Catat! Faktor Risiko dan Tanda-tanda Mata Minus Pada Anak

M. Reza Sulaiman | Frieda Isyana Putri
Catat! Faktor Risiko dan Tanda-tanda Mata Minus Pada Anak
Faktor risiko dan tanda-tanda mata minus pada anak. (Shutterstock)

Orang tua wajib tahu, faktor risiko dan tanda-tanda anak memiliki mata minus. Jangan terlambat ditangani ya!

Suara.com - Catat! Faktor Risiko dan Tanda-tanda Mata Minus Pada Anak

Gangguan pada mata mulai dari mata minus, plus, maupun silinder tidak hanya bisa dialami oleh orang dewasa. Menurut dr Zoraya Ariefia Faranthy, SpM, anak-anak pun bisa mengalami mata minus, plus, hingga silinder. Apa saja faktor risikonya?

"Faktor terbesar adalah faktor turunan. Lalu yang kedua adalah faktor kebiasaan," kata dokter yang lebih akrab disapa Ranthy ini dalam Live IG 'Menjaga Kesehatan Mata Anak di Era Digital', Rabu (8/4/2020).

Faktor keturunan atau genetik biasanya disebabkan salah satu orang tua ada yang memiliki riwayat minus, silinder, atau plus berapapun angkanya. Sementara faktor kebiasaan adalah seperti kebiasaan bermain gadget atau membaca buku terlalu lama, sembari berbaring, atau di tempat yang minim cahaya.

Apalagi dengan kebiasaan zaman sekarang yang membuat anak memang lebih dekat dengan gadget dan aktivitas bermain yang lebih banyak di rumah. Hal inilah yang menyebabkan anak-anak pada masa kini lebih banyak mengenakan kacamata.

"Ada juga faktor ortu lebih aware. Jadi karena kita lebih mudah mendapatkan informasi di zaman sekarang ketimbang zaman dulu," sambung dokter yang berpraktik di RS Prikasih Pondok Labu ini.

Ilustrasi pemeriksaan kesehatan mata anak. (Shutterstock)
Ilustrasi pemeriksaan kesehatan mata anak. (Shutterstock)

Misalnya, zaman dulu untuk mengetahui apakah anak kita mengalami gangguan kesehatan mata harus menunggu si anak mengeluh terlebih dahulu. Sekarang bahkan dari sejak melahirkan sudah ditawarkan untuk skrining mata, atau skrining mata saat anak hendak masuk usia sekolah.

"Jadi memang zaman sekarang kita lebih mudahlah untuk mendapat informasi tentang kesehatan mata," kata dr Ranthy.

Lalu, apa saja tanda-tanda anak sudah mulai mengalami masalah di mata? dr Ranthy menyebut tanda-tanda yang paling umum sebagai berikut:

  1. Melihat jarak dekat (lebih merespons pada jarak dekat)
  2. Mengedip berlebihan
  3. Mata mengernyit saat melihat objek yang jauh
  4. Suka mengucek mata

Tanda-tanda tersebut bahkan sudah bisa diketahui pada usia balita sebelum sang anak bisa memberikan keluhan.

Ia juga mengingatkan pada para orang tua untuk mematuhi anjuran dokter agar si anak mengenakan kacamata. Terkadang, ia mengaku, banyak orang tua yang enggan memakaikan kacamata karena berbagai alasan.

Ilustrasi mata minus pada anak (Pixabay/lichdinh)
Ilustrasi mata minus pada anak (Pixabay/lichdinh)

"Sering sekali pasien itu sudah saya resepin pakai kacamata, terus bilang 'Nggak boleh, Dok, sama ayahnya nanti takut ketergantungan'. Ini adalah stigma. Jangan membatasi penggunaan kacamata pada anak karena takut ketergantungan, ini tidak ada hubungannya," tegas dr Ranthy.

Ia melanjutkan, justru kalau kita tidak segera memakaikan kacamata pada anak, ke depannya perkembangan mereka bisa terganggu dan muncul minusnya lebih cepat dan lebih banyak.

Padahal dengan memakaikan kacamata kita bisa memperlambat proses naiknya minus tersebut. Meski memang memakai kacamata tidak bisa menghilangkan masalah pada mata.

"Anak itu bagaimana lingkungannya. kalau lingkungannya mengatakan pakai kacamata itu culun, pakai kacamata itu jelek, otomatis anak itu nggak akan pede pakai kacamata. Tapi kalau orang tua dan guru menyemangati dia untuk pakai kacamata lebih bagus," pungkasnya.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS