Heboh Orang Dewasa Minum ASI Demi Cegah Corona, Pakar: Nggak Masuk Akal

Bimo Aria Fundrika | Dini Afrianti Efendi | Suara.com

Jum'at, 17 April 2020 | 08:50 WIB
Heboh Orang Dewasa Minum ASI Demi Cegah Corona, Pakar: Nggak Masuk Akal
Ilustrasi Air Susu Ibu. (Shutterstock)

Suara.com - Heboh Orang Dewasa Minum ASI Demi Cegah Corona, Pakar: Nggak Masuk Akal

Tren pemesanan ASI di Amerika Serikat cenderung meningkat beberapa waktu belakangan. Ini karena ASI disebut-sebut bisa meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Bahkan ASI ini juga ikut dipesan oleh orang dewasa, demi terhindar dari virus corona atau Covid-19.

Dokter Spesialis Anak sekaligus Aktivitas ASI dr. Utami Roesli, SpA, IBCLC, FABM tidak sepakat dengan anggapan tersebut. Menurutnya ASI untuk orang dewasa sebagai daya tahan tubuh tidaklah masuk akal.

"Jadi nggak masuk akal minum ASI untuk orang dewasa sebagai daya tahan tubuh, karena kan daya tahan tubuh buat anak itu sendiri," ujar dr. Utami saat dihubungi Suara.com, Rabu (15/4/2020).

Ilustrasi air susu ibu (Shutterstock).
Ilustrasi air susu ibu (Shutterstock).

Ia mengatakan kebutuhan komposisi ASI dari ibu satu dengan yang lainnya akan berbeda. Perbedaan ini akan mengikuti kondisi sang ibu maupun kondisi si anak.

"ASI hari ini komposisinya nggak sama seperti kemarin. Apa yang membedakan? Kebutuhan bayi untuk tumbuh kembang hari ini berbeda dengan besok," katanya.

Dokter yang berpraktik di Rumah Sakit St. Carolus Salemba mencontohkan apabila si ibu sedang menderita penyakit tertentu, maka ASI ibu akan terkandung antibodi yang bisa melindungi anaknya dari penyakit tersebut.

Begitupun sebaliknya, saat si anak menderita penyakit maka ASI ibu akan terkandung antibodi yang bisa memperkuat sistem imun anak, sehingga anak bisa cepat pulih.

"Kan ASI disesuaikan sama anaknya. Jangankan buat orang dewasa, buat bayi lain aja belum tentu cocok sebenarnya, kalau untuk imunitas. Kalau ASI kan betul-betul khusus untuk makannya itu," terangnya.

Dokter pendiri Sentra Laktasi Indonesia (Selasi) itu menyebut jikapun ada ASI buat orang dewasa itu bukanlah meningkatkan daya tahan tubuh, tapi kandungan anti kanker.

"Setahu saya ASI dipakai orang dewasa bukan untuk daya tahan tubuh, tetapi buat mengobati kanker. Dalam ASI ditemukan adanya anti kanker hamlet namanya, sama profesor dari Swedia," tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Heboh di AS, Pesan ASI untuk Tangkal Virus Corona!

Heboh di AS, Pesan ASI untuk Tangkal Virus Corona!

Lifestyle | Rabu, 15 April 2020 | 09:46 WIB

Keren Banget! Insinyur Berhasil Ubah Pompa ASI Jadi Ventilator

Keren Banget! Insinyur Berhasil Ubah Pompa ASI Jadi Ventilator

Health | Selasa, 14 April 2020 | 05:30 WIB

Bayi yang Mendapat ASI Ekslusif Terhindar dari Obesitas Saat Dewasa

Bayi yang Mendapat ASI Ekslusif Terhindar dari Obesitas Saat Dewasa

Health | Senin, 30 Maret 2020 | 21:00 WIB

Terkini

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB