Catat! Faktor Risiko dan Tanda-tanda Mata Minus Pada Anak

M. Reza Sulaiman | Frieda Isyana Putri | Suara.com

Kamis, 09 April 2020 | 12:40 WIB
Catat! Faktor Risiko dan Tanda-tanda Mata Minus Pada Anak
Faktor risiko dan tanda-tanda mata minus pada anak. (Shutterstock)

Suara.com - Catat! Faktor Risiko dan Tanda-tanda Mata Minus Pada Anak

Gangguan pada mata mulai dari mata minus, plus, maupun silinder tidak hanya bisa dialami oleh orang dewasa. Menurut dr Zoraya Ariefia Faranthy, SpM, anak-anak pun bisa mengalami mata minus, plus, hingga silinder. Apa saja faktor risikonya?

"Faktor terbesar adalah faktor turunan. Lalu yang kedua adalah faktor kebiasaan," kata dokter yang lebih akrab disapa Ranthy ini dalam Live IG 'Menjaga Kesehatan Mata Anak di Era Digital', Rabu (8/4/2020).

Faktor keturunan atau genetik biasanya disebabkan salah satu orang tua ada yang memiliki riwayat minus, silinder, atau plus berapapun angkanya. Sementara faktor kebiasaan adalah seperti kebiasaan bermain gadget atau membaca buku terlalu lama, sembari berbaring, atau di tempat yang minim cahaya.

Apalagi dengan kebiasaan zaman sekarang yang membuat anak memang lebih dekat dengan gadget dan aktivitas bermain yang lebih banyak di rumah. Hal inilah yang menyebabkan anak-anak pada masa kini lebih banyak mengenakan kacamata.

"Ada juga faktor ortu lebih aware. Jadi karena kita lebih mudah mendapatkan informasi di zaman sekarang ketimbang zaman dulu," sambung dokter yang berpraktik di RS Prikasih Pondok Labu ini.

Ilustrasi pemeriksaan kesehatan mata anak. (Shutterstock)
Ilustrasi pemeriksaan kesehatan mata anak. (Shutterstock)

Misalnya, zaman dulu untuk mengetahui apakah anak kita mengalami gangguan kesehatan mata harus menunggu si anak mengeluh terlebih dahulu. Sekarang bahkan dari sejak melahirkan sudah ditawarkan untuk skrining mata, atau skrining mata saat anak hendak masuk usia sekolah.

"Jadi memang zaman sekarang kita lebih mudahlah untuk mendapat informasi tentang kesehatan mata," kata dr Ranthy.

Lalu, apa saja tanda-tanda anak sudah mulai mengalami masalah di mata? dr Ranthy menyebut tanda-tanda yang paling umum sebagai berikut:

  1. Melihat jarak dekat (lebih merespons pada jarak dekat)
  2. Mengedip berlebihan
  3. Mata mengernyit saat melihat objek yang jauh
  4. Suka mengucek mata

Tanda-tanda tersebut bahkan sudah bisa diketahui pada usia balita sebelum sang anak bisa memberikan keluhan.

Ia juga mengingatkan pada para orang tua untuk mematuhi anjuran dokter agar si anak mengenakan kacamata. Terkadang, ia mengaku, banyak orang tua yang enggan memakaikan kacamata karena berbagai alasan.

Ilustrasi mata minus pada anak (Pixabay/lichdinh)
Ilustrasi mata minus pada anak (Pixabay/lichdinh)

"Sering sekali pasien itu sudah saya resepin pakai kacamata, terus bilang 'Nggak boleh, Dok, sama ayahnya nanti takut ketergantungan'. Ini adalah stigma. Jangan membatasi penggunaan kacamata pada anak karena takut ketergantungan, ini tidak ada hubungannya," tegas dr Ranthy.

Ia melanjutkan, justru kalau kita tidak segera memakaikan kacamata pada anak, ke depannya perkembangan mereka bisa terganggu dan muncul minusnya lebih cepat dan lebih banyak.

Padahal dengan memakaikan kacamata kita bisa memperlambat proses naiknya minus tersebut. Meski memang memakai kacamata tidak bisa menghilangkan masalah pada mata.

"Anak itu bagaimana lingkungannya. kalau lingkungannya mengatakan pakai kacamata itu culun, pakai kacamata itu jelek, otomatis anak itu nggak akan pede pakai kacamata. Tapi kalau orang tua dan guru menyemangati dia untuk pakai kacamata lebih bagus," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kacamata Ion Ramai Dijual Online, Benarkah Bisa Atasi Mata Minus?

Kacamata Ion Ramai Dijual Online, Benarkah Bisa Atasi Mata Minus?

Health | Selasa, 19 November 2019 | 09:05 WIB

Orthokeratology, Metode Koreksi Mata Minus dan Silinder Tanpa Operasi

Orthokeratology, Metode Koreksi Mata Minus dan Silinder Tanpa Operasi

Health | Rabu, 13 November 2019 | 17:30 WIB

Intens Main Ponsel Padahal Punya Mata Minus, Mata Remaja Ini Rusak Parah

Intens Main Ponsel Padahal Punya Mata Minus, Mata Remaja Ini Rusak Parah

Health | Senin, 21 Oktober 2019 | 14:10 WIB

Terkini

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Health | Jum'at, 20 Maret 2026 | 13:04 WIB

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Health | Kamis, 19 Maret 2026 | 13:49 WIB

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Health | Rabu, 18 Maret 2026 | 07:05 WIB

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Health | Selasa, 17 Maret 2026 | 15:31 WIB

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 17:14 WIB

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 16:49 WIB

Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi

Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 15:52 WIB

Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga

Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 11:54 WIB

Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan

Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 09:18 WIB

Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal

Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal

Health | Sabtu, 14 Maret 2026 | 14:38 WIB