Penelitian: Puasa Dapat Membantu Tubuh Melawan Virus Corona Covid-19

Vania Rossa | Dini Afrianti Efendi | Suara.com

Jum'at, 24 April 2020 | 08:38 WIB
Penelitian: Puasa Dapat Membantu Tubuh Melawan Virus Corona Covid-19
Ilustrasi berpuasa (Shutterstock)

Suara.com - Hari ini, Jumat (24/4/2020), adalah hari pertama umat Islam menjalankan ibadah puasa di tengah masa pandemi Corona Covid-19.

Meski berlangsung di tengah segala keterbatasan, ada secercah harapan bagi kita tentang manfaat puasa bagi perang melawan pandemi virus corona ini.

Ahli Gizi UGM (Universitas Gajah Mada) R. Dwi Budiningsari, SP., M.Kes., Ph.D., berpendapat puasa sangat baik untuk meningkatkan sistem kekebalan atau imunitas tubuh.

"Penelitian menyebutkan puasa dapat meningkatkan kekebalan. Begitu juga sebaliknya, belum ada penelitian yang menyatakan puasa meningkatkan risiko infeksi Covid-19," jelas Dwi mengutip situs UGM.ac.id, Jumat (24/4/2020).

Ketua Program Studi Gizi Kesehatan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FKKMK) UGM itu juga mengatakan puasa bisa memperbaiki jaringan sel yang rusak. Berpuasa selama 30 hari bisa merangsang tubuh untuk memproduksi sel darah putih baru.

Ini artinya, puasa bisa meregenerasi seluruh sistem kekebalan tubuh. Sistem kekebalan tubuh yang diperbarui akan semakin menguatkan tubuh untuk menangkal berbagai infeksi bakteri dan virus serta penyakit lainnya.

Sementara itu, kualitas dan kuantitas asupan nutrisi yang dikonsumsi saat berbuka atau saat sahur sangat memengaruhi sistem kekebalan tubuh.

Orang yang mengalami malnutrisi akan rentan terhadap infeksi Covid-19. Sedangkan bagi yang bergizi baik, kebutuhan energinya tercukupi, akan berpotensi besar bisa melawan Covid-19.

Setidaknya ada tiga alasan mengapa asupan gizi harus terpenuhi, karena gizi sebagai sumber energi, mengatur tubuh agar sehat dan bugar sehingga sistem kekebalan tubuh terjaga, dan untuk pertumbuhan.

Disebutkan juga puasa bisa membantu detoksifikasi tubuh. Selama berpuasa, dapat membantu tubuh menghilangkan berbagai racun yang disimpan dalam tubuh. Misalnya, zat adiktif dalam makanan seperti pengawet dan pewarna makanan.

Puasa juga bisa mengurangi kadar lemak tubuh. Seperti diketahui kelebihan lemak tubuh bisa merusak keseimbangan sistem kekebalan tubuh manusia.

Lemak yang banyak akan memicu produksi sel, yang menyebabkan peradangan pada organ tubuh, memicu munculnya penyakit pembuluh darah dan masalah kesehatan lainnya.

"Bagi mereka yang kelebihan lemak, menurunkan berat badan sama artinya dengan mereka meningkatkan kekebalan tubuh mereka," tutup Kepala Asosiasi Ahli Gizi dan Makanan DIY (PERGIZI Food) itu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Banyak yang Dihentikan, Uji Coba Obat Potensial Covid-19 Tak Berhasil

Banyak yang Dihentikan, Uji Coba Obat Potensial Covid-19 Tak Berhasil

News | Jum'at, 24 April 2020 | 08:23 WIB

Ini Tips Agar Puasa Tetap Nyaman Bagi Penderita GERD

Ini Tips Agar Puasa Tetap Nyaman Bagi Penderita GERD

Health | Jum'at, 24 April 2020 | 08:10 WIB

Dari Senin Sampai Sabtu, Ini Rekomendasi Menu Untuk Berbuka dan Sahur!

Dari Senin Sampai Sabtu, Ini Rekomendasi Menu Untuk Berbuka dan Sahur!

Lifestyle | Jum'at, 24 April 2020 | 07:05 WIB

Terkini

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB