Waspada, Orang dengan Endometriosis Berisiko Terinfeksi Corona Covid-19

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni
Waspada, Orang dengan Endometriosis Berisiko Terinfeksi Corona Covid-19
Ilustrasi rahim perempuan. (Shutterstock)

Orang dengan endometriosis lebih berisiko terinfeksi dan mengalami komplikasi virus corona Covid-19.

Suara.com - Orang dengan penyakit kronis, seperti jantung dan ginjal termasuk golongan yang paling berisiko terinfeksi virus corona Covid-19. Dalam hal ini, penderita endometriosis juga berisiko lebih tinggi terkena virus corona Covid-19.

Seperti yang Anda ketahui, endometriosis adalah kondisi yang memengaruhi 1 dari 10 wanita. Kondisi ini disebabkan ketika jaringan yang mirip dengan lapisan rahim mulai tumbuh di bagian tubuh lain.

Tetapi dilansir oleh The Sun, 10 persen pasien atau sekitar 150 ribu wanita di Inggris, endometriosis bisa memengaruhi rongga dadanya. Kondisi ini dikenal sebagai thoracic endometriosis, yang artinya jaringan endometrium tumbuh di paru-paru atau diafragma.

Karena, virus corona Covid-19 adalah infeksi saluran pernapasan. Kondisi ini mungkin juga menempatkan orang dengan endometriosis berisiko tinggi terinfeksi virus.

Para ahli menemukan hal ini setelah seorang pasien endometriosis dari Bradfrod mengemukakan kekhawatirannya terhadap virus corona Covid-19 yang telah merenggut jutaan nyawa di dunia.

Ilustrasi rapid test virus Corona Covid-19. (Shutterstock)
Ilustrasi rapid test virus Corona Covid-19. (Shutterstock)

Keisha Meek, seseorang dengan endometrium telah melakukan operasi 11 kali untuk menghilangkan endometrium. Tujuannya, operasi ini bisa meringankan rasa sakit.

Tetapi, sekarang jaringan ini ditemukan di paru-parunya dan ia mulai ketakutan harus tinggal lebih lama lagi untuk menjalani perawatan medis di tengah pandemi.

"Kondisi ini benar-benar menakutkan karena saya juga menderita pneumonia sejak 5 tahun lalu dan belum sembuh. Saya menjadi ketakutan dengan kondisi ini bila terinfeksi virus corona Covid-19," ujarnya.

Dr Larisa Corda, seorang ginekolog yang sekarang merawat pasien virus corona Covid-19 di unit perawatan intensif London, mengatakan bahwa kasus endometriosis toraks tergolong cukup langka sehingga berisiko lebih tinggi terinfeksi virus.

Ilustrasi rahim perempuan. (Shutterstock)
Ilustrasi rahim perempuan. (Shutterstock)

"Bagi 10 persen wanita yang memiliki endometriosis yang memengaruhi paru-parunya. Karena, virus ini memengaruhi pernapasan, maka mereka bisa berisiko tinggi terinfeksi dan mengalami komplikasi virus corona Covid-19," jelasnya.

Sementara itu, Emma Cox, CEO Endometriosis UK juga mengatakan dalam hal risiko, tidak cukup hanya meneliti 10 persen wanita yang mungkin memiliki endometriosis di rongga dada.

Sehingga, Emma menduga risiko lebih tinggi terinfeksi virus corona Covid-19 tergantung pada letak endometriosis seseorang.

"Beberapa orang memilikinya di paru-paru dan ada pula yang di diafragma. Kami tidak ingin membuat semua orang dengan endometriosis khawatir. Tetapi, kami ingin memberi tahu bahwa mereka mungkin bisa terinfeksi," tuturnya.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS