Makan Garam Berlebihan Bisa Turunkan Kekebalan Tubuh, Ini Penyebabnya

Rima Sekarani Imamun Nissa, Shevinna Putti Anggraeni

Selasa, 28 April 2020 | 17:15 WIB
Makan Garam Berlebihan Bisa Turunkan Kekebalan Tubuh, Ini Penyebabnya
Ilustrasi garam. (Shutterstock)

Suara.com - Di tengah pandemi virus corona Covid-19, WHO telah menyarankan semua orang untuk mengonsumsi makanan bernutrisi. Salah satunya, orang disarankan mengurangi konsumsi garam.

Ternyata, makan garam berlebihan bisa melemahkan sisitem kekebalan tubuh terhadap bakteri di ginjal. Penelitian terhadap tikus menemukan garam bisa mengganggu fungsi antibakteri dari jenis sel kekebalan tubuh.

Menurut American Heart Association (AHA), sebanyak 9 dari 10 orang di Amerika Serikat mengonsumsi terlalu banyak garam (natrium klorida). The Dietary Guidelines for Americans, Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan merekomendasikan semua orang jangan mengonsumsi lebih dari 2,3 gram natrium per harinya.

Alasannya, sebanyak 2,3 gram natrium per hari sama dengan 5,8 gram garam. Karena, kelebihan garam makanan bisa meningkatkan tekanan darah, risiko penyakit jantung dan stroke.

Namun dilansir dari Medical News Today, sebuah studi baru dalam Science Translational Medicine menunjukkan pola makan tinggi garam bisa mengganggu sistem kekebalan tubuh dalam menghancurkan bakteri di beberapa organ manusia.

Ilustrasi garam. (Shutterstock)
Ilustrasi garam. (Shutterstock)

Para peneliti di Rumah Sakit Universitas Bonn di Jerman menemukan bahwa diet tinggi garam pada tikus telah memperburuk infeksi bakteri pada ginjalnya, yakni escherichia coli.

Dalam menguji buruknya diet tinggi garam adalah murni efek lokal di ginjal. Para peneliti menginfeksi tikus dengan Listeria dan menemukan adanya infeksi sitemik di seluruh tubuh juga lebih buruk pada diet tinggi garam.

Temuan ini tergolong tidak terduga. Sebab, penelitian sebelumnya menemukan bahwa konsumsi garam berlebih bisa mempercepat penyembuhan infeksi parasit kulit pada hewan.

Kulit bertindak sebagai cadangan garam berlebihan dan sel-sel kekebalan pada kulit yang disebut makrofag menjadi lebih asin dalam kondisi ini.

baca juga

Sebaliknya, neutrofil merupakan kunci bagi tubuh melawan infeksi bakteri ginjal mengalami respons imun yang berbeda. Jenis sel respons imun ini menjadi kurang efektif dalam diet tinggi garam.

Sedangkan, ginjal berfungsi menjaga konsentrasi garam pada tingkat optimal untuk metabolisme dengan mengeluarkan kelebihan natrium di seluruh tubuh.

Studi baru menunjukkan bahwa proses ginjal mengatur kadar natrium darah yang tinggi ini bisa menghambat sistem kekebalan tubuh dan mengganggu kemampuannya melawan infeksi bakteri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mendekati 10 Ribu! Selasa 28 April Pasien Positif Corona Jadi 9.511 orang

Mendekati 10 Ribu! Selasa 28 April Pasien Positif Corona Jadi 9.511 orang

News | Selasa, 28 April 2020 | 16:13 WIB

Di Banyumas, Pengendara Tak Bermasker Bakal Didenda Rp50 Ribu

Di Banyumas, Pengendara Tak Bermasker Bakal Didenda Rp50 Ribu

Jatim | Selasa, 28 April 2020 | 15:58 WIB

Uji Coba Pada Monyet Sukses, Vaksin Covid-19 Siap Diuji ke Manusia

Uji Coba Pada Monyet Sukses, Vaksin Covid-19 Siap Diuji ke Manusia

Health | Selasa, 28 April 2020 | 16:05 WIB

Terkini

Gelombang Panas Lebih Mematikan bagi Lansia, Apakah Sistem Perlindungan Sudah Memadai?

Gelombang Panas Lebih Mematikan bagi Lansia, Apakah Sistem Perlindungan Sudah Memadai?

Health | Jum'at, 10 Juli 2026 | 15:09 WIB

Stimulasi yang Tepat Jadi Kunci Mengembangkan Kecerdasan Multitalenta Anak Sejak Usia Dini

Stimulasi yang Tepat Jadi Kunci Mengembangkan Kecerdasan Multitalenta Anak Sejak Usia Dini

Health | Kamis, 09 Juli 2026 | 16:15 WIB

Jangan Cuma Mengejar Garis Finish, Atlet dan Pelari Perlu Lebih Peduli Kesehatan Sendi dan Tulang

Jangan Cuma Mengejar Garis Finish, Atlet dan Pelari Perlu Lebih Peduli Kesehatan Sendi dan Tulang

Health | Rabu, 08 Juli 2026 | 14:11 WIB

4R Pemulihan yang Wajib Dilakukan Setelah Olahraga, Rahasia Atlet Elite Kembali Prima

4R Pemulihan yang Wajib Dilakukan Setelah Olahraga, Rahasia Atlet Elite Kembali Prima

Health | Rabu, 08 Juli 2026 | 10:57 WIB

Jangan Terkecoh Label Inklusif, Ini 5 Cara Memilih Lingkungan Belajar yang Tepat untuk Anak

Jangan Terkecoh Label Inklusif, Ini 5 Cara Memilih Lingkungan Belajar yang Tepat untuk Anak

Health | Selasa, 07 Juli 2026 | 15:03 WIB

Mendorong Anak Down Syndrome Tumbuh Mandiri Lewat Terapi dan Pelatihan

Mendorong Anak Down Syndrome Tumbuh Mandiri Lewat Terapi dan Pelatihan

Health | Senin, 06 Juli 2026 | 16:40 WIB

Bukan Sekadar Ambil Rapor, Kehadiran Ayah Ternyata Jadi Bekal Penting Anak Menyambut Sekolah

Bukan Sekadar Ambil Rapor, Kehadiran Ayah Ternyata Jadi Bekal Penting Anak Menyambut Sekolah

Health | Sabtu, 04 Juli 2026 | 14:00 WIB

Panas Ekstrem Kian Meluas, 22 Persen Penduduk Dunia Kini Alami Heat Stress

Panas Ekstrem Kian Meluas, 22 Persen Penduduk Dunia Kini Alami Heat Stress

Health | Kamis, 02 Juli 2026 | 18:05 WIB

Indonesia Catat Sejarah Baru dengan Operasi Saluran Cerna Robotik Pertama

Indonesia Catat Sejarah Baru dengan Operasi Saluran Cerna Robotik Pertama

Health | Kamis, 02 Juli 2026 | 15:18 WIB

Ruang Ekspresi dan Bonding Keluarga Jadi Kunci Anak Tumbuh Percaya Diri dan Bahagia

Ruang Ekspresi dan Bonding Keluarga Jadi Kunci Anak Tumbuh Percaya Diri dan Bahagia

Health | Kamis, 02 Juli 2026 | 14:46 WIB

×