa Waspadai Modus Investasi Bodong

Bisnis | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:05 WIB

Kirim 63 Duta Muda, Indonesia Siap Bersaing Lawan China dan Singapura di IMSO ke-23

Kirim 63 Duta Muda, Indonesia Siap Bersaing Lawan China dan Singapura di IMSO ke-23

Jabar | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:01 WIB

Dukung Malaysia, Artis Ini Kena Serang Netizen Indonesia: Apa Saya Harus Ganti Kewarganegaraan?

Dukung Malaysia, Artis Ini Kena Serang Netizen Indonesia: Apa Saya Harus Ganti Kewarganegaraan?

Entertainment | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:00 WIB

×