Psikiater: Kecemasan dan Ketakutan pada Virus Corona Covid-19 Bisa Menular

Kamis, 23 April 2020 | 14:52 WIB
Psikiater: Kecemasan dan Ketakutan pada Virus Corona Covid-19 Bisa Menular
Ilustrasi kesehatan mental. (Unsplash/Nik Macmillan)

Suara.com - Wabah virus corona Covid-19 tidak hanya memengaruhi secara fisik, tetapi juga kesehatan mental pasien maupun orang yang harus diam di rumah aja.

Situasi ini tentu bukan hal mudah bagi petugas medis yang berada di garis terdepan melawan corona Covid-19. Para ahli kesehatan mental pun mulai mengkhawatirkan dampak jangka panjang dari virus corona Covid-19.

Menurut Dr Anna Yusim, psikiater dan staf pengajar Yale yang berbasis di New York, ketakutan dan kecemasan sama menularnya dengan virus corona Covid-19.

"Petugas medis harus menyelesaikan masalah trauma akibat virus corona Covid-19 ini pada setiap pasien," jelasnya dikutip dari Fox News.

Sebuah studi oleh Yayasan Kaiser Kaluarga (KFF) yang diambil pada akhir Maret 2020 ,menemukan bahwa 45 persen reponden merasa bahwa kekhawatiran dan stres akibat virus corona Covid-19 menimbulkan efek negatif pada kesehatan mentalnya.

"Sekarang kita berada dalam situasi yang tidak seperti biasanya. Selalu ada kabar kematian di tengah pandemi corona Covid-19 dan ada begitu banyak ketidakpastian yang dirasakan semua orang," kata Yusim.

Ilustrasi kesehatan mental. (Unsplash/Nik Shuliahin)
Ilustrasi kesehatan mental. (Unsplash/Nik Shuliahin)

Sebelumnya, Yusim sudah menjalani praktik sebagai psikiater selama satu dekade dan telah merawat sekitar 1.200 pasien sepanjang karirsnya.

Saat wabah virus corona Covid-19 sekarang ini, Yusim bertugas membantu pasien yang khawatir akan infeksi virus mematikan ini karena tertular bersama suaminya.

Mulanya, pasien itu menghadiri pesta pada 9 Maret 2020. Mereka mulai mengalami gejala virus corona Covid-19 setelah satu hingga 2 hari dari pesta.
Mereka tergolong mengalami gejala virus corona Covid-19 ringan, meskipun suaminya sempat menjalani perawatan rumah sakit. Tetapi, keduanya sudah dinyatakan pulih dari virus corona Covid-19.

Baca Juga: Enam Hal yang Bisa Memicu Stres Pada Anak

Sejak pandemi virus corona Covid-19. Yusim mengaku jam kerjanya semakin sibuk. Kini, ia merawak sekitar 150 pasien, termasuk para petugas medis yang berhadapan langsung dengan pasien corona Covid-19.

Yusim bercerita salah satu pasiennya yang petugas medis ketakutan terular virus corona Covid-19 ketika menangani pasien, terlebih ketersediaan APD (Alat Pelindung Diri) sangat terbatas.

"Terutama sekarang kita melihat bahwa orang yang lebih muda dan sehat bisa berakhir dengan bantuan ventilator dan mati. Kita tidak merasa seperti dilindungi oleh rumah sakit atau pemerintah kami," kata seorang pasien Yusim.

Namun, mereka bersyukur memiliki ahli kesehatan mental di rumah sakitnya yang bisa menjadi tempat tujuan petugas medis. Sebuah laporan dalam New England Journal of Medicine tentang Mental Health and the COVID -19 Pandemic menemukan bahwa kebanyakan orang tabah dan tidak menyerah pada psikopatologi setelah pandemi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Love Language Apa yang Paling Menggambarkan Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI