Operasi Lasik untuk Hilangkan Mata Minus, Adakah Efek Sampingnya?

M. Reza Sulaiman, Lilis Varwati

Kamis, 30 April 2020 | 19:50 WIB
Operasi Lasik untuk Hilangkan Mata Minus, Adakah Efek Sampingnya?
Ilustrasi operasi lasik untuk mengobati mata minus. [shutterstock]

Suara.com - Operasi Lasik untuk Hilangkan Mata Minus, Adakah Efek Sampingnya?

Pengobatan dengan operasi merupakan salah satu jalan keluar bagi orang yang memiliki mata minus. Meski begitu, tidak sedikit yang masih enggan melakukannya, karena khawatir akan adanya efek samping. Apa tanggapan dokter mata?

Dokter spesialis mata di rumah sakit Jakarta Eye Center, dr Ferdiriva Hamzah, SpM menegaskan bahwa tindakan lasik sangat aman untuk dilakukan.

"Aman sekali. Tapi memang tindakan kedokteran pasti ada komplikasi yang tidak diinginkan. Tapi sangat jarang terjadi, misalnya infeksi," kata Ferdi saat siaran langsung dengan akun Instagram @jeceyehospital, Kamis (30/4/2020).

Ada beberapa aturan yang memang harus diikuti pasien saat melakukan lasik agar hasil lebih optimal, kata Ferdi.

"Jangan kena air selama tiga hari, mata jangan bergerak-gerak saat tindakan. Karena nanti hasilnya tidak maksimal," ucapnya.

Meski begitu tindakan lasik tidak bisa langsung dilakukan kepada sembarang orang yang memiliki mata minus. Salah satu syaratnya adalah pasien harus berusia 18 tahun ke atas. Selain itu ada screening mata yang harus dilakukan terlebih dahulu.

Ferdi mengatakan, salah satu kondisi mata yang tak bisa dilasik jika kornea mengalami luka.

Operasi Lasik untuk mengobati mata minus. [shutterstock]
Operasi Lasik untuk mengobati mata minus. [shutterstock]

Tetapi jika lasik sudah berhasil dilakukan, menurut Ferdi, kemungkinan kecil mata akan kembali menjadi minus.

baca juga

"Misalnya udah lasik usia 25 tahun lalu 30 tahun pos lasik lagi masih biasa-biasa aja berarti emang udah baik. Untuk mempertahankan supaya gak minus lagi kayanya emang udah stuck di situ. Karen pertumbuhan bola mata akan berhenti diusia 18 tahun," tuturnya.

Namun jika mata terasa lelah dan kering juga kepala pusing dan pegal area bahu saat terlalu lama menatap layar gadget, Ferdi mengatakan bahwa kemungkinan hal itu gejala computer vision sydrom. Yaitu, kumpulan keluhan sakit akibat terlalu lama menatap layar elektronik.

Ferdi mengatakan bahwa mata minus hanya diturunkan dwngan metode lasik atau penggunaan contact lens.

"Tidak ada vitamin yang bisa menurunkan minus. Jadi untuk menurunkan minus hanya dengan tindakan atau contact lens," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hindari Mata Minus, Perlukah Anak Pakai Kacamata Antiradiasi?

Hindari Mata Minus, Perlukah Anak Pakai Kacamata Antiradiasi?

Health | Jum'at, 10 April 2020 | 09:51 WIB

Catat! Faktor Risiko dan Tanda-tanda Mata Minus Pada Anak

Catat! Faktor Risiko dan Tanda-tanda Mata Minus Pada Anak

Health | Kamis, 09 April 2020 | 12:40 WIB

Bikin Mata Sehat, Jangan Lupa Santap 5 Makanan Ini

Bikin Mata Sehat, Jangan Lupa Santap 5 Makanan Ini

Health | Kamis, 02 April 2020 | 19:04 WIB

Terkini

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:28 WIB

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:12 WIB

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Bola | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Bogor | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Banten | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:49 WIB

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:37 WIB

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

Bri | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:28 WIB

×