Para Ahli Khawatirkan Wabah Salamander, Patogen yang Mirip Virus Corona

Yasinta Rahmawati | Suara.com

Jum'at, 24 April 2020 | 08:58 WIB
Para Ahli Khawatirkan Wabah Salamander, Patogen yang Mirip Virus Corona
Ilustrasi salamander. [Shutterstock]

Suara.com - Sebuah patogen baru dari Asia yang memiliki kemiripan dengan virus corona menyebar di dalam distrik Ruhr Jerman, disebut sebagai wabah salamander.

Menurut German Press Agency (dpa) yang dilansir oleh Express, patogen baru itu adalah jamur kulit yang mematikan, Batrachochytrium salamandrivorans, lebih dikenal sebagai "Bsal". Ia menimbulkan ancaman dan bisa mematikan bagi hewan tertentu.

Jamur ini sangat berbahaya bagi salamander api, amfibi yang dikenal karena tubuh hitamnya dengan tanda kuning cerah, dan kadal jambul. Mereka termasuk spesies yang dilindungi di Jerman.

Pakar kesejahteraan hewan Dortmund, Hans-Dieter Otterbein, untuk organisasi konservasi alam Agard menjelaskan bahwa jamur kulit kemungkinan besar berasal dari Asia, namun wilayah pastinya masih belum jelas.

Patogen berbahaya pertama kali muncul di Rhine-Westphalia Utara di Eifel utara tetapi telah menyebar ke daerah Ruhr dan menyebabkan penurunan yang signifikan dalam jumlah salamander api di sana.

Pakar perlindungan hewan Otterbein mengatakan bahwa wabah salamander juga merupakan ancaman serius bagi kelangsungan hidup amfibi ekor Eropa lainnya.

Menurut ahli, Bsal pertama kali terdeteksi di Essen pada 2018, kemudian di Bochum, Witten. Lalu sejak akhir 2019, pada beberapa salamander api di hutan di Dortmund.

Ilustrasi salamander (Shutterstock).
Ilustrasi salamander (Shutterstock).

Pakar pun melihat koneksi yang mencolok antara Bsal dengan virus corona Covid-19, yang saat ini menyapu seluruh dunia dan menyebabkan ribuan kematian.

Otterbein telah memperhatikan bahwa jamur kulit muncul paling menonjol di daerah-daerah berpenduduk padat, di mana banyak orang berkumpul. Akibatnya, ia menyerukan agar rantai infeksi segera diputus, seperti halnya pandemi corona.

Tapi dia mencatat perbedaan antara kedua penyakit itu adalah bahwa Covid-19 adalah virus, sedangkan Bsal menginfeksi dengan spora jamur.

Spora jamur ini sebagian besar ditemukan di tanah hutan. Lalu akan dibawa misalnya oleh lumpur di sepatu atau sepeda.

Ilustrasi (Pixabay Free Photos)
Ilustrasi (Pixabay Free Photos)

Lumpur yang terkontaminasi kemudian dipindahkan ke daerah lain, di mana jamur kemudian dapat berkecambah dan menyebar lebih jauh.

Akibatnya, ahli meminta pendaki, pengendara sepeda, pemancing, rimbawan dan pemburu atau siapa pun yang berjalan melalui daerah pedesaan, untuk mendisinfeksi sepatu dan peralatan mereka jika bersentuhan dengan tanah hutan.

Dia juga menyarankan pejalan kaki anjing untuk menjaga hewan peliharaan mereka di kalung anjing, karena spora juga dapat disebarkan oleh anjing yang berlari melalui hutan

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Penelitian: Puasa Dapat Membantu Tubuh Melawan Virus Corona Covid-19

Penelitian: Puasa Dapat Membantu Tubuh Melawan Virus Corona Covid-19

Health | Jum'at, 24 April 2020 | 08:38 WIB

Banyak yang Dihentikan, Uji Coba Obat Potensial Covid-19 Tak Berhasil

Banyak yang Dihentikan, Uji Coba Obat Potensial Covid-19 Tak Berhasil

News | Jum'at, 24 April 2020 | 08:23 WIB

Pesan Makanan Lewat Ojol di Tengah Pandemi Covid-19, Amankah dari Corona?

Pesan Makanan Lewat Ojol di Tengah Pandemi Covid-19, Amankah dari Corona?

Health | Jum'at, 24 April 2020 | 07:45 WIB

Terkini

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Health | Kamis, 19 Maret 2026 | 13:49 WIB

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Health | Rabu, 18 Maret 2026 | 07:05 WIB

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Health | Selasa, 17 Maret 2026 | 15:31 WIB

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 17:14 WIB

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 16:49 WIB

Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi

Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 15:52 WIB

Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga

Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 11:54 WIB

Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan

Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 09:18 WIB

Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal

Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal

Health | Sabtu, 14 Maret 2026 | 14:38 WIB

Membangun Benteng Kesehatan Keluarga: Pentingnya Vaksinasi dari Anak hingga Dewasa

Membangun Benteng Kesehatan Keluarga: Pentingnya Vaksinasi dari Anak hingga Dewasa

Health | Jum'at, 13 Maret 2026 | 14:04 WIB