Menkes Taiwan Dipuji karena Berhasil Redam Wabah Corona Covid-19

Vania Rossa, Lilis Varwati

Selasa, 05 Mei 2020 | 14:00 WIB
Menkes Taiwan Dipuji karena Berhasil Redam Wabah Corona Covid-19
Ilustrasi Wabah Corona COVID-19 [Unsplash/Martin sanchez]

Suara.com - Menteri kesehatan Taiwan Chen Shih-chung dianggap sebagai pahlawan di negaranya, karena berhasil menangani wabah Corona Covid-19.

Bahkan ada pepatah populer di Taiwan selama wabah virus corona yang ditujukan sebagai penghormatan kepada Chen. "Jika Anda pergi searah jarum jam, Anda akan menang. Jika Anda pergi berlawanan arah jarum jam, Anda akan kalah."

Mengutip dari laman SCMP, nama Shih-chung mirip dengan kata "jam" dalam bahasa Cina. Sehingga arti pepatah itu berarti, ikuti instruksi Chen dan selamat, atau abaikan saja dan Anda kalah.

Sebagai Menteri Kesehatan, Chen ditunjuk untuk memimpin Pusat Komando Epidemi Sentral Taiwan sejak Januari. Sejak mengumumkan kasus pertama Covid-19 pada 21 Januari 2020, total jumlah kasus di Taiwan hanya 429 dan enam kematian.

Sejak Jumat (1/5) lalu, tidak ada kasus baru di Taiwan selama enam hari berturut-turut dan tidak ada transmisi lokal selama 19 hari berturut-turut.

Sebagian besar orang Taiwan memuji respons cepat Chen, juga komunikasinya yang jujur karena menyelamatkan rakyatnya dari ancaman kematian yang dikhawatirkan, mengingat posisi Taiwan tak jauh dari pantai tenggara Cina daratan, yang menjadi pusat Pandemi.

"Selain menonton rapat hariannya pada jam 2 siang, saya kadang-kadang menelepon menteri kesehatan sebelum saya pergi tidur. Karena saya sangat ingin mengetahui tentang jumlah kasus yang dikonfirmasi yang akan diumumkan pada hari berikutnya. Dengan begitu, saya bisa tidur agak lebih baik," kata Presiden Taiwan Tsai Ing-wen.

Tsai menambahkan, ketika Chen melaporkan kepadanya bahwa tidak ada kasus baru selama empat hari sebelumnya, ia merayakannya dengan memberi dua kucingnya camilan tengah malam.

Chen juga selalu memimpin rapat hariannya yang dilakukan secara online sejak 23 Januari. Mereka memberikan perkembangan terbaru, termasuk instansi pemerintah terkait mana yang perlu merespons serta langkah-langkah apa yang harus diikuti publik.

baca juga

Rapat selama satu jam, dan bisa diakses oleh publik, telah menarik perhatian lebih dari 100.000 orang.

“Itu sangat berguna dan saya sangat menghargai. Terutama ketika menteri dengan jujur memberi tahu kami apa yang telah terjadi dan apa yang harus kami lakukan,” kata Ho Wei-kuang, yang ikut mengakses video rapat di Taipei.

Chen dikenal karena ketulusan dan kemampuannya untuk berkomunikasi secara efektif dengan publik. Pada saat yang sama, ia juga menunjukan empati yang bisa dipercaya dalam menanggapi puncak kasus yang terjadi pada Febuari lalu.

Sebelumnya, Pandemi Covid-19 mencapai puncaknya di Wuhan, China. Ratusan ribu komunitas online di Taiwan menumpahkan cemoohan terhadap pengusaha Taiwan yang berbasis di daratan China.

Mereka dituduh telah membawa virus corona ke Taiwan dan mengatakan seharusnya tetap tinggal di daratan China.

Chen coba meredam hal itu dan berkata, "Tidak ada yang mau sakit, dan semua orang berharap mendapatkan perawatan terbaik yang mereka inginkan."

Chen disebut juga punya kalimat khas yang sering diucapkan kepada para wartawan saat konferensi pers, “Punya hati! Kita semua harus tetap empati dalam menangani hal-hal tertentu."

Chen juga selalu mengingat bahwa pasien yang terinfeksi virus corona dari orang lain tidak bersalah. "Karena mereka tidak ingin terinfeksi," kata Chen.

Menurut seorang psikolog Teng Hui-wen, kalimat itu yang menenangkan masyarakat Taiwan saat merasa dihantui dengan bahaya virus corona dan memandang pasien Covid-19 sebagai monster.

Dokter Chu Wei-min juga memuji Chen karena menjadi komunikator yang baik dengan kecerdasan emosi yang tinggi.

"Ketika berhadapan dengan wartawan, ia mampu meredakan ketegangan dengan menjelaskan situasi dengan sabar dan tidak tersinggung," kata Chu.

Sejak memimpin pusat komando epidemi sentral Taiwan, Chen belum pernah libur bekerja dan menjaga respon pandemi Taiwan di tangan para profesional kesehatan.

Dia sering menekankan bahwa retorika politik hanya akan merusak profesionalisme dan konfrontasi hanya akan memecah masyarakat.

Tetapi, sebagai menteri kesehatan, lulusan Universitas Kedokteran Taipei harus tetap sejalan dengan kebijakan pemerintah untuk mempromosikan status kesehatan Taiwan agar memenuhi syarat untuk bergabung dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan mencegah kesenjangan di area kesehatan global.

Dalam jajak pendapat pada 26 Maret oleh jaringan berita kabel TVBS Taiwan, tingkat popularitas Chen mencapai 91 persen, tertinggi sejauh ini dari semua politisi Taiwan, termasuk Tsai.

Dia juga didukung oleh lebih dari 50 persen responden dalam survei TVBS pada bulan April sebagai pilihan terbaik untuk walikota Taipei pada tahun 2022. Namun Chen kemudian mengatakan dia tidak tertarik dengan posisi itu.

Istri Chen, Sun Wan-ling, mengatakan dia tidak cocok menjadi politisi, karena dia terlalu peduli dengan pekerjaan medisnya dan promosi kesehatan yang baik di Taiwan.

"Dia gila kerja, sering memberikan waktu untuk bekerja dan rapat," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Update Corona Covid-19 Global 5 Mei 2020: 94% Pasien di China Sembuh

Update Corona Covid-19 Global 5 Mei 2020: 94% Pasien di China Sembuh

Health | Selasa, 05 Mei 2020 | 10:56 WIB

Alhamdulillah, Abu Dhabi Temukan Pengobatan Covid-19 Baru

Alhamdulillah, Abu Dhabi Temukan Pengobatan Covid-19 Baru

Tekno | Selasa, 05 Mei 2020 | 10:30 WIB

Trik Jitu Fotografer di AS Bertahan Hidup selama Pandemi Covid-19

Trik Jitu Fotografer di AS Bertahan Hidup selama Pandemi Covid-19

Video | Selasa, 05 Mei 2020 | 11:05 WIB

Terkini

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:28 WIB

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:12 WIB

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Bola | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Bogor | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Banten | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:49 WIB

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:37 WIB

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

Bri | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:28 WIB

×