Jadi Salah Satu Penyebab Kematian, Obesitas Dialami 750 Juta Orang di Dunia

Vania Rossa, Frieda Isyana Putri

Senin, 17 Februari 2020 | 15:44 WIB
Jadi Salah Satu Penyebab Kematian, Obesitas Dialami 750 Juta Orang di Dunia
Perempuan obesitas. [Shutterstock]

Suara.com - Obesitas merupakan kondisi tubuh yang memiliki berat badan atau lemak di tubuh yang berlebih. Umumnya, obesitas dapat diukur menggunakan indeks massa tubuh atau IMT.

Yang mengejutkan, kondisi ini telah menjadi salah satu momok di dunia kesehatan dan bahkan jadi salah satu penyebab kematian terbesar di dunia. Dikutip dari situs worldometers.info, tercatat ada 750.357.175 orang dengan kondisi obesitas di dunia. Data ini terekam secara real-time setiap jamnya.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa jumlah orang dengan kondisi obesitas naik tiga kali lipat sejak 1975. Cukup disayangkan, karena obesitas sesungguhnya bisa dicegah.

WHO menyebut seseorang termasuk dalam kategori obesitas apabila indeks massa tubuhnya lebih dari 30 kg/m2. Indeks massa tubuh bisa didapatkan dengan membagi berat badan dalam kilogram dengan tinggi badan dalam kuadrat.

Tak hanya orang dewasa, anak-anak juga bisa mengalami kondisi ini. WHO mencatat di tahun 2016 ada 41 juta balita yang mengalami kegemukan maupun obesitas. Untuk anak-anak, obesitas bisa dihitung melalui WHO Child Growth Standards.

Apa saja yang menyebabkan obesitas? Menurut WHO, umumnya disebabkan oleh gaya hidup, seperti pola makan tinggi lemak dan kebiasaan sedentari alias berkurangnya aktivitas fisik.

"Perubahan pada pola makan dan aktivitas fisik seringkali jadi hasil perubahan lingkungan dan masyarakat sekitar dengan kekurangan kebijakan pada sektor seperti kesehatan, agrikultur, transportasi, perencanaan wilayah, lingkungan, pemrosesan makanan, pemasaran, dan pendidikan," tulis WHO.

Obesitas tentu memiliki risiko dan konsekuensi tersendiri pada kesehatan. Misalnya penyakit jantung, diabetes, gangguan muskoskeletal, dan sejumlah kanker seperti kanker payudara, ovarium, prostat, liver, ginjal, dan usus.

Sebagai salah satu kondisi kesehatan yang bisa dicegah, WHO menganjurkan beberapa hal berikut untuk dilakukan sebagai upaya mengurangi jumlahnya yang semakin meningkat, antara lain membatasi konsumsi lemak dan gula, meningkatkan konsumsi buah dan sayur, termasuk juga legume, biji-bijian, kacang-kacangan, serta perbanyak aktivitas fisik, setidaknya 60 menit tiap harinya untuk anak-anak dan 150 menit selama satu minggu untuk orang dewasa. 

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pakar: Lebih Penting Memerhatikan Lingkar Perut daripada Berat Badan

Pakar: Lebih Penting Memerhatikan Lingkar Perut daripada Berat Badan

Health | Kamis, 13 Februari 2020 | 21:02 WIB

Orangtua Wajib Tahu, Tips Dokter untuk Cegah Anak Mengalami Obesitas

Orangtua Wajib Tahu, Tips Dokter untuk Cegah Anak Mengalami Obesitas

Health | Sabtu, 08 Februari 2020 | 16:45 WIB

MSG Tak Tepat Takaran Bisa Memicu Obesitas

MSG Tak Tepat Takaran Bisa Memicu Obesitas

Health | Rabu, 05 Februari 2020 | 19:01 WIB

Terkini

Mau Jajan Boost Lebih Hemat? Ada Diskon 25% untuk Pengguna BRI Kartu Kredit

Mau Jajan Boost Lebih Hemat? Ada Diskon 25% untuk Pengguna BRI Kartu Kredit

Jatim | Jum'at, 18 September 2026 | 00:02 WIB

Cuaca Panas Makin Segar, Ada Diskon 25% di Boost dengan BRI Kartu Kredit

Cuaca Panas Makin Segar, Ada Diskon 25% di Boost dengan BRI Kartu Kredit

Jogja | Kamis, 17 September 2026 | 23:55 WIB

Promo BRI Kartu Kredit di Boost, Dapatkan Diskon 25% hingga 31 Desember 2026

Promo BRI Kartu Kredit di Boost, Dapatkan Diskon 25% hingga 31 Desember 2026

Jawa Tengah | Kamis, 17 September 2026 | 23:50 WIB

Nikmati Jus dan Smoothies di Boost dengan Diskon 25% Pakai BRI Kartu Kredit

Nikmati Jus dan Smoothies di Boost dengan Diskon 25% Pakai BRI Kartu Kredit

Jabar | Kamis, 17 September 2026 | 23:45 WIB

Jajan di Boost Lebih Hemat, Ada Diskon 25% Pakai BRI Kartu Kredit Visa Contactless

Jajan di Boost Lebih Hemat, Ada Diskon 25% Pakai BRI Kartu Kredit Visa Contactless

Jakarta | Kamis, 17 September 2026 | 23:31 WIB

KA Ijen Ekspres Tertemper Mobil di Jember, Satu Orang Tewas Meninggal

KA Ijen Ekspres Tertemper Mobil di Jember, Satu Orang Tewas Meninggal

Jatim | Kamis, 17 September 2026 | 23:16 WIB

Warga dan Keluarga Penumpang KM Virgo Transport 8 di Tulungagung Gelar Doa Bersama

Warga dan Keluarga Penumpang KM Virgo Transport 8 di Tulungagung Gelar Doa Bersama

Jatim | Kamis, 17 September 2026 | 23:03 WIB

BBPOM Surabaya Sita 2.523 Obat Tradisional Ilegal di Bangkalan

BBPOM Surabaya Sita 2.523 Obat Tradisional Ilegal di Bangkalan

Jatim | Kamis, 17 September 2026 | 22:51 WIB

Cukup Pakai BRI Kartu Kredit Visa Contactless, Dapatkan Diskon 25% Produk Jus Buah Boost

Cukup Pakai BRI Kartu Kredit Visa Contactless, Dapatkan Diskon 25% Produk Jus Buah Boost

Lampung | Kamis, 17 September 2026 | 22:45 WIB

Rekonstruksi Penyekapan Berujung Kematian di Sumedang, Korban Diikat Jadi Sorotan

Rekonstruksi Penyekapan Berujung Kematian di Sumedang, Korban Diikat Jadi Sorotan

Jabar | Kamis, 17 September 2026 | 22:44 WIB

×