Ditemukan Komplikasi Langka pada Beberapa Anak dengan Covid-19

Yasinta Rahmawati

Senin, 04 Mei 2020 | 18:30 WIB
Ditemukan Komplikasi Langka pada Beberapa Anak dengan Covid-19
Ilustrasi anak sakit. (Shutterstock)

Suara.com - Hanya sedikit kematian anak yang terkait dengan virus corona Covid-19 dilaporkan di Amerika Serikat (AS). Data awal kasus Covid-19 pada anak-anak menunjukkan bahwa penyakitnya relatif ringan.

Namun baru-baru ini, laporan tentang komplikasi serius yang berpotensi terjadi pada anak-anak telah mulai muncul di AS dan Eropa.

Sejumlah anak telah mengembangkan peradangan berbahaya di sekitar jantung dan organ lainnya, demikian dilansir dari Today.

Ini mirip dengan kondisi langka yang disebut penyakit Kawasaki , yang menyebabkan pembengkakan arteri koroner, terutama pada anak-anak.

Upaya mengumpulkan data tentang bagaimana virus Covid-19 mempengaruhi anak-anak pada tahap awal dilakukan The Pediatric Infectious Diseases Transplantasi Jaringan berkoordinasi dengan Rumah Sakit Penelitian St Jude Children dan rumah sakit anak-anak besar lainnya di seluruh negeri.

Tidak jelas mengapa sebagian besar anak tampaknya selamat. Bisa jadi anak-anak cenderung tidak memiliki masalah kesehatan kronis yang sama, seperti tekanan darah tinggi atau diabetes tipe 2 pada orang dewasa.

Bisa juga bahwa sistem kekebalan tubuh anak-anak tidak bereaksi terhadap infeksi virus corona ini dengan respons hiper-inflamasi yang sama yang telah didokumentasikan pada orang dewasa.

"Ini sangat membingungkan," kata Dr. Adrienne Randolph, seorang dokter perawatan kritis senior di Rumah Sakit Anak Boston, mengatakan. "Ada apa dengan sistem kekebalan mereka dan reaksi kekebalan mereka terhadap virus yang membuatnya jadi mereka benar-benar tidak sakit?"

"Sejumlah besar data yang berfokus pada risiko Covid-19 di antara kaum muda adalah penting, karena ketika vaksin tersedia, itu mungkin tidak akan tersedia untuk semua orang segera," kata Randolph.

baca juga

Spesialis penyakit menular anak-anak menekankan bahwa komplikasi dari coronavirus jarang terjadi pada anak-anak, suatu kecenderungan yang telah diamati di negara-negara lain juga.

"Kami memiliki data dari China, kami memiliki data dari Italia, dan bagian lain di Eropa, serta sekarang beberapa data awal di Amerika Serikat bahwa sebagian besar kasus anak-anak tampaknya berkisar dari gejala tanpa gejala hingga gejala ringan," jelas Randolph.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Penyakit Demam Berdarah Mengintai di Tengah Wabah COVID-19

Penyakit Demam Berdarah Mengintai di Tengah Wabah COVID-19

Your Say | Senin, 04 Mei 2020 | 16:52 WIB

Alhamdulillah, Yogyakarta dan 17 Provinsi Lain Hari Ini Nihil Kasus Corona

Alhamdulillah, Yogyakarta dan 17 Provinsi Lain Hari Ini Nihil Kasus Corona

News | Senin, 04 Mei 2020 | 16:43 WIB

Harus Segera Ditangani Medis, Kenali Empat Gejala Serius Covid-19

Harus Segera Ditangani Medis, Kenali Empat Gejala Serius Covid-19

Health | Senin, 04 Mei 2020 | 16:40 WIB

Terkini

Dukung Penuh Program 3 Juta Rumah, BRI Perkuat Sinergi Ekosistem Perumahan di Jakarta

Dukung Penuh Program 3 Juta Rumah, BRI Perkuat Sinergi Ekosistem Perumahan di Jakarta

Bisnis | Jum'at, 18 September 2026 | 17:23 WIB

Mengapa Wajah Pelaku Penendangan di Senayan City Diblur Polisi? Ini Penjelasan Polda Metro

Mengapa Wajah Pelaku Penendangan di Senayan City Diblur Polisi? Ini Penjelasan Polda Metro

News | Jum'at, 18 September 2026 | 17:22 WIB

Modal 7 Video Rekayasa Tambak Ikan, Mahasiswa di Way Kanan Kuras Tabungan Korban Rp700 Juta

Modal 7 Video Rekayasa Tambak Ikan, Mahasiswa di Way Kanan Kuras Tabungan Korban Rp700 Juta

Lampung | Jum'at, 18 September 2026 | 17:19 WIB

Debu Proyek Reklamasi KCN Terbang ke Rumah Warga, Sehari Bisa Nyapu-Ngepel 5 Kali

Debu Proyek Reklamasi KCN Terbang ke Rumah Warga, Sehari Bisa Nyapu-Ngepel 5 Kali

News | Jum'at, 18 September 2026 | 17:16 WIB

365 Repeat The Year, Thriller Time Travel dengan Alur Penuh Plot Twist

365 Repeat The Year, Thriller Time Travel dengan Alur Penuh Plot Twist

Your Say | Jum'at, 18 September 2026 | 17:10 WIB

Malaysia Turun Tangan Bantu Padamkan Karhutla RI: Kirim Pesawat hingga 52 Anggota Pemadam

Malaysia Turun Tangan Bantu Padamkan Karhutla RI: Kirim Pesawat hingga 52 Anggota Pemadam

News | Jum'at, 18 September 2026 | 17:08 WIB

Heboh 25 Merek Beras Gizi Palsu, Pemkot Bandar Lampung Sidak Pasar dan Ancam Tarik Paksa Produk

Heboh 25 Merek Beras Gizi Palsu, Pemkot Bandar Lampung Sidak Pasar dan Ancam Tarik Paksa Produk

Lampung | Jum'at, 18 September 2026 | 17:07 WIB

Sampah Organik 14 Pasar di Kota Makassar Jadi Pakan Ternak Sapi

Sampah Organik 14 Pasar di Kota Makassar Jadi Pakan Ternak Sapi

Sulsel | Jum'at, 18 September 2026 | 17:06 WIB

Bahaya Kabut Asap Karhutla: Bisa Turunkan Fungsi Paru hingga Picu Kanker

Bahaya Kabut Asap Karhutla: Bisa Turunkan Fungsi Paru hingga Picu Kanker

News | Jum'at, 18 September 2026 | 17:00 WIB

Memahami Trauma Loop Ibu: Apakah Bisa Berdampak pada Pola Asuh Anak?

Memahami Trauma Loop Ibu: Apakah Bisa Berdampak pada Pola Asuh Anak?

Your Say | Jum'at, 18 September 2026 | 17:00 WIB

×