Penyakit Tidak Menular Jadi Penyebab Kesakitan dan Kematian di Indonesia

Vania Rossa, Lilis Varwati

Rabu, 22 April 2020 | 14:17 WIB
Penyakit Tidak Menular Jadi Penyebab Kesakitan dan Kematian di Indonesia
Ilustrasi diabetes, salah satu penyakit tidak menular. (Shutterstock)

Suara.com - Penyakit tidak menular (PTM) menempati lima besar akibat penyebab kesakitan dan kematian di seluruh Indonesia. Salah satunya adalah diabetes. Dinas Kesehatan DKI Jakarta mendapat laporan bahwa angka pasien diabetes meningkat sebesar 34 persen. 

Kepala Seksi Penyakit Tidak Menular, Kesehatan Jiwa dan NAPZA, dr. Endang Sri Wahyuningsih, MKM, mengatakan bahwa sejak 2010, telah terjadi pergeseran penyakit menular ke penyakit tidak menular. Hal ini menjadi salah satu tantangan pemerintah dalam pembangunan kesehatan masyarakat.

Mengenai penyebab peningkatan jumlah pasien diabetes sendiri, disebutkan Endang dalam media workshop online bersama Dinkes DKI Jakarta dan Nutrifood, Rabu (22/4/2020), bahwa hal ini akibat perubahan perilaku di masyarakat. "Perubahan perilaku seperti kurang bergerak, kurang aktivitas fisik, konsumsi rendah serat, tinggi asupan gula, garam, dan lemak, merokok, alkohol, dan stres," katanya.

"Pada 2015, empat penyakit teratas adalah stroke, jantung sistemik, kanker dan diabetes," tambahnya.

Pembengkakan biaya yang terjadi pada BPJS Kesehatan juga diakibatkan banyaknya pasien PTM. "Pembiayaan terbesar oleh BPJS kesehatan pada 2018 menunjukan hampir sekitar 20 triliun. Terbesar disedot penyakit tidak menular. Pertama jantung disusul kanker," kata Endang.

Berdasarkan data BPJS Kesehatan pada 2018, pembiayaan untuk penyakit jantung sebesar Rp 10,5 triliun; kanker Rp 3,4 triliun; stroke Rp 2,5 triliun; gagal ginjal Rp 2,3 triliun; dan talasemia Rp 490 miliar.

Menurut Endang, risiko PTM biasanya terjadi akibat beberapa faktor. Seperti kebiasaan merokok, kurang makan sayur dan buah, kurang aktivitas fisik, konsumsi alkohol, obesitas, dan obesitas sentral.

"Ini faktor yang dimiliki oleh PTM stroke, jantung, diabetes, dan gagal ginjal. Kalau kita bicara PTM memang tidak bisa lakukan satu penyebab spesifik. Maka kita menyebutnya faktor risiko dan semua faktor risiko berkontribusi PTM. Semua saling terkait," papar Endang.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jadi Salah Satu Penyebab Kematian, Obesitas Dialami 750 Juta Orang di Dunia

Jadi Salah Satu Penyebab Kematian, Obesitas Dialami 750 Juta Orang di Dunia

Health | Senin, 17 Februari 2020 | 15:44 WIB

Orang Indonesia Makin Malas Gerak, Risiko Penyakit Tidak Menular Meningkat

Orang Indonesia Makin Malas Gerak, Risiko Penyakit Tidak Menular Meningkat

Health | Rabu, 15 Januari 2020 | 19:25 WIB

Bahaya Penyakit Tidak Menular Bikin Negara Semakin Rugi, Kok Bisa?

Bahaya Penyakit Tidak Menular Bikin Negara Semakin Rugi, Kok Bisa?

Health | Minggu, 08 Desember 2019 | 21:21 WIB

Terkini

Erin Kerja Apa? Intip Sumber Kekayaan Mantan Istri Andre Taulany

Erin Kerja Apa? Intip Sumber Kekayaan Mantan Istri Andre Taulany

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 11:51 WIB

5 Oven Mini Low Watt untuk Kue dan Masakan, Cocok buat Dapur Minimalis

5 Oven Mini Low Watt untuk Kue dan Masakan, Cocok buat Dapur Minimalis

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 11:50 WIB

AI Makin Pintar dan Serba Bisa: Saatnya Gen Z Harus Punya Pikiran Kritis

AI Makin Pintar dan Serba Bisa: Saatnya Gen Z Harus Punya Pikiran Kritis

Your Say | Senin, 21 September 2026 | 11:50 WIB

Tak Sekadar Umbi Pekarangan, Kimpul Berpotensi Jadi Pangan Bebas Gluten

Tak Sekadar Umbi Pekarangan, Kimpul Berpotensi Jadi Pangan Bebas Gluten

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 11:50 WIB

SKB Buka Jalan bagi Anak Putus Sekolah untuk Kembali Meraih Harapan

SKB Buka Jalan bagi Anak Putus Sekolah untuk Kembali Meraih Harapan

News | Senin, 21 September 2026 | 11:48 WIB

Keji, Pria Pengangguran Rudapaksa Anak Bawah Umur di Kampar

Keji, Pria Pengangguran Rudapaksa Anak Bawah Umur di Kampar

Riau | Senin, 21 September 2026 | 11:47 WIB

Lengkap! Ini Proses Terbentuknya Gunung Anak Krakatau dari Kaldera Purba

Lengkap! Ini Proses Terbentuknya Gunung Anak Krakatau dari Kaldera Purba

Tekno | Senin, 21 September 2026 | 11:46 WIB

Sekolah Rakyat Buka Akses Pendidikan Gratis bagi 44 Ribu Lebih Anak Keluarga Miskin

Sekolah Rakyat Buka Akses Pendidikan Gratis bagi 44 Ribu Lebih Anak Keluarga Miskin

News | Senin, 21 September 2026 | 11:44 WIB

Petaka 2 Batang Kayu Jati: Ayah Dibui demi Sesuap Nasi, Anak di Bojonegoro Mogok Sekolah Dibully

Petaka 2 Batang Kayu Jati: Ayah Dibui demi Sesuap Nasi, Anak di Bojonegoro Mogok Sekolah Dibully

Jatim | Senin, 21 September 2026 | 11:44 WIB

Usai Kasus Jule, Sahroni Kembali Desak Vape Dilarang Total di Indonesia

Usai Kasus Jule, Sahroni Kembali Desak Vape Dilarang Total di Indonesia

News | Senin, 21 September 2026 | 11:39 WIB

×