Donald Trump Potong Dana untuk Sekelompok Peneliti akibat Teori Konspirasi

Yasinta Rahmawati, Rosiana Chozanah

Rabu, 29 April 2020 | 17:50 WIB
Donald Trump Potong Dana untuk Sekelompok Peneliti akibat Teori Konspirasi
Ilmuwan sedang melakukan penelitian. [Shutterstock]

Suara.com - Pemerintahan Donald Trump, Presiden Amerika Serikat, tiba-tiba memotong dana untuk kelompok peneliti nirlaba yang melakukan observasi penularan virus antara kelelawar dan manusia. Ini akibat rumor tak berdasar yang mengaitkannya dengan sebuah lembaga penelitian di Wuhan, China.

Kelompok peneliti yang dimaksud adalah EcoHealth Alliance, 'pemburu virus' yang meneliti penyakit menular berbasis di New York. Trump telah memotong semua dana untuk studi selama lima tahun mengenai penularan virus kelelawar ke manusia.

Pemotongan ini muncul setelah desas-desus yang tidak berdasar, menuduh EcoHealth Alliance mengirimkan dana hibah 3,7 juta USD (Rp56,7 miliar) yang diterima mereka dari pemerintah AS untuk mendanai Institut Virologi Wuhan, sebuah laboratorium penelitian China yang memiliki teori konspirasi, tanpa bukti, dituduh menyebarkan virus corona kepada publik.

Dilansir Business Insider, National Institute of Health (NIH), badan kesehatan publik AS yang mengirim hibah penelitian, mengatakan kepada EcoHealth Alliance dalam sebuah email bahwa mereka juga perlu berhenti menghabiskan sisa hibah 2020-nya, senilai sekitar 370 ribu USD (Rp5,6 miliar).

Presiden AS Donald Trump memberikan update pandemi virus corona, 15 April 2020. [AFP]
Presiden AS Donald Trump memberikan update pandemi virus corona, 15 April 2020. [AFP]

"Pada saat ini, NIH tidak percaya bahwa hasil proyek saat ini sejalan dengan tujuan program dan prioritas agensi," tulis wakil direktur NIH dalam surat kepada pimpinan EcoHealth Alliance.

NIH juga mengirim email kepada Peter Daszak, presiden EcoHealth Alliance, beberapa hari sebelum dibekukan, meminta daftar semua tautan China ke studi kelompok tersebut.

EcoHealth Alliance mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka berencana untuk berbicara dengan NIH untuk mengetahui alasan di balik keputusan mereka.

"Selama 20 tahun terakhir organisasi kami telah menyelidiki sumber penyakit yang muncul seperti Covid-19," kata kelompok itu.

"Kami bekerja di Amerika Serikat dan di lebih dari 25 negara dengan lembaga yang telah disetujui sebelumnya oleh lembaga pendanaan federal untuk melakukan penelitian ilmiah penting mencegah pandemi."

baca juga

Daszak pun membantah tuduhan pemerintah AS bahwa tidak ada dana dari hibah yang telah dikirim ke Institut Virologi Wuhan, juga tidak ada kontrak yang ditandatangani oleh mereka.

Fasilitas ini telah menerima lebih dari 3,7 juta USD dana penelitian antara 2014 hingga 2019, dan telah menerbitkan lebih dari 20 makalah ilmiah sejak 2015 tentang bagaimana virus corona menyebar melalui kelelawar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hore! Obat Virus Corona dari Inggris Masuki Uji Klinis Fase 2 Pada Manusia

Hore! Obat Virus Corona dari Inggris Masuki Uji Klinis Fase 2 Pada Manusia

Health | Rabu, 29 April 2020 | 17:00 WIB

55 Persen Tempat Tidur RS Covid-19 di Jabar Sudah Terisi Pasien Corona

55 Persen Tempat Tidur RS Covid-19 di Jabar Sudah Terisi Pasien Corona

Jabar | Rabu, 29 April 2020 | 16:58 WIB

Ahli: Paparan Sinar Matahari 10 Menit Turunkan Risiko Corona Covid-19

Ahli: Paparan Sinar Matahari 10 Menit Turunkan Risiko Corona Covid-19

Health | Rabu, 29 April 2020 | 17:20 WIB

Terkini

Penyadapan Presiden hingga Media Seret Listyo Sigit, Yusril Sebut Posisi Kepala KSP Bisa Diisi Plt

Penyadapan Presiden hingga Media Seret Listyo Sigit, Yusril Sebut Posisi Kepala KSP Bisa Diisi Plt

Sumsel | Selasa, 03 November 2026 | 23:11 WIB

Skandal Sadap Presiden Terbongkar, Prabowo Sudah Tahu tetapi Motifnya Masih Gelap

Skandal Sadap Presiden Terbongkar, Prabowo Sudah Tahu tetapi Motifnya Masih Gelap

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:07 WIB

Yusril Pasang Badan untuk Polri, Penyidikan Kasus Listyo Sigit Akan Objektif

Yusril Pasang Badan untuk Polri, Penyidikan Kasus Listyo Sigit Akan Objektif

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:03 WIB

Temui Guru SD Jadi Tiktoker, Menteri Riefky Resmikan Desa Kreatif di Kebumen

Temui Guru SD Jadi Tiktoker, Menteri Riefky Resmikan Desa Kreatif di Kebumen

Jawa Tengah | Selasa, 03 November 2026 | 23:03 WIB

Listyo Sigit Jadi Tersangka Penyadapan, PDIP Sebut Momentum Kembalikan Marwah Polri

Listyo Sigit Jadi Tersangka Penyadapan, PDIP Sebut Momentum Kembalikan Marwah Polri

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:02 WIB

Di Balik Perjuangan Penanganan Karhutla, Pertamina RU Plaju Dukung Kesehatan Petugas

Di Balik Perjuangan Penanganan Karhutla, Pertamina RU Plaju Dukung Kesehatan Petugas

Sumsel | Selasa, 03 November 2026 | 23:01 WIB

Yusril Bongkar Alasan Listyo Sigit Cs Tak Dijerat Pasal Makar meski Sadap Presiden

Yusril Bongkar Alasan Listyo Sigit Cs Tak Dijerat Pasal Makar meski Sadap Presiden

News | Selasa, 03 November 2026 | 22:59 WIB

Tak Jauh dari Jakarta, Karawang Jadi Pilihan untuk Rehat dari Kesibukan Ibu Kota

Tak Jauh dari Jakarta, Karawang Jadi Pilihan untuk Rehat dari Kesibukan Ibu Kota

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 22:57 WIB

DPR Minta Polri Buka Terang Kasus Penyadapan Presiden, Minta Aktor Intelektual Dibongkar

DPR Minta Polri Buka Terang Kasus Penyadapan Presiden, Minta Aktor Intelektual Dibongkar

News | Selasa, 03 November 2026 | 22:55 WIB

Kasus Penyadapan Prabowo Terbongkar, TNI Diduga Siapkan 20.980 Personel untuk Pengamanan Jakarta

Kasus Penyadapan Prabowo Terbongkar, TNI Diduga Siapkan 20.980 Personel untuk Pengamanan Jakarta

News | Selasa, 03 November 2026 | 22:53 WIB

×