Selain Corona Covid-19, Studi Temukan Kelelawar AS Bisa Sebabkan Virus Lain

Silfa Humairah Utami | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Sabtu, 18 April 2020 | 09:00 WIB
Selain Corona Covid-19, Studi Temukan Kelelawar AS Bisa Sebabkan Virus Lain
Ilustrasi kelelawar. [Kelelawar].

Suara.com - Wabah virus corona Covid-19 dari Wuhan, China diketahui berasal dari kelelawar yang menular ke manusia. Sebuah studi baru pun khawatir bila kelelawar di Amerika Serikat bida menyebabkan wabah virus yang berbeda.

Penelitian mengenai kelelawar hidup di laboratorium AS dikhawatirkan bisa menimbulkan risiko wabah virus lain, seperti halnya yang terjadi di Wuhan, China. Para pejabat pun sudah memeringatkan risiko penularannya ke manusia.

"Penelitian kelelawar di AS ini bisa menyebabkan risiko yang serupa," kata Nick Atwood, koordinator Yayasan Hak-Hak Hewan Florida dikutip dari New York Post.

Menurut Nick, beberapa studi telah menemukan bahwa kelelawar hidup berpotensi berbahaya bagi manusia.

"Laboratorium di Wuhan dengan standar internasional adalah yang terbaik di dunia. Bila risiko penelitian tertentu menimbulkan masalah di sana, tentu bisa menjadi masalah di sini," katanya.

Ilustrasi kelelawar buah. [Shutterstock]
Ilustrasi kelelawar buah. [Shutterstock]

Pejabat AS pun mendukung klaim itu dalam memo yang dikirim ke peneliti AS awal bulan ini. Pihaknya menyarankan peneliti menghentikan penggunaan kelelawar hidup sebagai bahan penelitian.

"Kami merekomendasikan untuk menghentikan kegiatan apapun yang berhubungan dengan kelelawar liar. Himbauan ini terus berlanjut sampai kami memiliki pemahaman yang lebih baik tentang risiko kelelawar setelah wabah virus coron," kata US Fish and Wildlife Service melalui surat edaran.

Berdasarkan laporan, laboratorium Amerika yang sedang mempelajari atau baru-baru ini menerbitkan studi dengan kelelawar hidup termasuk Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit di Atlanta, Georgia dan fasilitas penelitian biomedis Institut Kesehatan Nasional di Hamilton.

Penelitian ini mencakup studi tentang "WIV1-coronavirus" yang mirip SARS pada kelelawar buah dan "pelepasan oral" virus Marburg pada kelelawar buah. Colorado State University di Fort Collins juga melakukan percobaan kelelawar langsung pada Februari 2020

Awal pekan ini, pejabat dari Departemen Luar Negeri mengirimkan peringatan pada tahun 2018 bahwa Institut Virologi Wuhan yang menggunakan kelelawar hidup untuk mempelajari virus corona Covid-19 telah menimbulkan risiko pandemi virus yang mirip dengan SARS baru.

Dalam memo Januari 2018, para pejabat memperingatkan bahwa laboratorium itu kekurangan teknisi yang terlatih dan beberapa penyelidik perlu mengoperasikan laboratorium dengan pengamanan yang tinggi.

Ilustrasi virus corona Covid-19. [Shutterstock]
Ilustrasi virus corona Covid-19. [Shutterstock]

Laboratorium di China memiliki tingkat keselamatan tertinggi penelitian bioresearch internasional yang dikenal sebagai "BSL-4". Standar keselamatannya pun setara dengan laboratorium kelelawar hidup di AS.

"Mereka memiliki tingkat keamanan hayati yang tinggi, tetapi bagian dari masalah di Wuhan adalah kurangnya karyawan yang terlatih di laboratorium tersebut," kata Atwood. 

“Kami telah melihat pemotongan anggaran dan pemotongan staf di Universitas AS karena virus. Saya berharap bahwa tidak terjadi sesuatu yang mengerikan lagi orang-orang terinfeksi di sini," katanya.

J. Alan Clark, seorang profesor biologi konservasi di Universitas Fordham mengakui khawatir tentang studi kelelawar hidup. Tetapi, mamalia yang terbang ini memegang kunci untuk pencegahan pandemi di masa depan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kasus Terus Meningkat, Mampukah Afrika Tangani Covid-19?

Kasus Terus Meningkat, Mampukah Afrika Tangani Covid-19?

News | Sabtu, 18 April 2020 | 08:29 WIB

Perawat ini Meninggal Setelah Lawan Virus Corona Covid-19 saat Hamil

Perawat ini Meninggal Setelah Lawan Virus Corona Covid-19 saat Hamil

Health | Sabtu, 18 April 2020 | 08:50 WIB

4 Tips Sehat Baik Fisik dan Mental saat Pandemi Covid-19

4 Tips Sehat Baik Fisik dan Mental saat Pandemi Covid-19

Health | Sabtu, 18 April 2020 | 08:00 WIB

Terkini

Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari

Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari

Health | Rabu, 08 April 2026 | 19:55 WIB

Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit

Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit

Health | Rabu, 08 April 2026 | 14:11 WIB

Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya

Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya

Health | Rabu, 08 April 2026 | 11:58 WIB

Solusi Membasmi Polusi Kekinian  ala Panasonic

Solusi Membasmi Polusi Kekinian ala Panasonic

Health | Selasa, 07 April 2026 | 19:00 WIB

Gaya Hidup Modern Picu Asam Urat, Ini Solusi Alami yang Mulai Direkomendasikan

Gaya Hidup Modern Picu Asam Urat, Ini Solusi Alami yang Mulai Direkomendasikan

Health | Selasa, 07 April 2026 | 11:00 WIB

Memahami Autisme dari Dekat: Kenapa Dukungan Lingkungan Itu Penting untuk Anak ASD

Memahami Autisme dari Dekat: Kenapa Dukungan Lingkungan Itu Penting untuk Anak ASD

Health | Senin, 06 April 2026 | 17:43 WIB

17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi

17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi

Health | Minggu, 05 April 2026 | 09:54 WIB

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB