Terjadi Lagi, Satu Dokter UGD Bunuh Diri Karena Tertekan oleh Pekerjaannya

Rabu, 29 April 2020 | 16:56 WIB
Terjadi Lagi, Satu Dokter UGD Bunuh Diri Karena Tertekan oleh Pekerjaannya
Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia jatuh pada tanggal 10 September. (Shutterstock)

Suara.com - Seorang dokter yang bertugas di ruang gawat darurat di New York, Dr Lorna Breen (49), yang juga berjuang di garis depan untuk merawat pasien-pasien terinfeksi Covid-19 dilaporkan meninggal dunia.

Bukan karena virus corona, sang ayah, Philip Breen mengabarkan putrinya meninggal akibat bunuh diri pada Minggu (26/4/2020).

Menurutnya, alasan sang dokter berani mengambil keputusan tersebut lantaran tekanan dari pekerjaannya.

Dilansir The Guardian, Lorna Breen bekerja di rumah sakit Allen New York Presbyterian, Manhattan, New York. Lokasi yang dilanda wabah virus corona.

"Dia benar-benar di garis depan. Dia mencoba melakukan pekerjaannya, dan itu membunuhnya," kata sang ayah.

Ayahnya mengatakan bahwa Lorna sempat berbicara dengannya tentang bagaimana pengalamannya dalam merawat pasien membuatnya hancur. Terlebih saat ia dan dokter lain tidak dapat menyelamatkan nyawa pasien Covid-19.

Dr Lorna M Breen (YouTube/WSLS 10)
Dr Lorna M Breen (YouTube/WSLS 10)

Philip mengaku putrinya itu sempat terinfeksi virus corona dan sudah melakukan karantina mandiri selama sekitar satu setengah minggu. Setelah kondisinya membaik, ia kembali bekerja di rumah sakit.

Sang dokter diketahui tidak memiliki penyakit mental, tetapi menurut Philip, Lorna tampak 'menjarak' ketika terakhir kali berbicara dengannya.

Diketahui Lorna mengakhiri hidupnya di Charlottesville, Virgina, tempat ibu dan saudara perempuannya tinggal.

Baca Juga: Relawan Covid-19: Gizi Tidak Diperhatikan, Tenaga Medis Seperti Bunuh Diri

"Korban dibawa ke Rumah Sakit UVA untuk dirawat, tetapi kemudian meninggal karena cedera yang dideritanya sendiri," kata Tyler Hawn, juru bicara Departemen Kepolisian Charlottesville.

Di luar pekerjaan, sang dokter dikenal sebagai seorang yang agamis dan dekat dengan keluarga.

Ilustrasi bunuh diri (Shutterstock).
Ilustrasi bunuh diri (Shutterstock).

Pandemi Covid-19 tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik saja, tetapi juga kesehatan mental. Bahkan hal ini juga memengaruhi kondisi dokter darurat dan tim mereka.

National Institutes of Health mencatat hampir 300 dokter meninggal karena bunuh diri setiap tahunnya.

Philip berharap anaknya dikenang sebagai pahlawan.

"Karena dia adalah korban seperti halnya orang lain yang telah meninggal," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Cek Motor Impian Paling Pas dengan Gaya Hidup, Apakah Sudah Sesuai Isi Dompetmu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Transformasi Geometri dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI