Ilmuwan China Ungkap Alasan Covid-19 Sulit Dimusnahkan Secara Total

Bimo Aria Fundrika | Suara.com

Selasa, 05 Mei 2020 | 03:57 WIB
Ilmuwan China Ungkap Alasan Covid-19 Sulit Dimusnahkan Secara Total
Ilustrasi Pasien Covid-19. (Pexels)

Suara.com - Ilmuwan China Ungkap Alasan Covid-19 Sulit Dimusnahkan Secara Total

Sejumlah ilmuwan telah memprediksi tentang perkembangan terkini virus corona atau Covid-19. Belum lama ini, ilmuwan top China mengatakan virus ini tidak akan bisa dieradikasi atau dimusnahkan total.

Pendapat itu mendukung kemungkinan bahwa virus tu akan kembali dalam gelombang seperti flu. Ini lantaran virus itu telah menginfeksi orang dengan tanpa gejala.

Kelompok asimptomatik ini membuat sulit untuk sepenuhnya memutus virus karena mereka tidak bergejala. Demikian ungkap sekelompok peneliti virus dan China seperti dilansir dari Times of India.

Ilustrasi pasien menggunakan alat bantu pernapasan. (Shutterstock)
Ilustrasi pasien menggunakan alat bantu pernapasan. (Shutterstock)

Saat SARS dahulu, mereka yang terinfeksi menjadi sakit parah. Begitu mereka dikarantina dari yang lain, virus itu berhenti menyebar. Sebaliknya, China masih menemukan lusinan kasus virus corona yang tidak bergejala setiap hari meskipun mengendalikan epidemi.

"Ini sangat mungkin menjadi epidemi yang hidup berdampingan dengan manusia untuk waktu yang lama, menjadi musiman dan berkelanjutan dalam tubuh manusia," kata Jin Qi, direktur Institute of Pathogen Biology di China.

Anthony Fauci, direktur Institut Alergi dan Penyakit Menular Nasional AS, mengatakan bulan lalu bahwa Covid-19 dapat menjadi penyakit musiman seperti yang dibuktikan oleh kasus-kasus yang sekarang muncul di negara-negara di belahan bumi selatan yang terlambat memasuki musim dingin.

Sementara itu, beberapa orang,  termasuk Presiden A.S. Donald Trump telah menyatakan harapan bahwa penyebaran virus akan melambat ketika suhu di negara-negara belahan bumi utara meningkat pada musim panas. Namun, para ahli China pada hari Senin mengatakan bahwa mereka tidak menemukan bukti untuk ini.

"Virus ini peka terhadap panas, tetapi saat itulah ia terpapar 56 derajat Celcius selama 30 menit dan cuaca tidak akan pernah sepanas itu," kata Wang Guiqiang, kepala departemen penyakit menular Rumah Sakit Pertama Universitas Peking.

"Jadi secara global, bahkan selama musim panas, kemungkinan kasus turun secara signifikan kecil."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ditemukan Komplikasi Langka pada Beberapa Anak dengan Covid-19

Ditemukan Komplikasi Langka pada Beberapa Anak dengan Covid-19

Health | Senin, 04 Mei 2020 | 18:30 WIB

Harus Segera Ditangani Medis, Kenali Empat Gejala Serius Covid-19

Harus Segera Ditangani Medis, Kenali Empat Gejala Serius Covid-19

Health | Senin, 04 Mei 2020 | 16:40 WIB

Pemerintah AS segera Distribusikan Remdesivir untuk Pasien Covid-19

Pemerintah AS segera Distribusikan Remdesivir untuk Pasien Covid-19

Health | Senin, 04 Mei 2020 | 14:22 WIB

Terkini

Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?

Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?

Health | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:35 WIB

Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat

Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat

Health | Selasa, 05 Mei 2026 | 08:24 WIB

Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik

Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik

Health | Senin, 04 Mei 2026 | 22:10 WIB

Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien

Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien

Health | Senin, 04 Mei 2026 | 15:07 WIB

Berat Badan Tak Kunjung Naik? Susu Flyon Jadi Salah Satu Solusi yang Dilirik

Berat Badan Tak Kunjung Naik? Susu Flyon Jadi Salah Satu Solusi yang Dilirik

Health | Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:00 WIB

Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda

Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda

Health | Kamis, 30 April 2026 | 18:40 WIB

Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini

Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini

Health | Kamis, 30 April 2026 | 11:49 WIB

Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif

Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif

Health | Kamis, 30 April 2026 | 11:38 WIB

Studi Ungkap Mikroplastik Ditemukan di Dalam Tubuh Manusia, Bisa Picu Gangguan Pencernaan

Studi Ungkap Mikroplastik Ditemukan di Dalam Tubuh Manusia, Bisa Picu Gangguan Pencernaan

Health | Kamis, 30 April 2026 | 10:50 WIB

Kebutuhannya Berbeda dengan Dewasa, Ini 5 Alasan Si Kecil Perlu ke Dokter Gigi Anak

Kebutuhannya Berbeda dengan Dewasa, Ini 5 Alasan Si Kecil Perlu ke Dokter Gigi Anak

Health | Kamis, 30 April 2026 | 06:08 WIB