Keren! Laboratorium Indonesia Ini Bikin APD Face Shield dari 3D Printer

Bimo Aria Fundrika, Frieda Isyana Putri

Sabtu, 25 April 2020 | 15:49 WIB
Keren! Laboratorium Indonesia Ini Bikin APD Face Shield dari 3D Printer
Produksi Face Shiled dengan printer 3D. (dok: Lab. Integrated Digital Design ITS)

Suara.com - Laboratorium Indonesia Ini Bikin APD Face Shield dari 3D Printer

Isu kelangkaan Alat Pelindung Diri (APD) bagi tenaga medis sempat mencuat seiring dengan peningkatan virus corona atau Covid-19. Kondisi tersebut tentu berbahaya karena menempatkan tenaga medis dalam risiko tertular penyakit yang seringkali mematikan tersebut.

Menjawab keresahan tersebut, Kepala Lab. Integrated Digital Design (iDIG) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Djoko Kuswanto, bersama dengan Asosiasi Printer Tridimensi Indonesia bergerak memproduksi APD dalam bentuk face shield.

"Kami menginisiasi bagaimana caranya printer 3D bisa berperan untuk membuat APD. Yang kami pilih adalah face shield," kata Djoko dalam Dialog Online 'Relawan Bersinergi di Tengah Pandemi', Jumat (24/4/2020).

Produksi Face Shiled dengan printer 3D. (dok: Lab. Integrated Digital Design ITS)
Produksi Face Shiled dengan printer 3D. (dok: Lab. Integrated Digital Design ITS)

Selain menjadi dosen di ITS, Djoko juga menjadi medical engineer di Rumah Sakit Universitas Airlangga. Hal ini menjadi pertimbangan dalam memilih face shield tersebut. Sebab, face shield adalah satu-satunya APD yang bukan alat kesehatan.

Gerakan ini sudah mempunyai website di printridi.com dan relawan berjumlah 43 orang di banyak tempat. Kebanyakan produksi 3D printer memang berada di pulau Jawa.

Ada dua produk face shield yang dibuat. Satu berbasis printer 3D, yang satu berbasis laser cutting. Alasannya mengapa dipilih dua metode berbeda, disebebkan 3D printer relatif lama dalam mencetak satu produk, kurang lebih 1-1,5 jam.

"Kita di lab ada sekitar 15-18 printer, kebayang mungkin 24 jam cuma bisa berhasil mencetak 100-150 face shield," kata Djoko lagi.

Meski sudah dibantu oleh beberapa tempat, sekitar total 45 printer, dalam sehari hanya bisa memproduksi 250 face shield berbasis 3D printer. Sehingga, Djoko menuturkan mereka berencana mengembangkan produk dari laser cutting yang masih mampu menahan plastik pagar.

Sejalan dengan hal tersebut, mereka mendapatkan dukungan dari Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak. Saat ini produksi mereka masih sekitar 500 pieces per hari, namun mereka sudah diminta untuk meningkatkannya jadi 1.000 pieces per hari.

Target produksi mereka adalah 135 ribu pieces yang nanti akan digunakan oleh tenaga medis dan tenaga lepangan, seperti untuk menyemprotkan disinfektan di kampung-kampung atau untuk yang mengambil jenazah.

Saat ini total produksi sudah mencapai 118 ribu pieces dari target 135 ribu pieces. Stok siap kirim 92 ribu pieces, sementara yang sudah terdistribusi ada 74 ribu pieces.

"Ada kendala karena ongkir sudah mahal, agak-agak terlambat juga. Kita sudah tersebar di 20 provinsi dari 32 provinsi," tutur Djoko.

Banyak respons bagus atas face shield produksinya, terutama karena produk ini tidak membuat plastiknya berembun. Hal ini, menurut Djoko, karena mereka berinovasi membuat celah di bagian atas face shield untuk udara masuk.

"Kita ini bikin yang darurat dulu. Nanti kita bikin yang standar medis yang ada sponsnya," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Apakah Ada Efek Jangka Panjang Pada Pasien Covid-19 yang Sudah Sembuh?

Apakah Ada Efek Jangka Panjang Pada Pasien Covid-19 yang Sudah Sembuh?

Health | Jum'at, 24 April 2020 | 21:00 WIB

Lindungi Diri dari Virus Corona, Lebih Baik Pakai Face Shield atau Masker?

Lindungi Diri dari Virus Corona, Lebih Baik Pakai Face Shield atau Masker?

Health | Selasa, 21 April 2020 | 19:40 WIB

Cegah Covid-19, Bayi Baru Lahir Pakai Face Shield

Cegah Covid-19, Bayi Baru Lahir Pakai Face Shield

Video | Minggu, 19 April 2020 | 07:05 WIB

Terkini

Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf

Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf

Health | Minggu, 31 Mei 2026 | 17:57 WIB

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 21:33 WIB

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 11:18 WIB

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 23:06 WIB

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:41 WIB

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:27 WIB

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:44 WIB

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB